Pilih Kategori:
BiblikaDari AndaEksplorasi AlkitabEnsiklopedi TeologiEpiscopal MessagesInfoKesehatanKhotbah...MidrashTajukSemua Artikel |
Penyingkapan Nama Sang Pencipta
Eksposisi Keluaran 3:1-22
Dibaca sebanyak: 1257 kali |     | kirim ke teman
Oleh: Teguh Hindarto
Pekerjaan Moshe (Musa) Sebelum Menerima Panggilan Kenabian (ay. 1)
“Penggembala ternak” (ro’e eth-tson). Kitab Kisah Para Rasul 7:22 memberikan tambahan latar belakang Moshe yang tidak ditulis dalam Kitab Keluaran bahwa Moshe adalah, “dan (Moshe) dididik dalam segala hikmat orang (Mitsrayim/Mesir), dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.” Moshe bukan penggembala ternak biasa. Dia orang yang memiliki pengetahuan dan kewibawaan. ...
MAAF! Untuk dapat membaca keseluruhan artikel ini, Anda harus mendaftar sebagai anggota situs ini dan melakukan login.
Jika Anda sudah terdaftar, silakan melakukan login untuk bisa membaca artikel ini
Tanggapan Pembaca:
⇒ Kirim Tanggapan robert_maru (05 Jan 2009):
 Shalom; Artikeln
ya cukup menarik, namun
masih kurang terperinci
dalam penjelasanny.Hal
ini mengakibatkan
pembaca masih tetap
bingung dalam
memahami nama YAHWE tsb.
Dan mengapa masih sedikit
orang yang kenal nama
Yahwe? parsib (02 Sep 2008):
MENJAWAB
HUJATAN PARA PENENTANG
ALLAH DI DALAM
ALKITAB Baru-baru ini
beberapa gereja-gereja
dan segelintir umat
Kristen diresahkan dengan
terbitnya "Alkitab
Eliezer ben Abraham"
berjudul Kitab Suci
Taurat dan Injil.
Tidak kurang juga
orang Kristen telah
bingung dengan gerakan
ini. Gerakan ini menuntut
agar istilah
Allah dalam Kitab Suci
umat Kristian dihapuskan.
Alasannya, nama Allah itu
kononnya berasal dari
"dewa air" yang
mengairi
bumi. Saya
sendiri sudah pernah
menanggapi usul
kontroversial ini dengan
menggelar seminar yang
menghadirkan pembicara
Muslim dari IAIN Syarif
Hidayatullah, Dr. Kautsar
Azhari Noer.(1) Rekan Muslim
saya ini menanggapi
dengan kepala dingin,
seraya mengatakan:
"Itu hanya gerakan
kaum awam yang tidak
perlu ditanggapi.:
Mengapa? Menurut Kautsar,
"Setiap agama
mengenal
kontekstualisasi
atau
inkulturasi.&quo
t; Ya, memang dulu
istilah Allah pernah
dipakai di lingkungan
orang-orang jahiliah
sebelum zaman Islam.
Tetapi Islam justru
datang untuk mengubah
makna teologis istilah
itu. SEKITAR PENYIMPANGAN
NAMA YAHWEH DAN
ALLAH Setelah seminar
tersebut, reaksi
berdatangan dari pihak
"penentang
Allah". Bahkan
terbit traktat baru yang
khusus menanggapi makalah
saya. Saya sendiri
memutuskan untuk
menghentikan polemik ini.
Terus terang, amatlah
sulit untuk sesiapa pun
memahami
"logika" kaum
yang kurang cerdas
itu. Bayangkan saja,
menurut mereka Allah
sebenarnya adalah nama
"dewa air."
Yang menjadi dasar mereka
adalah buku-buku sumber
yang mereka kutip
sepenggal-sepenggal dan
lepas dari konteks. Saya
pun membuktikan
berdasarkan
inskripsi-inskripsi kuno
yang ditemukan di
Kuntilet Ajrud, di
sekitar Nablus sekarang.
Di daerah tersebut nama
Yahweh pernah dipuja
bersama-sama dewi
kesuburan Asyera. Salah
satu bunyi inksripsi
Kuntilet Ajrud, seperti
disebut Andrew D. Clarke
dan Bruce W. Winters
(ed.), One
God, One Lord;
Christianity in a world
of religious
Pluralism, dalam bahasa
Ibrani: Birkatekem le-Yahweh
syomron we le
'asyeratah<
/em>Yakni -
Aku
memberkati engkau demi
Yahwe dari Samaria dan
demi
Asyera.
(2)
Dengan fakta di
atas, apakah kita dapat
mengatakan kita jangan
menggunakan nama Yahwe
karena nama ini sekutu
Asyera, dewi kesuburan
Palestina? Argumentasi
ini dijawab oleh mreka,
bahwa semua yang saya
kemukakan itu tidak perlu
ditanggapi karena tidak
berdasar pada Alkitab.
Ya, maksud mereka adalah
saya tidak perlu mengutip
data-data arkeologi dalam
berargumentasi, kecuali
hanya berdasarkan
ayat-ayat
Alkitab. Nah, di sinilah
terbukti ketidakadilan
kaum penentang
"Allah" dengan
amat jelas! Mengapa?
Sebab umat Islam tentu
saja boleh bertanya
balik, "Apakah Allah
sebagai dewa air itu ada
dalam Alquran?"
Lalu, umat Islam pun
mengajak kita untuk
berargumentasi dan
berdebat tanpa bukti
sejarah. Cukup dengan
ayat-ayat Al-Quran saja.
Kalau begitu, jelas tidak
ada sepotong ayat pun
dalam Alquran yang
menyebut Allah sebagai
dewa air. Menurut
Alquran, Allah adalah
Pencipta langit dan bumi
(Q.surah al-Jatsiyah
45:22, "Wa
khadaq Allah as-samawati
wa
al-ardh").Begitu
juga, siapakah
Allah itu bagi
umat Kristen
Arab?
"Allah" -
demikian menurut
Buthros 'Abd
al-Malik, dalam Qamus
al-kitab al-Muqaddas
- adalah "nama
dari Ilah (sembahan) yang
menciptakan segala yang
ada" (hadza
al-llah khalaq al-jami'
al-kainat). (3)
Begitu juga,
setiap umat Arab Kristen
sebelum atau sesudah
Islam mengawali
mengucapkan Qanun al-Iman
(syahadat Kristian) yang
diawali dengan kalimat:
"Nu'minu
bi-ilahun wahidun, Allah
al-Ab al-dhabital kull,
khalaqa as-sama'I wa
al-ardh, kulla ma yura wa
maa layuura"
yang bermaksud :
Kami
percaya kepada
satu-satunya
sembahan/ilah,
yaitu Allah Bapa, yang
berkuasa atas segala
sesuatu, Pencipta langit
dan bumi, dan segala
sesuatu yang kelihatan
maupun yang tidak
kelihatan. (4)
Mengapa mreka
menuduh bahwa Allah
adalah "dewa
air" berdasarkan
sumber-sumber tulisan
yang bukan Alquran,
sementara mereka menolak
data yang telah saya
kemukakan tentang
penyimpangan nama
Yahwe, karena tidak ada
dalam
Alkitab? Oleh karena itu,
saya menyarankan agar
belajar lebih banyak
tentang sejarah
kekristenan di Timur
Tengah, tempat
kekristenan mula-mulanya
berkembang. Peranan
filologi (ilmu
perbandingan bahasa) juga
sangat penting dalam
memperkaya kajian ini,
sebelum mereka begitu
bersemangat menyebarkan
pendapat yang jelas-jelas
tidak
ilmiah. KATA
ALLAH
DAN
PADANANNYA DALAM BAHASA
IBRANI DAN
ARAMI Dalam menilai
kata Allah, kita
harus memahami bahwa kata
itu serumpun dengan
kata-kata bahasa Semitik
yang lebih tua (yang
dipakai di Timur Tengah:
Ibrani dan Arami). Kata
Allah itu cognate
dengan kata Ibrani:
El, Eloah, Elohim;
dan kata Arami
Elah, Alaha,
yang semuanya
terdapat dalam Perjanjian
Lama ataupun dalam
Targum
(komentar-komentar
Taurat dalam bahasa Arami
yang lazim dibaca mulai
dari zaman sebelum
Al-Masih, zaman Sayidina
Isa hingga hari
ini). Perlu anda
ketahui, sebagian kecil
Kitab Perjanjian Lama
juga ditulis dalam
bahasa
Arami, yakni
beberapa pasal Kitan Ezra
dan juga beberapa pasal
dari Daniel. Marilah kita
baca dan cermati
ayat-ayat yang
menggunakan kata elah
di bawah
ini: "Be Shum elah
yisra'el
..."
em> Daniel 5 : 1,
"Demi Nama Allah
Israel." <
em>"...di elahekon
hu elah elahin, umara
malekin Daniel 2:47,
"Sesungguhnya
Elah-mu itu
elah yang
mengatasi segala elah
dan berkuasa atas
para
raja. Sedangkan bentuk
Ibrani yang dekat dengan
istilah Arami elah
dan Arab ilah,
al-ilah dan
Allah adalah
sebutan eloah,
misalnya
disebutkan:
font>"Eloah mi-Teman
yavo we Qadosh me-Har
Paran,
Selah"
Yaitu Habakuk 3
: 3, yang bererti -
"Eloah akan
datang dari negeri Teman,
dan Yang Mahakudus dari
pergunungan Paran,
Sela." Tetapi
argumentasi ini pun
segera ditanggapi dengan
traktat mereka. Menurut
mereka, istilah el,
elohim, eloah
(Ibrani) dan elah,
alaha (Arami/Syriac)
tidak sejajar dengan
istilah Arab Allah
berasal dari ilah
(God, sembahan).
Dengan awalan kata
sandang di depannya
Al (Inggris:
the), makna
the
god,
"sembaha
n yang
itu".
Maksudnya
sembahan atau
ilah yang benar.
"Laa
ilaha ilallah".
Tidak ada ilah
selain Allah. Allah
adalah satu-satunya ilah.
Ungkapan Laa ilaha
ilallah ini,
dijumpai pula dalam
Alkitab terjemahan bahasa
Arab, 1
Korintus 8 :
4-6
berbunyi
: <
font size="3">"... wa'an Laa
ilaha ilallah al-ahad,
...faa lana ilahu wahidu
wa huwa al-Abu iladzi
minhu kullu sya'in wa
ilahi narji'u, wa huwa
rabbu wahidu wa huwa
Yasu' al-Masihu iladzi
bihi kullu syai'in wa
bihi
nahya"
Yakni maksudnya
: Dan
sesungguhnya
tidak ada ilah
selain Allah, Yang
Mahaesa ... dan
bagi kita hanya ada
satu
ilah/sem
bahan yaitu
Bapa, yang
dari-Nya berasal segala
sesuatu dan kepada-Nya
kita akan kembali, dan
hanya ada satu
Rabb/Tuhan,
yaitu Yesus
Kristus yang
melalui-Nya (sebagai
Firman Allah) telah
diciptakan segala sesuatu
dan untuk Dia kita
hidup).
(5) Mereka begitu
entengnya
menanggapi hal ini.
Menurut brosur mereka,
istilah 'Allah'
memang ada dalam
Alkitab berbahasa Ibrani,
tetapi artinya
"sumpah" (1
Raj. 8:31; II Taw. 6:22).
Mereka benar, tetapi
mereka juga harus tahu,
seperti kata Yahweh
tidak turun dari
langit. Demikian pula
kata elohim, eloah,
elah berasal dari
akar kata tertentu.
Menurut C.L. Schofield,
istilah elah
berasal dari akar
kata
el (Yang Maha
kuat) dan
alah (sumpah):
"to swear, to bind
oneself by an oath, so
implifying
faithfullness."
(6)
Jadi, di hadapan
hadirat El (Yang
Maha kuat) seseorang
mengikat sumpah
(alah). Dari
kata El dan
alah ini,
kemudian terbentuklah
kata elah.
Sedangkan bentuk
elohim, dengan
akhiran im
menunjukkan jamak
untuk menekankan
kebesaran (pluralis
maestaticus). Oleh
para pujangga gereja kata
tersebut ditafsirkan
secara alegoris sebagai
bukti dari sifat
ketritunggalan Allah.
Karena itu, sangat
gegabah untuk menolak
fakta keserumpunan antara
Arab dengan bahasa Ibrani
dan Aram, hanya dengan
argumentasi dangkal
seperti ini. Kata
alah (dengan
satu "l")
memang ada dalam bahasa
Ibrani yang berarti
"sumpah,
kutuk". Berbeda
dengan bahasa Arab
allah (dengan
dua huruf "L").
Dua huruf "l"
(lam) yang dalam
istilah
Allah menunjukkan
asal-usulnya dari kata
sandang Al (the)
dan ilah (god)
seperti dikemukakan di
atas. (7) ISTILAH ALLAH DI
LINGKUNGAN KRISTIAN SYRIA
PRA-ISLAM
strong> Seperti istilah
Yahweh pernah dipuja
secara salah di sekitar
wilayah Samaria, terbukti
dari inskripsi Kuntilet
Ajrud dan Khirbet el-Qom,
demikian juga istilah
Allah disalahgunakan di
sekitar Mekkah sebelum
zaman Islam. Tetapi
istilah Allah dipakai
sebagai sebutan bagi
Khaliq langit dan bumi
oleh orang-orang Kristen
Arab di wilayah Syria.
Hal ini dibuktikan dari
sejumlah inskripsi Arab
pra-Islam yang semuanya
ternyata berasal dari
lingkungan
Kristen. Salah satu
inskripsi kuno yang
ditemukan pada tahun 1881
di kota Zabad, sebelah
tenggara kota Allepo
(Arab: Halab), sebuah
kota di Syria sekarang,
meneguhkan dalil
tersebut.
Inskripsi
Zabad ini telah
dibuktikan tanggalnya
berasal dari azman
sebelum Islam, tepatnya
tahun 512. Menariknya,
inskripsi ini diawali
dengan perkataan
Bism-al-lah,
"Dengan Nama
al-lah"
(bentuk singkatnya:
Bismillah,
"Dengan Nama
Allah"), dan
kemudian diusul dengan
nama-nama orang Kristen
Syria. Bunyi lengkap
inskripsi Arab Kristen
ini dapat direkonstruksi
sebagai berikut:
"Bism' al-lah:
Serjius bar 'Amad, Manaf
wa Hani bar Mar al-Qais,
Serjius bar Sa'd wa Sitr
wa
Sahuraih" terjemahannya :
-
Dengan Nama Allah:
Sergius putra Amad, Manaf
dan Hani putra Mat
al-Qais, Sergius putra
Sa'ad, Sitr dan Shauraih.
(8)<
font face="Arial Unicode
MS">Menurut Yasin
Hamid al-Safadi, dalam
The Islamic
Calligraphy
, inskripsi
pra-Islam lainya yang
ditemukan di Ummul Jimal
dari pertengahan abad
ke-6 Masehi, membuktikan
bahwa berbeda dengan yang
terjadi di Arab selatan,
di sekitar Syria nama
'Allah' disembah secara
benar. Inskripsi Ummul
Jimmal diawali dengan
kata-kata Allah
ghafran (Allah
mengampuni).
(9)Bahkan
menurut Spencer
Trimingham, dalam bukunya
Christianity
among the Arabs in the
pre-Islamic
Times,
membuktikan bahwa
pada tahun yang sama
dengan diadakannya
Majma' (Konsili)
Efesus (431), di wilayah
suku Arab Hartis (Yunani:
Aretas )
dipimpin seorang uskup
yang bernama 'Abd
Allah (Hamba Allah).
(10)
Dari bukti-bukti
arkeologis ini, jelas
bahwa sebutan Allah sudah
dipakai di lingkungan
Kristen sebelum zaman
Islam yang dimaknai
sebagai sebutan bagi
Tuhan Yang Mahaesa,
Pencipta langit dan
bumi. <
font size="3">PENGGUNAAN BAHASA
IBRANI, YUNANI DAN ARAMI
PADA ZAMAN
YESUS Cukup
mengherankan bahwa
"para penentang
Allah" itu selalu
menggunakan Ha B'rit
ha-Hadasah
(Perjanj
ian Baru
bahasa
Ibrani) dan
memperlakukannya
seolah-olah itulah teks
bahasa aslinya. Dalam
Perjanjian Baru berbahasa
Ibrani ini tentu saja
kita akan menjumpai nama
Yahwe. Tetapi Perjanjian
Baru berbahasa Ibrani itu
adalah hasil terjemahan
dari bahasa
Yunani
strong>. Penerjemahan
dilakukan oleh United
Bible Society in Israel,
baru pada tahun
1970-an. Perjanjian Baru
aslinya ditulis dalam
bahasa Yunani Koine dan
para rasul Yesus tidak
mempertahankan nama diri
Yahwe. Saya setuju bahwa
Yesus ketika masuk ke
sinagoge, Baginda
mengutip teks-teks
Perjanjian Lama dalam
bahasa Ibrani (Lukas
4:18-19). Namun, kita
juga harus paham bahwa
Baginda juga telah
bercakap-cakap dalam
bahasa
Arami
dengan murid-murid-Nya
sebagai "bahasa
ibunda" masyarakat
Yahudi pada zaman
intu. Penulisan
Perjanjian Baru dalam
bahasa Yunani karena
bahasa ini menjadi bahasa
yang paling luas
digunakan di seluruh
wilayah kekaisaran Romawi
pada zaman itu. Meskipun
demikian, Perjanjian Baru
Yunani itu tidak dapat
dipahami tanpa melihat
latar belakang budaya
Arami. (11) Oleh karena
kitab ini masih
memelihara beberapa
ungkapan Arami - yang
waktu itu juga biasa
disebut Ibrani - sebab
dianggap sebagai salah
satu dialek tutur saja
bagi masyrakat Yahudi di
Galilea. Beberapa contoh
kata Arami yang
dipelihara itu, antara
lain: Talita Kum
(Mark 5 : 41),
Gabbata (Yohanes
19 : 13), Maranatha
(1 Korintus 16 :
23). Salah satu bukti
bahwa Yesus membaca
Targum berbahasa Arami,
di mana kata Alaha
(yang cognate
dengan bentuk
Ibrani: Eloah,
dan Arab: Allah)
adalah ungkapan
Yesus dalam Markus 15:33,
Elohi, Elohi, l'mah
sh'vaktani. Sebab
dalam teks Mazmur 22:2
bahasa Ibraninya:
Eli, Eli lamah
'azvatani.
Selanjutnya, apabila
bahasa asli Perjanjian
Baru ditulis dalam bahasa
Yunani dan para rasul
tidak mempertahankan nama
Yahwe, lalu apa pula
dasar dan alasan mereka
mati-matian
mempertahankannya?
Para rasul
penulis Perjanjian Baru
menterjemahkan Kyrios
(Tuhan) sebagai kata
ganti Yahwe.
Sebut satu contoh saja,
misalnya Haddebarim/
Ulangan 6 : 4 dalam
bahasa asli (Ibrani):
"Syema Ysrael,
Adonai Elohenu, Adonay
Ehad".
Kutipan ayat ini
ditemukan dalam Markus 12
: 29, di mana nama Yahwe
diterjemahkan Kyrios
- Tuhan, mengikut
terjemahan Yunani
Septuaginta:
"Akoue, Israel,
Kurios ho theos hemin,
kurios eis
esti"<
/em> - Dengarlah
wahai Israel, Kurios
(Tuhan) itu
Theos/Allah
kita,
Kurios/Tuhan itu
Esa. Jadi, sekali
lagi Markus sang penulis
Injil pun tidak
mempertahankan nama
Yahwe. Lalu, apakah
mereka berani berkata
bahwa seluruh penulis
Perjanjian Baru itu
adalah
salah? Dalam bahasa
Ibrani istilah
"Nama" juga
tidak bisa dipahami
secara harfiah seperti
nama-nama: Suharto,
Suradi, Marsudi, Wan,
Ngah dan sebagainya.
Dalam hal ini anda harus
bedakan antara
"nama"
(yang berasal dari
bahasa manusia yang
dibatasi oleh konteks
ruang dan waktu) dengan
"Dia yang
dinamakan"
(Yang
Absolute
, tidak
terbatas, tidak
terhingga).
"Nama" dalam
teologi Yahudi lebih
menunjuk kepada
"Kuasa di balik Ia
yang
di-Nama-kan".
Karena itu, orang-orang
Yahudi hanya
mempertahankan
tetagramaton
(keempat huruf suci:
y h w
h),
tetapi tidak
membacanya dalam tradisi
lisan. Kata itu sudah
lazim dibaca dengan:
Adonay
strong>
(Tuhanku
) atau
Ha-Shem<
/strong>
("the
Name",
Sang
Nama).
Silakan mereka
memeriksa tradisi Yahudi
ini, misalnya literatur
Yahudi: Humasah
Hunasy Torah 'im Targum
Onqelos,
(12) berbahasa Ibrani
dan Arami yang lazim
dipakai pemeluk Yahudi
hingga zaman sekarang
ini. Kesimpulan saya,
apabila kita menolak
usulan para
"penentang
Allah" itu, bukan
sekadar menimbang manfaat
atau mudaratnya saja.
Manfaatnya jelas tidak
ada sama sekali.
Mudaratnya jelas tidak
hanya membingungkan umat
Kristiani, tetapi telah
membuka "barisan
permusuhan"
dengan umat Islam. Yang
lebih penting lagi, tidak
ada gunanya berdialog
dengan orang-orang yang
memang tidak memenuhi
standard
berpikir ilmiah itu.
"Tetapi
mereka menghujat segala
sesuatu yang tidak mereka
ketahui," demikian Yudas 1:10,
dan lanjutan ayat ini
saya tidak tega untuk
menuliskannya di
sini. Nota-nota dan
Referensi
u> - Majalah DR,
"Ketika Allah
diperdebatkan", 9-14
Ogos 1999.
- Andrew D.
Clarcke dan Bruce
W.Winters (ed.), Satu
Allah satu Tuhan:
Tinjauan Alkitab tentang
Pluralisme Agama
(Jakarta: BPK Gunung
Mulia, 1995), hlm.50
- Buthros 'Abd
al-Malik (ed.), Qamus
al-Kitab al-Muqaddas
(Beirut: Jami'
al-Kana'is fii al-Syarif
al-Adniy, 1981), hlm.107
- Al-Qamas
Isodorus al-Baramus,
Al-Ajabiyat: shalawat
As-Sa'at wa Ruh
al-Tashra'at (Kairo:
Maktabah Mar Jurjis
al-Syaikulaniy Syabra,
1996), hlm. 79.
- "Risalat
Bulus ar-Rasul ila Ahl
Kurinthus al-Awwal 8 :
4-6", dalam
al-Kitab al-Muqaddas
(Beirut: Dar
al-Kitab al-Muqaddas fii
al-Syariq al-Ausath,
1992).
- Rev.
C.I. Schofield (ed.),
Holy Bible, Schofield
Reference (London:
Oxford University Press,
1945), hlm.3
- Kita
lihat bahwa Allah itu
Al-nya merupakan
hamzah washl.
Kerana itu menjadi
wallahi, billahi
dan sebagainya. Itu
berarti kata Allah bukan
merupakan akar kata yang
asli. Sebab akar kata
yang asli pasti
menggunakan hamzah
qath'. Lihat:
Nurcholish Madjid,
Dialog Keterbukaan:
Artikulasi Nilai Islam
dalam Wacana Sosial
Politik Kontemporer
(Jakarta:
Paramadina, 1998),
hlm.262.
- Bacaan Bism
al-lah (Dengan Nama
Allah) berasal dari Yasin
Hamid al-Safadi,
Kaligrafi Islam.
Alih Bahasa: Abdul
Hadi WM (Jakarta: PT.
Panca Simpati, 1986),
hlm. 6. Sedangkan M.A.
Kugener, Note sur
l'inscription triligue de
Zebed (1907) seperti
dikutip Spencer
Trimingham
Christianity Among
the Arabs in pre Islamic
Times
(London-Beirut:
Longman-Librairie du
Liban, 1979), hlm. 226,
membacanya "Teym
al-Ilah".
Jadi, sebagai nama diri
yang diusul oleh
nama-nama lainnya, bukan
sebagai bunyi sebuah doa.
Tetapi apa pun bunyi yang
paling tepat dari awal
inskripsi itu, yang jelas
kata al-llah, Allah
sudah dipakai dalam
makna Tauhid Kristen, dan
bukan dalam makna dewa
berhala yaitu
pagan.
- Yasin Hamid
al-Safadi, Loc.Cit
<
li class="MsoNormal"
style="margin: 0in 0in
0pt; text-align: justify;
tab-stops: list
.5in">Spencer
Trimingham, Op. Cit.
Hlm. 74
- Matthew Black,
An Aramaic Approach
to the Gospels and Acts
(Oxford: At the
Calrendon Press, 1967).
Rabbi Nosson
Scherman-Rabbi Meir
Zlotowitz (ed.),
Humasah Humasy Torah
'im Targum Onqelos
(Brooklyn: Mesorah
Publications, Ltd. 1993),
hlm.xxvi. Selanjutnya,
mengenai Nama (dan
nama-nama) Allah, cf.
"Parashas
Shemos",
hlm.304-305.matthewdavis (01 Sep 2008):
 Shallom saudara2 yang
dikasihi Tuhan
Yesus.. Shallom
buat Bp Parlin, terima
kasih buat artikel yang
Bp muat,buat saya sbg
guru SM minggu tentu
sangat berarti,menambah
wawasan saya dalam
pemahaman Firman Tuhan.
Maaf, saya baru memberi
tanggapan buat artikel
Bp,karna banyak kerjaan
yang harus saya
selesaikan. Buat
Saudara2 seiman, mari
kita saling memberi
pandangan, saya prcaya
apapun masukan/tanggapan
kita,kalau itu isi Firman
Tuhan,pasti akan menjadi
berkat,.. " Segala
tulisan yang diilhamkan
Tuhan memang
bermanfaat..."
Amin. Saya punya
masukan/tanggapan tentang
orang2 Majus, mudah2an
bisa menjadi bahan
pertimbangan buat
saudara2
seiman. Saya
setuju,bhw orang2 Majus
bukan penyembah
Yahweh,katakanlah mereka
penyembah Allah,memanggil
nama tuhan dengan sebutan
Allah, karna Allah adalah
nama dewa
kesuburan,menurut
kepercyaan suku2
pedalaman di Arab.
Pertanyaannya, MENGAPA
YAHWEH/YESUS JUSTRU
MEMAKAI MEREKA/MEMBAWA
MEREKA SAMPAI BERTEMU DGN
SANG JURUS'LAMAT ? JWBNYA
ORANG2 MAJUS ATAU SEMUA
ORG DI LUAR KRISTEN
DICIPTAN OLEH
TUHAN,DITEMPATKAN OLEH
TUHAN DALAM DUNIA INI,
TANPA KITA MINTA
DILAHIRKAN DI DALAM
DUNIA, SEMUANYA
SEMATA-MATA OLEH KARNA
TUHAN. YANG KE-2, SEMUA
ORANG/SUKU BANGSA DAN
BAHASA DIKASIHI OLEH
BAPA KITA DI SURGA TANPA
MELIHAT LATARBELAKANG
KITA, ENTAH KITA
KRISTEN/BUKAN. YOH 3 :
16. DAN KASIH BAPA ADALAH
SEMPURNA YANG MEMBERI
HUJAN KEPADA ORANG BENAR
DAN ORANG TIDAK BENAR ...
(MAT
5:45). Tetapi,TUHAN
punya tujuan ketika
manusia ditempatkan dalam
dunia. Demikian juga
Orang2 MAJUS,Tuhan punya
rencana dalam hidup
mereka,walau Firman Tuhan
tidak mencatat kehidupan
mereka setelah bertemu
BAYI YESUS, sekali lagi
TUHAN YAHWEH/YESUS punya
tujuan buat org Majus
itu,Tujuannya adalah
setelah Orang Majus
bertemu dngn YESUS mereka
tidak lagi menyembah
dewa-dewa mereka tetapi
Mereka bisa menyembah
kepada Yesus/Yahweh
seperti yang mereka
lakukan ketika bertemu
Bayi Yesus . Saya
ambil contoh,bahwa Tuhan
punya TARGET/TUJUAN
buat orang yang mengalami
Tuhan. Contohnya NAAMAN,
seorang perwira tentara
ARAM,yg notabenenya tidak
mengenal Yahweh. Singkat
cerita,Dia kena penyakit
kusta, setelah bertemu
Elisa,penyakit kustanya
disembuhkan.Pertanyaannya
kenapa Tuhan menyembuhkan
Naaman yng adalah seorg
kafir? Jwbanya sedarhana
Naaman adalah ciptaannya
Tuhan,yang juga dikasihi
Tuhan,sekalipun tidak
mengenal YAHWEH,tetapi
ada TUJUAN yang TUHAN MAU
CAPAI DALAM DIRI NAAMAN
! Bukan
KESEMBUHAN BADANI,tetapi
KESELAMATAN JIWA NAAMAN..
Dan target Yahweh
tercapai. Ketika Naaman
sembuh dari penyakitnya,
Dia berkata : "Mulai
saat ini, saya tidak akan
mempersembahkan
persembahan kepada dewa2
saya lagi, kecuali kepada
Yahweh,Tuhan orang
Israel" WOW.. Indah
sekali ayat ini,saudara2.
( 2 Raj 5 : 17 ). Itu
target Tuhan/Tujuan Tuhan
yg sebenarnya. Makanya
kita jgn heran kenapa
org2 Islam yg
datang ke KKR
kesembuhan kita,mereka
juga disembuhkan ? bukan
kesembuhan badani yg
menjadi target Tuhan
Yesus,tetapi Keselamatan
Jiwanya dalam pengenalan
akan TUHAN YESUS.
Saya ambil cth
lain, maaf byk
cth,alasannya spy
jelas,..Seperti Tuhan
Yesus dalam mengajar
bayak cth,Gua cuma
berlajar dari Babe
Gue.! Pernah suatu
kali, ada 10 org kusta
datang kepada Yesus,
Yesus berkata :
Perlihatkan dirimu kepada
Imam, lalu mereka pergi..
tetapi hanya ada 1 yang
kembali kpd
Yesus...Pertanyaannya
yang sembuh berapa ? ada
10 org. Tetapi maaf,yang
selamat berapa orang ?
hanya satu orng,Yesus
berkata : Iman mu telah
menyelamatkan
engkau". Jadi,
kesimpulannya,Tuhan punya
tujuan/target bagi Org
Majus ,supaya mereka bisa
beribadah HANYA kepda
YESUS?YAHWEH. Menge
nai,Gembala2,saya pikir
,Saudara 2 lain bisa
memberi tanggapan, supaya
kita makin kaya dalam
Yesus. Shallom...
JBU marjohan (26 Ags 2008):
SERBA-SERBI
SEKITAR NATAL
:Setelah
diselidiki dgn seksama
oleh para sarjana
teologia dan
kepurbakalaan, jelaslah
bahwa perayaan natal pada
25-26 Desember sebenarnya
bukan ketetapan Ilahi
atau dari Perjanjian
Baru.
Tidak ada bukti
bahwa umat Kristen yang
awal merayakan
natal.
Berikut adalah
beberapa hal yang
“janggal”
dari sekitar kisah
natal. Luk
.
2:8-11
menunjukkan bahwa
gembala2 berada di padang
pada malam hari ketika
Yesus
dilahirkan.
25 Desember adalah
musim dingin, dimana para
gembala tdk mungkin
berada dipadang apalagi
malam hari.
Udara sangat
dingin dan padang juga
akan ditutupi salju shg
tdk ada
rumput.
Dari sini saja sdh
jelas tampak bahwa tgl
ataupun bulan dari
kelahiran Kristus seperti
yg kita kenal sekarang
(Natal) sdh pasti salah
!!
Orang2 Majus
itu sebenarnya adalah
ahli Astrologi dari timur
(Kasdim / Mesopotamia /
Babel) yang menilik
bintang2, ahli meramal
nasib lewat ilmu
perbintangan
(Horoscope).
Dari zaman dulu
hingga zaman modern
sekarang ini, astrologi
atau horoscope memang
ilmu yang sangat
populer.
Banyak orang yang
mempercayainya.&nbs
p; Namun ilmu atau
kebiasaan ini sangat
dikutuk oleh YAHWE
(=JAHOWA=YHWH=YAH=HU=HUA)
dan merupakan suatu
kekejian bagi orang
Israel.
Mungkinkah YAHWE
mengundang orang2 yang
praktek2 ilmunya sangat
IA kutuk untuk datang ke
pada Anak NYA yang baru
dilahirkan ? (Ul.
18:10-12; Yes.
47:13-15).
Orang2 Majus
ini sebenarnya tidak
diundang oleh YAHWE,
melainkan adalah atas
“instruksi”
Beelzebul (Mat.12:24)
lewat ilmu yang
diilhamkannya
(astrologi).
YAHWE tdk pernah
menubuatkan kelahiran
anak NYA atau nubuat2
lainnya lewat ilmu
perbintangan (astrologi),
tetapi adalah dengan
berfirman lewat nabi2
kudus NYA kepada umatNYA,
bangsa Israel
(Kej. 49:10; Maz.
132:11; Yes. 9:5, 6; Mi.
5:1 ; Yer. 31:15 = ketika
Herodes membunuh bayi2 ;
Za.
9:9). 
;
Demikain juga
dgn “bintang”
yang menuntun org2 majus
tsb, bukanlah bintang
biasa yang terletak jauh
tinggi di langit, karena
kalau demikian
“bintang” tsb
tdk mungkin dpt menuntun
org majus itu sampai ke
suatu rumah
tertentu.
“Bintang&rdq
uo; ini hanya melayang
sedikit diatas org2 majus
tsb dan anehnya di
alkitab tdk disebutkan
bahwa ada org lain yang
melihat
“bintang”
tsb, kecuali org2 majus
itu. Sebenarnya,
sama spt org2 majus
itu,
“bintang&rdq
uo; ini
bukanlah
dari YAHWE tetapi
adalah dari si Beelzebul,
karena
“bintang” tsb
tdk menuntun org2 majus
itu langsung ke tempat
Yesus tetapi ke Herodes
dulu agar melalui tangan
hambanya, Herodes, dia
(Beelzebul, Setan si
Iblis) dpt membunuh Yesus
(Mat.
2:1-16).&n
bsp; Memang para
malaikat atau anak2
YAHWE, termasuk si
Beelzebul sering di
lambangkan dgn bintang
kejora yang cemerlang
(Ayb. 1:6, 38:7 ;
Yeh.
28:13-15). Pertimbangkanlah
akibat
“undangan”
itu. YHWH terpaksa
mengungsikan anak-NYA itu
ke Mesir yg berjarak
ratusan Kilometer.
Bayangkanlah penderitaan
Maria & Yusuf dan
Yesus sendiri karena
harus membawa bayi yg
baru lahir itu naik
Keledai ke Mesir dan
kemudian membawa pulang
kembali ke Israel setelah
Herodes mati
(Mat.2:13,14,20).
Untung
lah orang2 Majus itu
diperingatkanNYA lewat
mimpi agar setelah
mengetahui lokasi bayi
Yesus, mereka tidak
menemui Herodes lagi
sehingga merekapun lalu
pulang lewat jalan yang
lain. Ketika Herodes tahu
bahwa ia telah
diperdayakan oleh orang2
Majus itu, ia sangat
marah dan memerintahkan
untuk membunuh semua
anak2 yg berumur dibawah
2 thn di kota Betlehem
& sekitarnya
(Mat.2:16).
Pada waktu
kesenian perayaan natal
diadakan, biasanya di
pentaskan bahwa ketika
org2 majus datang, mereka
menemukan bayi Yesus di
kandang hewan dan Yesus
ada di palungan tetapi
menurut alkitab, waktu
itu sebenarnya mereka sdh
pindah ke sebuah rumah
dan umur Yesus mungkin
sdh kira2 2 thn.
(Mat. 2:1, 11,
16). Menurut
“The
Encyclopedia
Americana” (1977,
Jil.6, hlm.666) dan
“The New Catholic
Encyclopedia”
(1967, Jil. III,
hlm.656), 
; perayaan natal
sebenarnya di adopsi dari
perayaan agama kafir
orang romawi dahulu, yang
disebut Saturnalia, yakni
perayaan yang di baktikan
kpd kelahiran kembali
Dewa Saturnus, dewa
pertanian mereka dan kpd
tenaga matahari yang
diperbaharui.
Setelah beberapa
bulan mengalami musim
salju yang dingin, maka
mulai tgl 25 Desember
matahari mulai kembali ke
belahan Eropah shg siang
hari mulai lebih panjang.
Sebagian lagi menganggap
bahwa hari2 itu juga
adalah sebagai hari
kelahiran kembali Dewa
Mitra yakni dewa matahari
dan menamakannya
“Dies
Natalis
Solis Invicti”,
“hari lahir
matahari yang tdk
terkalahkan.
Selama perayaan
ini mereka berpesta pora
sepanjang hari sambil
saling bertukar hadiah
diantara sesama
meraka.
Pada tgl. 25 Des.
274 M, kaisar Aurelian
menetapkan Dewa matahari
sebagai pelindung utama
kekaisaran dan
membaktikan sebuah kuil
kpdnya dalam Kampus
Martius.
Demikian juga
dgn kisah Santa Klaus /
Sinterklas, kawan2
perinya, si wanita tukang
sihir dan rusanya, tentu
semua adalah cerita dusta
/ dongeng
belaka.
Memang kisah
seputar natal ini sangat
populer di seluruh dunia
sekarang
ini. <
font
size="3">Apa
kah baik mencampur aduk
hal2 yang bukan berasal
dari kebenaran dalam
ibadah kita
?? Berikut
adalah sebagian dari apa
yg dikatakan alkitab
: Yoh
. 4:23, 24 :
“. . . .
Penyembah2 benar akan
menyembah BAPA dalam roh
dan kebenaran; sebab BAPA
menghendaki penyembah2
demikian.”&nb
sp; Allah itu
Roh dan barang siapa
menyembah DIA, harus
menyembah NYA dalam roh
dan
kebenaran.” Ima
.
19:2
“kuduslah kamu
karena AKU ini
kudus”<
/strong>,
kata YAHWE.
Gal
.
5:9<
strong>
“Sedikit saja ragi
sudah cukup untuk
mengkhamirkan seluruh
adonan.” Yak
. 2:10,
11
“sebab
barangsiapa menuruti
seluruh Hukum itu, tetapi
mengabaikan satu bagian
dari padanya, ia bersalah
terhadap
seluruhnya.”
Ef. 5:10, 1
:”ujilah apa yang
berkenan kpd Tuhan.
Jangan
lah turut mengambil
bagian dalam perbuatan2
kegelapan yang tdk
berbuahkan apa2, tetapi
sebaliknya
telanjangilah
perbuatan2
itu.” 2 Kor.
6:14-18 “Persamaan
apakah terdapat antara
kebenaran dan
kedurhakaan? Atau
bagaimanakah terang dpt
bersatu dgn gelap?
Persamaan apakah yang
terdapat antara Kristus
dan Belial ? Apakah
bagian bersama org2
percaya dgn org2 tdk
percaya ?
Apakah hubungan
bait Allah dgn berhala ?
. . . . .sebab itu :
keluarlah kamu dari
antara mereka, dan
pisahkanlah dirimu dari
mereka . . . janganlah
menjamah apa yang najis,
maka AKU akan menerima
kamu . . . . dan kamu
akan menjadi anak2KU
laki2 dan anak2KU
perempuan . . . .
.” <
strong>Luk. 22:19 ;
1 Kor 11: 26 kita
diperintahkan hanya untuk
memperingati hari
kematian Yesus saja.
Pengkhotbah 7:1 Nama
yang harum lebih baik
dari pada minyak yang
mahal, dan hari kematian
lebih baik dari pada hari
kelahiran.<
/em>
Ket
ika org Israel masih di
padang gurun, dikisahkan
bahwa ketika Musa terlalu
lama pergi menghadap
YAHWE, org Israel memaksa
Harun untuk membuat dewa
anak lembu dari
emas.
Untuk
“menetralisir&rdquo
; perbuatan org israel
itu, Harun membuat mezbah
didepan dewa anak lembu
itu dan
berseru
“esok adalah hari
YAHWE”.
Kee
sokan harinya mereka
memang mempersembahkan
korban bakaran dan korban
keselamatan di mezbah
itu.
Kelihatannya
seperti sudah aman,
tetapi melalui Musa,
YAHWE ternyata sangat
murka dgn upacara
“gado2”
itu.
Kalau tdk karena
kasihNYA kpd Musa yg
memohon ampunan bagi org
israel, IA sdh berniat
untuk membinasakan mereka
(Kel.
32:1-10).&
nbsp;
Dari kisah
ini tampaklah bahwa YAHWE
tdk suka dgn ibadah
“gado2”. Sedikitpun
tdk boleh ada
“noda” yang
berasal dari dusta atau
berhala2 kegelapan
apalagi yang langsung
dari si Beelzebul.
Banyak
upacara2 perayaan yang
dilakukan org2 Kristen
sekarang sebenarnya
berasal dari kekafiran,
namun diadopsi atau
dirubah atau diberi nama
baru yang berbau
“Kristen”
oleh Uskup2 Roma atau
Paus mulai abad ke IV,
dgn tujuan agar
org2 kafir
dahulu mau menjadi
“Kristen”. Bapa2
gereja dulu lebih
mengutamakan
“kwantitas”
(jumlah jemaat yg banyak
secara instant) padahal
bagi YAHWE yang penting
adalah
“Kwalitas”,
yakni mutu iman yg murni
(Yer.31:7).
Demikianlah
kemudian sejak abad ke
IV,
dewa/i org2 kafir
itu diberi nama Santo/a,
kuil2 mereka dijadikan
gereja, hari2 besar
mereka menjadi hari2
besar yang berbau
“Kristen” dan
kemungkinan besar di
sana-sini, kalau kita
selidiki dan dibandingkan
dgn Alkitab, ada juga
filsafat atau teologi
kafir itu
yg
“terikut” ke
dlm teologia
kita. Dem
ikian sedikit serba-serbi
tentang sekitar Natal dan
kalo ada yg tdk setuju
saya juga sangat senang
membaca argumennya,
Shalomparsib (26 Ags 2008):
 Shaloom
Aleikhiem,.... Met'
siang....semua rekan2 yg
dikasihi Allah dalam
Sayiddina Isa
Almasih,...saya percaya
semua sehat2 selalu dan
tetap
semangat...... Saya
mo katakan bahwa Alkitab
kita itu jujur.....Semua
kejadian dipotret utuh
makanya ketika ada orang
yang memotret tidak benar
(sepero-separo),
mari kita kembali
ke warna atau gambar
aslinya yaitu
ALKITAB...... Alkit
ab mengatakan jujur,
lihat saja kelemahan dan
kekurangan nabi juga
dituliskan tidak
ditutup-tutupi....Allah-l
ah yg sempurna manusia
penuh kelemahan, kita
harus bersandar kepada
yang sempurna yaitu Allah
didalam
Kristus..... ALKITA
B ITU JUJUR, MARI
MEMPELAJARINYA DENGAN
JUJUR DAN TERBUKA MAKA
DIA (ALKITAB) ITU AKAN
UNIVERSAL.........TIDAK
DIBATASI OLEH
BAHASA. Gitu dulu
dari saya yg masih
belajar terus....maaf
kalo ada saleh2
kate..... we'shaloo
m, parlin
gemayel <
p>
parsib (23 Ags 2008):
 Shaloom,.... All
ah memberkati kita semua
yg mo belajar dan terus
mengerti....amien....
Pak Matthwe
Davis,..terima kasih atas
masukkannya,..saya memang
selalu bersikap netral
sesuai anjuran
bapak....tapi kita harus
menyikapi perbedaan
dengan hati yg lapang dan
tidak memaksakan
kehendak....yoi gak
?? Kalahiran K
ristus sendiri malah
bukan orang Yahudi yang
menyambutnya, dalam hal
ini mereka menyebut nama
Tuhan dengan
YHWH/ADONAI.
Pertama , yang mencari bayi
Mesias yang lahir bukan
penduduk Yerusalem atau
pemimpin agama Yahudi,
tapi orang Majus dari
Timur (non-Yahudi/Goyim).
Para imam dan ahli Taurat
yang tiap hari membaca
Kitab Suci gagal
mengetahui kelahiran
Mesias Raja Damai,
sebaliknya orang Majus
mengetahui kelahiran Sang
Mesias, tapi melalui
tan-da-tanda bintang di
langit. Kedua, dalam Injil Lukas,
berita malaikat Tuhan
“jangan
takut“ bukan
disampaikan kepada
pemimpin agama di rumah
sembahyang atau pembesar
istana di Yerusalem, tapi
ke-pada para gembala di
Efrata. Para gembala
mendapat perhatian khusus
dari Allah un-tuk
menerima kabar
“jangan
takut” bukan para
pembesar negara dan agama
di Ye-rusalem. Para
gembalalah yang berharap
datangnya per-ubahan
berupa kedatangan
Kerajaan/Pemerintahan
Allah.
Orang
Majus bukanlah umat Allah
keturunan Yakub,
sedangkan para gembala
bukanlah kelompok manusia
yang paham Kitab Suci.
Namun, kepada merekalah
Allah menyapa dalam
peristiwa Natal.
Peristiwa Natal merupakan
sindiran dan teguran
Allah kepada mereka yang
merasa mengetahui isi
Kitab Suci, tapi gagal
mengetahui kelahiran
Mesias.
Orang
Majus melihat tanda-tanda
bintang di langit dan
menemukan bintang yang
menandakan hadirnya
seorang raja besar. Maka
mereka salah alamat
ketika bertandang ke
istana Raja Herodes untuk
mencari bayi Yesus. Bayi
Yesus tidak di sana, tapi
di tempat kumuh pinggiran
kota Betlehem.
Orang-orang
Israel sebenarnya tahu
bahwa suatu hari nanti
Sang Mesias (Juru Selamat
akan dilahirkan di
Betlehem, sebuah desa
kecil di dekat Yerusalem.
Nabi Mikha telah
menubuatkan hal ini lebih
dari tujuh ratus tahun
sebelum Yesus
dilahirkan. Perlu
diketahui orang Majus itu
adalah Suku Bangsa
Media-Persia ya boleh
dikate doi orang
Arablah...ato kate orang
betawi Arbi
he...he... Nah
kire-kire mereka menyebut
nama Tuhan dengan sebutan
ape ye ???
ALLAH/YHWH/ADONAI/TETEMAN
IS/DEWA..... yang
pasti mereka tidak
menyebut Tuhan dengan
YHWH....tapi kenapa
mereka yang diberikan
Allah untuk menyambut
anaknya ya ??...ini
sangat istimewa
loh...Kasih Allah yang
lahir kedudunia malah
bukan orang yang istimewa
yaitu Yahudi yg notabene
sehari-hari menyebut
Allah itu
dengan YHWH
???.... VE'ATAH
BEIT-LEKHEM EFRATA TSA'IR
LIHYOT BE'ALFEI YEHUDAH
MIMKHA LI YETSE LIHYOT
MOSYEL BEYISRA'EL
'UMOTSA'OTAV MIKEDEM
MIMEI 'OLAM
bahase kite :
Tetapi engkau, hai
Betlehem Efrata, hai yang
terkecil di antara
kaum-kaum Yehuda, dari
padamu akan bangkit
bagi-Ku seorang yang akan
memerintah Israel, yang
permulaannya sudah sejak
purbakala, sejak dahulu
kala. Ada
nubuat di Mazmur 72 yang
mengatakan raja-raja dari
Arab akan memberikan
persembahan, khususnya
emas, dan menyembah Dia.
"... kiranya
raja-raja dari Syeba dan
Seba menyampaikan upeti!
Kiranya semua raja sujud
menyembah kepadanya, dan
segala bangsa menjadi
hambanya! ... Kiranya
dipersembahkan kepadanya
emas Syeba! ..."
(Mazmur
72:10,11,15).
Persembahan yang
dibawa oleh orang-orang
Majus itu adalah simbol
bagi misi dan karakter
Yesus kristus :
- EMAS,
lambang bahwa Dia adalah
Raja. Logam yang sangat
berharga, melambangkan
pribadi Yesus Kristus
sebagai hadiah yang
sangat mahal dari Allah
untuk manusia.
- KEMENYAN
adalah lambang imamat
Yesus Kristus yang datang
ke dunia untuk
mempersembahkan seluruh
hidup-Nya bagi kemuliaan
Bapa di surga dan bagi
keselamatan umat manusia.
Yesus sebagai Imam Besar
dan salah satu tugas imam
besar adalah berdoa
Syafaat bagi umat,
Dia adalah Juru
Syafaat.
- MUR (getah
yang rasanya pahit dari
pohon mor yang baunya
wangi) melambangkan
penderitaan dan kematian
Yesus, di mana tubuh-Nya
diurapi "mur"
yang wangi saat
pemakaman-Nya.
Setelah mereka
mempersembahkan emas,
kemenyan, dan mur kepada
bayi Yesus. Ketika
bermalam, orang-orang
majus itu mendapatkan
mimpi yang berisi
peringatan bahwa Raja
Herodes merencanakan
pembunuhan terhadap anak
tersebut. Karena itu
mereka memutuskan untuk
langsung pulang tanpa
memberitahu Herodes
suksesnya misi mereka.
Matius kemudian
melaporkan bahwa keluarga
Yesus kabur ke Mesir
untuk menghindari
pembunuhan oleh Raja
Herodes yang memutuskan
untuk membunuh semua anak
di bawah dua tahun di
Betlehem untuk
menghilangkan saingan
terhadap kekuasaannya.
Setelah kematian Herodes,
Yesus dan keluarga
kembali dari Mesir,
tetapi untuk menghindari
rasa benci dari raja
Yudea baru (anak Herodes
Arkhelaus) mereka pergi
ke Galilea
font> dan tinggal di
Nazaret
font> dan disinilah Yesus
Kristus tumbuh menjadi
dewasa sebelum memulai
pelayananNya.
Sekarang
pertanyaannya apakah
tidak ada rencana ALLAH
bagi umat lain atau
bangsa arab yang menyebut
nama Tuhan dengan Allah
??..... Padahal
sejarah kelahiran
Kristus Anak ALLAH
disambut dengan
kedatangan Bangsa lain
diluar Yahudi, yang
berbahasa berbeda dengan
umat
Allah. Yg
gw mo katakan kita jangan
terjebak dengan bahasa,
karena Allah itu bekerja
tidak dibatasi oleh
bahasa manusia....Bangsa
Persia-Media (orang
majus) sangat berarti
bagi kekristenan karena
Allah langsung telah
mempersiapkan mereka maka
Kristus diberitakan
disemua bangsa dan
berbagai
bahasa....... <
p>gitu dulu dari gw
yg gak ada ape2nye dan
masih terus belajar
kepada YHWH/Allah yg
kasih didalam Isa
Almasih sang Firman
yg hidup menjadi
daging.....
we'shaloom,
parlin
gemayel <
p>
parsib (23 Ags 2008):
 Shaloom,.... All
ah memberkati kita semua
yg mo belajar dan terus
mengerti....amien....
Pak Matthwe
Davis,..terima kasih atas
masukkannya,..saya memang
selalu bersikap netral
sesuai anjuran
bapak....tapi kita harus
menyikapi perbedaan
dengan hati yg lapang dan
tidak memaksakan
kehendak....yoi gak
?? Kalahiran K
ristus sendiri malah
bukan orang Yahudi yang
menyambutnya, dalam hal
ini mereka menyebut nama
Tuhan dengan
YHWH/ADONAI.
Pertama, yang mencari bayi
Mesias yang lahir bukan
penduduk Yerusalem atau
pemimpin agama Yahudi,
tapi orang Majus dari
Timur (non-Yahudi/Goyim).
Para imam dan ahli Taurat
yang tiap hari membaca
Kitab Suci gagal
mengetahui kelahiran
Mesias Raja Damai,
sebaliknya orang Majus
mengetahui kelahiran Sang
Mesias, tapi melalui
tan-da-tanda bintang di
langit. Kedua, dalam Injil Lukas,
berita malaikat Tuhan
“jangan
takut“ bukan
disampaikan kepada
pemimpin agama di rumah
sembahyang atau pembesar
istana di Yerusalem, tapi
ke-pada para gembala di
Efrata. Para gembala
mendapat perhatian khusus
dari Allah un-tuk
menerima kabar
“jangan
takut” bukan para
pembesar negara dan agama
di Ye-rusalem. Para
gembalalah yang berharap
datangnya per-ubahan
berupa kedatangan
Kerajaan/Pemerintahan
Allah.
Orang
Majus bukanlah umat Allah
keturunan Yakub,
sedangkan para gembala
bukanlah kelompok manusia
yang paham Kitab Suci.
Namun, kepada merekalah
Allah menyapa dalam
peristiwa Natal.
Peristiwa Natal merupakan
sindiran dan teguran
Allah kepada mereka yang
merasa mengetahui isi
Kitab Suci, tapi gagal
mengetahui kelahiran
Mesias.
Orang
Majus melihat tanda-tanda
bintang di langit dan
menemukan bintang yang
menandakan hadirnya
seorang raja besar. Maka
mereka salah alamat
ketika bertandang ke
istana Raja Herodes untuk
mencari bayi Yesus. Bayi
Yesus tidak di sana, tapi
di tempat kumuh pinggiran
kota Betlehem.
Orang-orang
Israel sebenarnya tahu
bahwa suatu hari nanti
Sang Mesias (Juru Selamat
akan dilahirkan di
Betlehem, sebuah desa
kecil di dekat Yerusalem.
Nabi Mikha telah
menubuatkan hal ini lebih
dari tujuh ratus tahun
sebelum Yesus
dilahirkan. Perlu
diketahui orang Majus itu
adalah Suku Bangsa
Media-Persia ya boleh
dikate doi orang
Arablah...ato kate orang
betawi Arbi
he...he... Nah
kire-kire mereka menyebut
nama Tuhan dengan sebutan
ape ye ???
ALLAH/YHWH/ADONAI/TETEMAN
IS/DEWA..... yang
pasti mereka tidak
menyebut Tuhan dengan
YHWH....tapi kenapa
mereka yang diberikan
Allah untuk menyambut
anaknya ya ??...ini
sangat istimewa
loh...Kasih Allah yang
lahir kedudunia malah
bukan orang yang istimewa
yaitu Yahudi yg notabene
sehari-hari menyebut
Allah itu
dengan YHWH
???.... VE'ATAH
BEIT-LEKHEM EFRATA TSA'IR
LIHYOT BE'ALFEI YEHUDAH
MIMKHA LI YETSE LIHYOT
MOSYEL BEYISRA'EL
'UMOTSA'OTAV MIKEDEM
MIMEI 'OLAM
bahase kite :
Tetapi engkau, hai
Betlehem Efrata, hai yang
terkecil di antara
kaum-kaum Yehuda, dari
padamu akan bangkit
bagi-Ku seorang yang akan
memerintah Israel, yang
permulaannya sudah sejak
purbakala, sejak dahulu
kala. Ada
nubuat di Mazmur 72 yang
mengatakan raja-raja dari
Arab akan memberikan
persembahan, khususnya
emas, dan menyembah Dia.
"... kiranya
raja-raja dari Syeba dan
Seba menyampaikan upeti!
Kiranya semua raja sujud
menyembah kepadanya, dan
segala bangsa menjadi
hambanya! ... Kiranya
dipersembahkan kepadanya
emas Syeba! ..."
(Mazmur
72:10,11,15).
Persembahan yang
dibawa oleh orang-orang
Majus itu adalah simbol
bagi misi dan karakter
Yesus kristus :
- EMAS,
lambang bahwa Dia adalah
Raja. Logam yang sangat
berharga, melambangkan
pribadi Yesus Kristus
sebagai hadiah yang
sangat mahal dari Allah
untuk manusia.
- KEMENYAN
adalah lambang imamat
Yesus Kristus yang datang
ke dunia untuk
mempersembahkan seluruh
hidup-Nya bagi kemuliaan
Bapa di surga dan bagi
keselamatan umat manusia.
Yesus sebagai Imam Besar
dan salah satu tugas imam
besar adalah berdoa
Syafaat bagi umat,
Dia adalah Juru
Syafaat.
- MUR (getah
yang rasanya pahit dari
pohon mor yang baunya
wangi) melambangkan
penderitaan dan kematian
Yesus, di mana tubuh-Nya
diurapi "mur"
yang wangi saat
pemakaman-Nya.
Setelah mereka
mempersembahkan emas,
kemenyan, dan mur kepada
bayi Yesus. Ketika
bermalam, orang-orang
majus itu mendapatkan
mimpi yang berisi
peringatan bahwa Raja
Herodes merencanakan
pembunuhan terhadap anak
tersebut. Karena itu
mereka memutuskan untuk
langsung pulang tanpa
memberitahu Herodes
suksesnya misi mereka.
Matius kemudian
melaporkan bahwa keluarga
Yesus kabur ke Mesir
untuk menghindari
pembunuhan oleh Raja
Herodes yang memutuskan
untuk membunuh semua anak
di bawah dua tahun di
Betlehem untuk
menghilangkan saingan
terhadap kekuasaannya.
Setelah kematian Herodes,
Yesus dan keluarga
kembali dari Mesir,
tetapi untuk menghindari
rasa benci dari raja
Yudea baru (anak Herodes
Arkhelaus) mereka pergi
ke Galilea
font> dan tinggal di
Nazaret
font> dan disinilah Yesus
Kristus tumbuh menjadi
dewasa sebelum memulai
pelayananNya.
Sekarang
pertanyaannya apakah
tidak ada rencana ALLAH
bagi umat lain atau
bangsa arab yang menyebut
nama Tuhan dengan Allah
??..... Padahal
sejarah kelahiran
Kristus Anak ALLAH
disambut dengan
kedatangan Bangsa lain
diluar Yahudi, yang
berbahasa berbeda dengan
umat
Allah. Yg
gw mo katakan kita jangan
terjebak dengan bahasa,
karena Allah itu bekerja
tidak dibatasi oleh
bahasa manusia....Bangsa
Persia-Media (orang
majus) sangat berarti
bagi kekristenan karena
Allah langsung telah
mempersiapkan mereka maka
Kristus diberitakan
disemua bangsa dan
berbagai
bahasa....... <
p>gitu dulu dari gw
yg gak ada ape2nye dan
masih terus belajar
kepada YHWH/Allah yg
kasih didalam Isa
Almasih sang Firman
yg hidup menjadi
daging.....
we'shaloom,
parlin
gemayel <
p>
mis4el (21 Ags 2008):
 Shalom.. Saya
mau menanggapi tanggapan
yan ditulis Saudara kita
Bp Parlin
Sibarani..Shalom Bp
Parlin. Dalam kitab
Yesaya 42 : 8 "Aku
ini YAHWEH,itulah
NamaKU..( ILT). dari ayat
ini jelas bahwa Pencipta
langit dan Bumi Namanya
Yahweh. Menurut
saya, sekalipun Nama
Yahweh dipakai dalam
upacara/ritual berhala
tidak akan merubah
statusNya sbg Tuhan
pencipta langit dan bumi.
Saya ambil
contoh,misalnya,katakanla
h Mama Lauren meramal
atau Ki joko Bodo pake
jampi2 pake Nama Yesus,
bukankah Nama Yesus tetap
kudus,dan Dahsyat,jadi
Nama Tuhan tidak akan
brpengaruh sekalipun
dipake oleh org2 yg tidak
percaya.
Amin. Ketika kita
belajar bahasa
Ibrani,belajar ttg Nama
Yahweh,tentu kita tidak
perlu menjadi
keIbrani-Ibranian, saya
ambil cth, anak saya
sekolah, disekolah anak
saya mendapat
peljaran bahasa
Inggris,guru bahasa
Inggris tidak menyuruh
anak saya harus tinggal
di Inggris dan
menjadi WN
Inggris, .. Saya
pikir ini cth sederhana
utk memberi wawasan
kepada kita. Tujuan kita
belajar adalah utk
menguji apakah topik
yg dibicarakan mengandung
kebenaran atau
tidak. Saya pikir
sikap yang paling baik
adalah bersikap
netral
sambil meneliti hal
tsb benar atau
tidak,..sekali lagi
keputusan ada di tangan
kita,.. Terima
kasih,Jesus Bless
You,..
matthewdavis (20 Ags 2008):
 Shallom,.. Kita
harus bersyukur,kalo ada
Hamba-hamba TUHAN yang
memberitahu tentang Nama
TUHAN (Yahweh),sebagi
orang Kristen
biasa/Jemaat biasa tentu
tidak byk mengetahui hal
ini, Hal ini merupakan
penggenapan Kitab Daniel
12 : 4 " Pengetahuan
akan
bertambah..."tidak
hanya berlaku untuk IPTEK
tetapi juga hal2
Rohani. Menurut
Firman Tuhan,bahwa harus
terjadi pemulihan sebelum
Kristus datang ke 2 kali
( Kis 3 : 21
). Bukan Mau buat
Onar tapi memberitakan yg
Benar. Memang,Yesus gak
pernah bicara LANGSUNG
kepada kita, " Pake
Nama Allah itu SALAH atau
BENAR",Sebab kita
diciptakan dgn akal dan
pikiran yg luar
biasa,kita diberikan
kebebasan utk memilih...
Saya ambil cth, Waktu
Adam dan Hawa mau memakan
Buah
"ITU",Tuhan
bisa melarang /
menghalangi
mereka,pertanyaannya,kena
pa NGGAK ? Karena kita
diberi kehendak utk
memilih... Yang
saya tau,.."Dalam
segala hal yg KU firmakan
kpdmu haruslah kamu
berawas-awas;Nama
ilah/tuhan lain jgn kamu
panggil,jgnlah Nama itu
keluar dari mulutmu"
Kel 23 :
13,... Shallom,teri
ma kasih ,JBU parsib (13 Ags 2008):
Terima Kasih
artikel bagusnya untuk
menambah pengetahuan dan
melengkapi..... Biarlah Allah yang
membalasnya......amien Alkitab adalah
Universal dan terbuka
untuk semua bangsa,
banyak manusia beragama
dengan syareat-syareat
yaitu dengan simbol
simbol, nama-nama dan
tetek bengek
lain....tetapi tidak
mengutamakan Hakekat
keberagamaan yaitu
mengasihi dan melakukan
kehendak
Allah.... Yesus
hadir mengkritik
keberagamaan orang-orang
Farisi yang mengutamakan
syareat agama dan
mendewakan Teks-teks
agama tetapi esensi agama
itu sendiri telah
hilang.....Dari Mulut
orang Farisi keluar terus
nama-nama Tuhan
tetapi hidupnya selalu
mempermainkan Tuhan
Allah,....semua ini
didobrak oleh
Yesus,...Keberagamaan
yang mengutakan
simbol-simbol dan
nama-nama..... Lihatlah Yesus dan
Kasih-NYA.......tidak
menghalangi sekat-sekat
berbahasa dan mengucapkan
nama.....Dialah Allah dan
Junjungan Agung yang
Ilahi kita......semua
bangsa boleh mengucapkan
Nama-NYA berbeda-beda
tetapi KASIH TETAP SATU
DIDALAM ALLAH....KASIH
TETAP SATU DIDALAM
YHWH....KASIH TETAP SATU
DIALAM JAHOWA,...KASIH
TETAP SATU DIDALAM
TETEMANIS,...KASIH TETAP
SATU DIDALAM GUSTI
ALLAH,...KASIH TETAP SATU
DIDALAM
BAPA....dll,,,,,,<
span style="font-size:
9.5pt; font-family:
Arial"> We'shaloom,....Parlin
Gemayel << sebelumnya | berikutnya >> terakhir
total: 24 data
Kategori Artikel: Eksplorasi Alkitab Dimasukkan pada: 19 Jul 2008 oleh: oyr79 Terakhir dimodifikasi pada: 19 Jul 2008
|