Pilih Kategori:
BiblikaDari AndaEksplorasi AlkitabEnsiklopedi TeologiEpiscopal MessagesInfoKesehatanKhotbah...MidrashTajukSemua Artikel |
Keselamatan Tidak Pernah Gagal
Roma 8:28-30
Dibaca sebanyak: 1166 kali |     | kirim ke teman
Oleh: K.A.M. Jusufroni
Injil Yohanes telah memberikan ringkasan dengan langkah-langkah berikut: Semua yang telah dipilih BAPA untuk menjadi milik-NYA, telah diberikan-NYA kepada Anak-NYA (17:6), dan semua yang telah diberikan-NYA kepada Anak, dikenal oleh Anak (10:14), dan dipanggil oleh Anak (10:3), dan mengenal suara-Nya (10:4,5), dan datang kepada-Nya (6:37), dan mengikuti Dia (10:27), dan Anak menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba (10:11, 15), dan kepada setiap orang yang untuknya Ia mati, Ia memberikan hidup kekal (10:28), dan memelihara mereka dalam firman BAPA (17:6), agar tidak ada satu pun yang binasa (6:39), atau direbut dari tangan-Nya (10:28), tetapi dibangkitkan pada akhir zaman (6:39), untuk memuliakan Anak-NYA selamanya (17:10)....
MAAF! Untuk dapat membaca keseluruhan artikel ini, Anda harus mendaftar sebagai anggota situs ini dan melakukan login.
Jika Anda sudah terdaftar, silakan melakukan login untuk bisa membaca artikel ini
Kategori Artikel: Khotbah... Dimasukkan pada: 17 Mar 2009 oleh: oyr79 Terakhir dimodifikasi pada: 17 Mar 2009Tanggapan Pembaca:
⇒ Kirim Tanggapan ben_gurion (27 Mar 2010):
menurut pendapat saya,
center dari semuanya
adalah Yeshua Hamashia
Yesus Kristus, aliran
dogma penting tapi yang
menjadi kekuatan dan
sumber kesatuan kita
orang percaya adalah DIA,
maaf saya awam tapi saya
ga pusing dgn aneka ragam
pemaham aliran dogma,
ibarat bumbu masakan
menjadikan makanan
menjadi enak, yang
membuat koki sang peramu
masakan bahagia, ok bro
| lie99 (15 Apr 2009):
 syallom
Pak, saya setuju
sekali dengan bapak. saya
rasa sebagai fulltimer
sangat perlu untuk
membaca artikel bapak.
thank's
| oyr79 (15 Apr 2009):
 Pak Parlin, saya kira
pemikiran seperti Pak
Parlin perlu dikembangkan
di antara jemaat, supaya
kontroversi antar gereja
bisa
diminimalisasi Suks
es untuk Bapak!
| parlin (14 Apr 2009):
 Terima kasih Bung
Yosi. Saya
mengerti. Saya juga
belajar banyak dari
tulisan-tulisan anda dan
GKA, yang menurut saya
sangat memberi
inspirasi. Walaupun saya
seorang protestan, saya
juga tidak mengikat diri
terhadap doktrin-doktrin
tertentu. Dalam
konsep keesaan TUHAN
sendiri, saya lebih
condong kepada pemahaman
gereja orthodoks,
terutama gereja Timur.
Dan, saya percaya gereja
GKA memang sangat cocock
untuk dijadikan rujukan
dalam mengembalikan
konsep keesaan TUHAN
dalam
kekristenan. Konsep
kristologi pun demikian,
saya lebih condong kepada
pemahaman Kekristenan
Yahudi (Kristologi dari
atas), yang memisahkan
antara keilahian Sang
Firman dan kemanusiaan
Yesus. Dalam hal ini saya
sepakat dengan pemahaman
GKA. Hanya saja
dalam konsep predestinasi
(pemilihan), saya
menempatkan diri saya
ditengah-tengah, tidak
kepada Calvinisme ataupun
Armenianisme.
Akhirnya,
yang paling penting
adalah bagaimana dapat
meilhat gereja-gereja
dapat bersatu hati
walaupun memiliki
panghayatan yang berbeda
dalam keimanannya (dalam
hal ini, memiliki
pengangan doktrin yang
berbeda). Bukan
begitu Bung
Yosi?
| oyr79 (14 Apr 2009):
Shalom Parlin,
GKA tidak
mengidentifikasi diri
sebagai Calvinis,
Lutheran, Armenian atau
aliran-aliran tertentu.
Tetapi GKA berusaha
mengkaji setiap pandangan
dari aliran-aliran
tersebut berdasarkan
konsep dogma yang dianut
GKA.
Karena
itu, dalam bagian-bagian
tertentu, GKA sepaham
dengan kaum Calvinis atau
Lutheran atau
aliran-aliran lainnya,
tetapi ada juga
bagian-bagian dimana GKA
tidak sepaham. Baik itu
konsep dogma ketuhanan,
kristologi, soteriologi
atau pun konsep-konsep
lainnya.
| parlin (13 Apr 2009):
 Menarik sekali. Terima
kasih untuk
artikelnya. Tolong
diluruskan jika saya
salah, berdasarkan
artikel diatas dapatkah
saya simpulkan kalau GKA
juga menganut doktrin
TULIP-nya
Calvin? Jika
tidak, dimanakah
perbedaannya? Saya tidak
menentang Calvinisme
maupun Armenianisme.
Anggap saja ini sebagai
sarana pencerahan
saja. Saya pikir,
ALLAH memang berdaulat,
tapi mustahil jika ALLAH
menghendaki ketaatan dari
manusia yang tidak
memiliki "kemampuan
untuk memilih
(taat)".
Manusia memang
telah rusak citranya,
tapi citra ALLAH itu
tetap ada walaupun telah
rusak. Salah satunya,
manusia masih memiliki
kehendak
bebas. Sebagian
orang pun memiliki
penafsirannya sendiri
terhadap ayat-ayat yang
dijadikan rujukan GKA,
terutama dalam surat
Roma, yang memahami
"pemilihan"
tersebut tidaklah dalam
konteks yang bersifat
eksklusif atau individu,
melainkan bersifat
kolektif. Pemilihan
itu merujuk kepada
"manusia"
secara kolektif, bukan
malaikat dan bukan juga
makhluk
lainnya. Saya
setuju bahwa keselamatan
adalah anugerah, bukan
hasil jerih payah
manusia. Hanya oleh iman.
Saya pikir dapat dipahami
mengapa gereja
beraliran Calvin terlalu
menekankan TULIP untuk
menegaskan bahwa
keselamatan hanyalah
karena anugerah ALLAH
semata oleh iman. Namun,
saya pikir itu tidak
berarti doktrin TULIP
sepenuhnya dapat diterima
oleh semua
orang. Pada
intinya, saya memang
tidak mahir dalam
ekplorasi Alkitab, tetapi
saya percaya ALLAH memang
menuntut peran aktif
manusia, apalagi untuk
tetap tinggal dalam
keselamatan yang
dikaruniakan oleh ALLAH
kepada
kita. M
ohon maaf jika dalam
tanggapan saya ada yang
kurang berkenan. Mohon
pencerahannya. &nbs
p; &nb
sp; &n
bsp; &
nbsp;
|
SILAKAN LOGIN UNTUK BISA MEMBERIKAN KOMENTAR << sebelumnya | berikutnya >>
total: 6 data
|