Artikel
 
Pilih Kategori:
Google

  • Biblika
  • Dari Anda
  • Eksplorasi Alkitab
  • Ensiklopedi Teologi
  • Episcopal Messages
  • Info
  • Kesehatan
  • Khotbah...
  • Midrash
  • Tajuk
  • Semua Artikel
  • Penyingkapan Nama Sang Pencipta
    Eksposisi Keluaran 3:1-22

    Dibaca sebanyak: 3535 kali | | kirim ke teman

    Oleh: Teguh Hindarto
    Beri nilai artikel ini: bintang (5 terbaik dan 1 terburuk)

    Pekerjaan Moshe (Musa) Sebelum Menerima Panggilan Kenabian (ay. 1)

    “Penggembala ternak” (ro’e eth-tson). Kitab Kisah Para Rasul 7:22 memberikan tambahan latar belakang Moshe yang tidak ditulis dalam Kitab Keluaran bahwa Moshe adalah, “dan (Moshe) dididik dalam segala hikmat orang (Mitsrayim/Mesir), dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.” Moshe bukan penggembala ternak biasa. Dia orang yang memiliki pengetahuan dan kewibawaan.

    ...


    MAAF! Untuk dapat membaca keseluruhan artikel ini, Anda harus mendaftar sebagai anggota situs ini dan melakukan login.

    Jika Anda sudah terdaftar, silakan melakukan login untuk bisa membaca artikel ini


    Masukkan Username/Email dan Password Anda
    untuk login ke situs ini

    Username/Email:

    Password:

    Daftar | Lupa password

    Shalom 38.107.191.101!

    Jika Anda merasa bahwa artikel ini penting untuk dibagikan ke teman Anda, silakan kirim ke teman Anda

    Atau beri nilai artikel ini:
    bintang (5 terbaik dan 1 terburuk)
    Kategori Artikel: Eksplorasi Alkitab
    Dimasukkan pada: 19 Jul 2008 oleh: oyr79
    Terakhir dimodifikasi pada: 19 Jul 2008

    Tanggapan Pembaca:

    Kirim Tanggapan

    parsib (19 Feb 2009):
    parlin sibarani

    Shaloom aleikheim,....

    ALLA H memberkati kita semua didalam nama Isa Almasih,....amien

    T erima kasih u/bpk Teguh Hindarto atas penjelasan dan tanggapannya,...mengenai saya mengkopi tulisan Pak Bambang Noorsena itu benar,  maaf saya lupa mencantumkan nama Abuna Bambang N. karena dari tulisan itu semua orang dapat memahami penyebutan nama ALLAH, gak perlu dipermasalahkan"..ba hkan BIKIN GEREJA BARU dan mennyalahkan oranglain yang menyebut nama Tuhan itu ALLAH.

    Dalam tulisan saya memberikan gambaran tentang orang Majus yang datang dari negeri persia (arab) ingin menyambut sang Kalimattullah (Firman ALLAH) yaitu ALLAH sendiri yang akan lahir melalui manusia Maria.  Kenapa ALLAH memberikan tanda kepada orang diluar bangsaNYA untuk menyembut kelahiran Kristus ??...

    Notabene orang2 majus itu menyebut nama TUHAN itu tidak YHWH.....kenapa Yusuf dan Maria tidak menolak mereka, karena mereka bukan dari bangsaNYA atau tidak menyebut nama TUHAN dengan benar ?...Karena Yusuf dan Maria mengerti bahwa Anak yang lahir adalah FIRMAN ALLAH (ALLAH SENDIRI) yang nama-NYA dapat disembah oleh semua bangsa dengan berbagai bahasa.

    ALLAH sendiri dapat Nuzul menjadi MANUSIA kenapa kita bingung sih ???..

    ALLAH tidak mempertahankan kesuciannya di SURGA, sehingga kita tidak mengenalNYA, tetapi ALLAH ingin dekat dengan MANUSIA dan berbicara langsung dengan umat-NYA.

    Apakah hanya karena bahasa kita tidak dapat mengenal TUHAN ?...Wong Yesus sendiri menjadi Manusia... koq gitu aja repot...he...he...

    gitu dulu dari saya, yg gak ada ape2nye...terus belajar mencerahkan umat.....

    We'alekhe im

    Parlin


    ben_gurion (09 Feb 2009):
    irwan sonnysetelah membaca artikelnya saya kagum akan pemikiran dan spritual intelektualitas...disini saya tdk akan menanggapi materi artikel, cuma izinkan saya sbg orang yang beriman kepada Bapa dan percaya kpd Yeshua Hamashia pengantara satu satunya kpd Nya dan juga Roh Kudus (parakletos) yang mengingatkan aku anugrah dan kasih karuniaNya` memberikan tanggapan kecil, aku dan kamu adalah ciptaan, jgn sampai ciptaan melampaui yang menciptakan, implementasikan anugrah yang kita terima cuma cuma dari Sang Pencipta dalam pekerjaan, kehidupan kita sehari hari, dari keluarga mungkin, pembantumu mungkin, supirmu mungkin, karyawanmu mungkin, tetangga rumahmu mungkin.....thanks


    ben_gurion (09 Feb 2009):
    irwan sonnysetelah membaca artikelnya saya kagum akan pemikiran dan spritual intelektualitas...disini saya tdk akan menanggapi materi artikel, cuma izinkan saya sbg orang yang beriman kepada Bapa dan percaya kpd Yeshua Hamashia pengantara satu satunya kpd Nya dan juga Roh Kudus (parakletos) yang mengingatkan aku anugrah dan kasih karuniaNya` memberikan tanggapan kecil, aku dan kamu adalah ciptaan, jgn sampai ciptaan melampaui yang menciptakan, implementasikan anugrah yang kita terima cuma cuma dari Sang Pencipta dalam pekerjaan, kehidupan kita sehari hari, dari keluarga mungkin, pembantumu mungkin, supirmu mungkin, karyawanmu mungkin, tetangga rumahmu mungkin.....thanks


    ben_gurion (09 Feb 2009):
    irwan sonnysetelah membaca artikelnya saya kagum akan pemikiran dan spritual intelektualitas...disini saya tdk akan menanggapi materi artikel, cuma izinkan saya sbg orang yang beriman kepada Bapa dan percaya kpd Yeshua Hamashia pengantara satu satunya kpd Nya dan juga Roh Kudus (parakletos) yang mengingatkan aku anugrah dan kasih karuniaNya` memberikan tanggapan kecil, aku dan kamu adalah ciptaan, jgn sampai ciptaan melampaui yang menciptakan, implementasikan anugrah yang kita terima cuma cuma dari Sang Pencipta dalam pekerjaan, kehidupan kita sehari hari, dari keluarga mungkin, pembantumu mungkin, supirmu mungkin, karyawanmu mungkin, tetangga rumahmu mungkin.....thanks


    shem (27 Jan 2009):
    shem

    Shalom Alaikem,

     Teri makasih atas tanggapan saudara saudari sekalian atas tulisan saya yang dimasukkan sejak Juli 2008.

    Berikut komentar saya atas beberapa tanggapan saudara-saudari sekalian.

      Untuk John: Nama YHWH (Yahweh) adalah nama Pencipta (Kel 3:15). Sang Pencipta adalah pemilik Surga. Maka tiada perubahan pada nama pemilik Surga. Bahkan dalam Wahyu 19:1, kata vokatif HALELUYAH yang artinya "pujilah Yah", masih dipergunakan. Tidak ada dalil logis dan biblikal bahwa di sorga nama-Nya akan diganti.  Baca Why 22:4, nama-Nya akan disemat atas dahi orang beriman. Nama siapa? YHWH, sebagaimana dikatakan dalam Why 14:1 atas keturunan Yishrael yang diselamatkan.

      ;Untuk Unclocki: Berikan pada saya dalil bahwa Yesus adalah ciptaan, Malaikat Perjanjian! Baca dengan seksama Yokhanan 1:1,"pada mulanya Firman; firman bersama Tuhan: Firman adalah Tuhan". Pada ayat 3 dikatakan, "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan".Firman itu MENJADIKAN/MENCIPTAKAN sebagaimana dikatakan dalam Mzm 33:6. Kalau YHWH menciptakan dengan Firman-Nya, dengan apa Firman diciptakan? Firman yang menciptakan, yang setara, sehakikat (homousios) dengan YHWH telah menjadi manusia. Maka Yesus adalah perwujudan Firman YHWH. Dia BUKAN ciptaan.

    Untuk Robert Maru: Dalam hal apa artikel tersebut kurang rinci? Kajian Ibrani sudah, bahasa sistematis sudah? Atau Anda yang kurang mampu membaca kajian yang sistematis dengan disertai bahasa Ibrani?

    Untuk Parsib: Anda hanya mengcopy paste tulisan Bambang Noorsena tanpa dengan jujur menyertakan nama beliau dalam copy paste Anda. Kajian beliau sedikit banyak sudah saya bahasa di messianic-indonesia

    Untuk Matthew Davis: Diskusi penyebetan nama Tuhan yaitu YHWH, tidak terkait dengan orang majus. Pokok diskusi yang relevan adalah benarkan nama Tuhan orang Kristen itu Allah? Kalau bukan Allah namun YHWH, apa buktinya? Nah, kajian saya tentang nama Pencipta telah jelas memeparkan bahwa Tuhan yang disembah Kekristenan seharusnya selaras dengan apa yang disembah Moshe karena kita mengimani Moshe sebagai nabi dan leluhur Yishrael.

    Untuk Parsib: Anda menulis sbb: "Perlu diketahui orang Majus itu adalah Suku Bangsa Media-Persia ya boleh dikate doi orang Arablah...ato kate orang betawi Arbi he...he...

    Nah kire-kire mereka menyebut nama Tuhan dengan sebutan ape ye ??? ALLAH/YHWH/ADONAI/TETEMAN IS/DEWA.....

    < em>yang pasti mereka tidak menyebut Tuhan dengan YHWH....tapi kenapa mereka yang diberikan Allah untuk menyambut anaknya ya ??...ini sangat istimewa loh...Kasih Allah yang lahir kedudunia malah bukan orang yang istimewa yaitu Yahudi yg notabene sehari-hari menyebut Allah itu dengan YHWH ???....

    Tangga pan saya sbb: Tidak ada hubungannya siapa yang disembah orang Majus dengan nama Tuhan kita yaitu YHWH di dalam Mesias. Thoh, kedatangan mereka bukan untuk menyebut nama Tuhan melainkan membuktikan kebenaran bahwa Mesias telah lahir. Anda tidak perlu menduga-duga dan membela diri bahwa orang Majus tidak mengucapkan nama YHWH. Kenapa kita harus mencari dalil dengan mendasarkan pada dugaan bahwa orang Majus memanggil nama tuhan mereka dan bukan YHWH? Dalil kita sudah jelas bahwa nama Bapa di Surga adalah YHWH (We atta YHWH Avinu, Yesaya 64:8). YHWH menyatakan diri-Nya melalui Yesus Sang Mesias (Ibr 1:1-3, Yokh 1:1:18).

    Untuk Mis4el: Terimakasih untuk penjelas YeshaYahu 42:8

    Tanggapan-tanggapa n yang masuk sebenanrnya tidak bersangkut paut dengan kajian yang saya sampaikan. Namun sekali lagi terimakasih atas partisipasi Anda dalam mengapresiasi kajian saya.

     

    YHWH AVINU, YEVAREK ETKEM BA MASHIAH YAHSHUA MOSHIENU

     

    Teguh Hindarto


    john (27 Jan 2009):
    Johannes Sutiktio

    Masalah penyebutan nama YHWH atau Allah saya rasa tidak usah diperdebatkan lagi,karena yang terpenting adalah pada waktu kita menyebut nama-nama tersebut Dia mengerti siapa yang kita maksudkan. Nanti di Surga nama apa yang bakal dipakai untuk memanggil Nya pasti pakai bahasa Surga yang jelas tidak pakai bahasa manusia lagi,jadi kalau masih mau berdebat tanya saja nama Nya yang pakai bahasa Surga,itu yang paling asli.

    GBU,

    Jo hannes.S


    ucoklaki (26 Jan 2009):
    daniel pasaribu

    shalom. aku sih setuju, percaya sepenuhnya dan mengimani bahwa sesembahanku adalah Bapa Yahweh, pencipta seluruh yang ada didunia ini.

    hanya satu yang aku tidak setuju banget yaitu Yesus disebut Yahweh. Yesus bukanlah Bapa Yahweh tetapi Yesus adalah ciptaanNya, Putra Allah, Malaikat perjanjian, Penghulu Malaikat dan akan datang kedua kalinya sebagai Hakim Adil.

    maaf kalau kita berbeda, tapi aku tak ingin memaksakan kehendakku kpd orang lain dan akupun tak hendak dirubah oleh orang lain, karena imanku sudah penuh.

    terima kasih. GBU 


    robert_maru (05 Jan 2009):
    Robertus

    Shalom;

    Artikeln ya cukup menarik, namun masih kurang terperinci dalam penjelasanny.Hal ini mengakibatkan pembaca  masih tetap bingung  dalam memahami nama YAHWE tsb. Dan mengapa masih sedikit orang yang kenal nama Yahwe?


    parsib (02 Sep 2008):
    parlin sibaraniMENJAWAB HUJATAN PARA PENENTANG ALLAH DI DALAM ALKITAB

    Baru-baru ini beberapa gereja-gereja dan segelintir umat Kristen diresahkan dengan terbitnya "Alkitab Eliezer ben Abraham" berjudul Kitab Suci Taurat dan Injil. Tidak kurang juga orang Kristen telah bingung dengan gerakan ini. Gerakan ini menuntut agar istilah Allah dalam Kitab Suci umat Kristian dihapuskan. Alasannya, nama Allah itu kononnya berasal dari "dewa air" yang mengairi bumi.

    Saya sendiri sudah pernah menanggapi usul kontroversial ini dengan menggelar seminar yang menghadirkan pembicara Muslim dari IAIN Syarif Hidayatullah, Dr. Kautsar Azhari Noer.(1) Rekan Muslim saya ini menanggapi dengan kepala dingin, seraya mengatakan: "Itu hanya gerakan kaum awam yang tidak perlu ditanggapi.: Mengapa? Menurut Kautsar, "Setiap agama mengenal kontekstualisasi atau inkulturasi.&quo t; Ya, memang dulu istilah Allah pernah dipakai di lingkungan orang-orang jahiliah sebelum zaman Islam. Tetapi Islam justru datang untuk mengubah makna teologis istilah itu.

    SEKITAR PENYIMPANGAN NAMA YAHWEH DAN ALLAH

    Setelah seminar tersebut, reaksi berdatangan dari pihak "penentang Allah". Bahkan terbit traktat baru yang khusus menanggapi makalah saya. Saya sendiri memutuskan untuk menghentikan polemik ini. Terus terang, amatlah sulit untuk sesiapa pun memahami "logika" kaum yang kurang cerdas itu.

    Bayangkan saja, menurut mereka Allah sebenarnya adalah nama "dewa air." Yang menjadi dasar mereka adalah buku-buku sumber yang mereka kutip sepenggal-sepenggal dan lepas dari konteks. Saya pun membuktikan berdasarkan inskripsi-inskripsi kuno yang ditemukan di Kuntilet Ajrud, di sekitar Nablus sekarang. Di daerah tersebut nama Yahweh pernah dipuja bersama-sama dewi kesuburan Asyera. Salah satu bunyi inksripsi Kuntilet Ajrud, seperti disebut Andrew D. Clarke dan Bruce W. Winters (ed.), One God, One Lord; Christianity in a world of religious Pluralism, dalam bahasa Ibrani:

    Birkatekem le-Yahweh syomron we le 'asyeratah< /em>Yakni - Aku memberkati engkau demi Yahwe dari Samaria dan demi Asyera. (2)

    Dengan fakta di atas, apakah kita dapat mengatakan kita jangan menggunakan nama Yahwe karena nama ini sekutu Asyera, dewi kesuburan Palestina? Argumentasi ini dijawab oleh mreka, bahwa semua yang saya kemukakan itu tidak perlu ditanggapi karena tidak berdasar pada Alkitab. Ya, maksud mereka adalah saya tidak perlu mengutip data-data arkeologi dalam berargumentasi, kecuali hanya berdasarkan ayat-ayat Alkitab.

    Nah, di sinilah terbukti ketidakadilan kaum penentang "Allah" dengan amat jelas! Mengapa? Sebab umat Islam tentu saja boleh bertanya balik, "Apakah Allah sebagai dewa air itu ada dalam Alquran?" Lalu, umat Islam pun mengajak kita untuk berargumentasi dan berdebat tanpa bukti sejarah. Cukup dengan ayat-ayat Al-Quran saja. Kalau begitu, jelas tidak ada sepotong ayat pun dalam Alquran yang menyebut Allah sebagai dewa air. Menurut Alquran, Allah adalah Pencipta langit dan bumi (Q.surah al-Jatsiyah 45:22, "Wa khadaq Allah as-samawati wa al-ardh").Begitu juga, siapakah Allah itu bagi umat Kristen Arab? "Allah" - demikian menurut Buthros 'Abd al-Malik, dalam Qamus al-kitab al-Muqaddas - adalah "nama dari Ilah (sembahan) yang menciptakan segala yang ada" (hadza al-llah khalaq al-jami' al-kainat). (3)

    Begitu juga, setiap umat Arab Kristen sebelum atau sesudah Islam mengawali mengucapkan Qanun al-Iman (syahadat Kristian) yang diawali dengan kalimat:

    "Nu'minu bi-ilahun wahidun, Allah al-Ab al-dhabital kull, khalaqa as-sama'I wa al-ardh, kulla ma yura wa maa layuura"

    yang bermaksud :

    Kami percaya kepada satu-satunya sembahan/ilah, yaitu Allah Bapa, yang berkuasa atas segala sesuatu, Pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. (4)

    Mengapa mreka menuduh bahwa Allah adalah "dewa air" berdasarkan sumber-sumber tulisan yang bukan Alquran, sementara mereka menolak data yang telah saya kemukakan tentang penyimpangan nama Yahwe, karena tidak ada dalam Alkitab?

    Oleh karena itu, saya menyarankan agar belajar lebih banyak tentang sejarah kekristenan di Timur Tengah, tempat kekristenan mula-mulanya berkembang. Peranan filologi (ilmu perbandingan bahasa) juga sangat penting dalam memperkaya kajian ini, sebelum mereka begitu bersemangat menyebarkan pendapat yang jelas-jelas tidak ilmiah.

    KATA ALLAH  DAN PADANANNYA DALAM BAHASA IBRANI DAN ARAMI

    Dalam menilai kata Allah, kita harus memahami bahwa kata itu serumpun dengan kata-kata bahasa Semitik yang lebih tua (yang dipakai di Timur Tengah: Ibrani dan Arami). Kata Allah itu cognate dengan kata Ibrani: El, Eloah, Elohim; dan kata Arami Elah, Alaha, yang semuanya terdapat dalam Perjanjian Lama ataupun dalam Targum (komentar-komentar Taurat dalam bahasa Arami yang lazim dibaca mulai dari zaman sebelum Al-Masih, zaman Sayidina Isa hingga hari ini).

    Perlu anda ketahui, sebagian kecil Kitab Perjanjian Lama juga ditulis dalam bahasa Arami, yakni beberapa pasal Kitan Ezra dan juga beberapa pasal dari Daniel. Marilah kita baca dan cermati ayat-ayat yang menggunakan kata elah di bawah ini:

    "Be Shum elah yisra'el ..."

    Daniel 5 : 1, "Demi Nama Allah Israel."

    < em>"...di elahekon hu elah elahin, umara malekin

    Daniel 2:47, "Sesungguhnya Elah-mu itu elah yang mengatasi segala elah dan berkuasa atas para raja.

    Sedangkan bentuk Ibrani yang dekat dengan istilah Arami elah dan Arab ilah, al-ilah dan Allah adalah sebutan eloah, misalnya disebutkan:"Eloah mi-Teman yavo we Qadosh me-Har Paran, Selah"

    Yaitu Habakuk 3 : 3, yang bererti -

    "Eloah akan datang dari negeri Teman, dan Yang Mahakudus dari pergunungan Paran, Sela."

    Tetapi argumentasi ini pun segera ditanggapi dengan traktat mereka. Menurut mereka, istilah el, elohim, eloah (Ibrani) dan elah, alaha (Arami/Syriac) tidak sejajar dengan istilah Arab Allah berasal dari ilah (God, sembahan). Dengan awalan kata sandang di depannya Al (Inggris: the), makna the god, "sembaha n yang itu". Maksudnya sembahan atau ilah yang benar.

    "Laa ilaha ilallah". Tidak ada ilah selain Allah. Allah adalah satu-satunya ilah. Ungkapan Laa ilaha ilallah ini, dijumpai pula dalam Alkitab terjemahan bahasa Arab, 1 Korintus 8 : 4-6 berbunyi :

    < font size="3">"... wa'an Laa ilaha ilallah al-ahad, ...faa lana ilahu wahidu wa huwa al-Abu iladzi minhu kullu sya'in wa ilahi narji'u, wa huwa rabbu wahidu wa huwa Yasu' al-Masihu iladzi bihi kullu syai'in wa bihi nahya"

    Yakni maksudnya :

    Dan sesungguhnya tidak ada ilah selain Allah, Yang Mahaesa ... dan bagi kita hanya ada satu ilah/sem bahan yaitu Bapa, yang dari-Nya berasal segala sesuatu dan kepada-Nya kita akan kembali, dan hanya ada satu Rabb/Tuhan, yaitu Yesus Kristus yang melalui-Nya (sebagai Firman Allah) telah diciptakan segala sesuatu dan untuk Dia kita hidup). (5)

    Mereka begitu entengnya menanggapi hal ini. Menurut brosur mereka, istilah 'Allah' memang ada dalam Alkitab berbahasa Ibrani, tetapi artinya "sumpah" (1 Raj. 8:31; II Taw. 6:22). Mereka benar, tetapi mereka juga harus tahu, seperti kata Yahweh tidak turun dari langit. Demikian pula kata elohim, eloah, elah berasal dari akar kata tertentu. Menurut C.L. Schofield, istilah elah berasal dari akar kata el (Yang Maha kuat) dan alah (sumpah):

    "to swear, to bind oneself by an oath, so implifying faithfullness."
    (6)

    Jadi, di hadapan hadirat El (Yang Maha kuat) seseorang mengikat sumpah (alah). Dari kata El dan alah ini, kemudian terbentuklah kata elah. Sedangkan bentuk elohim, dengan akhiran im menunjukkan jamak untuk menekankan kebesaran (pluralis maestaticus). Oleh para pujangga gereja kata tersebut ditafsirkan secara alegoris sebagai bukti dari sifat ketritunggalan Allah. Karena itu, sangat gegabah untuk menolak fakta keserumpunan antara Arab dengan bahasa Ibrani dan Aram, hanya dengan argumentasi dangkal seperti ini.

    Kata alah (dengan satu "l") memang ada dalam bahasa Ibrani yang berarti "sumpah, kutuk". Berbeda dengan bahasa Arab allah (dengan dua huruf "L"). Dua huruf "l" (lam) yang dalam istilah Allah menunjukkan asal-usulnya dari kata sandang Al (the) dan ilah (god) seperti dikemukakan di atas. (7) 

    ISTILAH ALLAH DI LINGKUNGAN KRISTIAN SYRIA PRA-ISLAM

    Seperti istilah Yahweh pernah dipuja secara salah di sekitar wilayah Samaria, terbukti dari inskripsi Kuntilet Ajrud dan Khirbet el-Qom, demikian juga istilah Allah disalahgunakan di sekitar Mekkah sebelum zaman Islam. Tetapi istilah Allah dipakai sebagai sebutan bagi Khaliq langit dan bumi oleh orang-orang Kristen Arab di wilayah Syria. Hal ini dibuktikan dari sejumlah inskripsi Arab pra-Islam yang semuanya ternyata berasal dari lingkungan Kristen.

    Salah satu inskripsi kuno yang ditemukan pada tahun 1881 di kota Zabad, sebelah tenggara kota Allepo (Arab: Halab), sebuah kota di Syria sekarang, meneguhkan dalil tersebut. Inskripsi Zabad ini telah dibuktikan tanggalnya berasal dari azman sebelum Islam, tepatnya tahun 512. Menariknya, inskripsi ini diawali dengan perkataan Bism-al-lah, "Dengan Nama al-lah" (bentuk singkatnya: Bismillah, "Dengan Nama Allah"), dan kemudian diusul dengan nama-nama orang Kristen Syria. Bunyi lengkap inskripsi Arab Kristen ini dapat direkonstruksi sebagai berikut:

    "Bism' al-lah: Serjius bar 'Amad, Manaf wa Hani bar Mar al-Qais, Serjius bar Sa'd wa Sitr wa Sahuraih"

    terjemahannya :

    - Dengan Nama Allah: Sergius putra Amad, Manaf dan Hani putra Mat al-Qais, Sergius putra Sa'ad, Sitr dan Shauraih. (8)< font face="Arial Unicode MS">Menurut Yasin Hamid al-Safadi, dalam The Islamic Calligraphy , inskripsi pra-Islam lainya yang ditemukan di Ummul Jimal dari pertengahan abad ke-6 Masehi, membuktikan bahwa berbeda dengan yang terjadi di Arab selatan, di sekitar Syria nama 'Allah' disembah secara benar. Inskripsi Ummul Jimmal diawali dengan kata-kata Allah ghafran (Allah mengampuni). (9)
    Bahkan menurut Spencer Trimingham, dalam bukunya Christianity among the Arabs in the pre-Islamic Times, membuktikan bahwa pada tahun yang sama dengan diadakannya Majma' (Konsili) Efesus (431), di wilayah suku Arab Hartis (Yunani: Aretas ) dipimpin seorang uskup yang bernama 'Abd Allah (Hamba Allah). (10)

    Dari bukti-bukti arkeologis ini, jelas bahwa sebutan Allah sudah dipakai di lingkungan Kristen sebelum zaman Islam yang dimaknai sebagai sebutan bagi Tuhan Yang Mahaesa, Pencipta langit dan bumi.

    < font size="3">PENGGUNAAN BAHASA IBRANI, YUNANI DAN ARAMI PADA ZAMAN YESUS

    Cukup mengherankan bahwa "para penentang Allah" itu selalu menggunakan Ha B'rit ha-Hadasah (Perjanj ian Baru bahasa Ibrani) dan memperlakukannya seolah-olah itulah teks bahasa aslinya. Dalam Perjanjian Baru berbahasa Ibrani ini tentu saja kita akan menjumpai nama Yahwe. Tetapi Perjanjian Baru berbahasa Ibrani itu adalah hasil terjemahan dari bahasa Yunani. Penerjemahan dilakukan oleh United Bible Society in Israel, baru pada tahun 1970-an.

    Perjanjian Baru aslinya ditulis dalam bahasa Yunani Koine dan para rasul Yesus tidak mempertahankan nama diri Yahwe. Saya setuju bahwa Yesus ketika masuk ke sinagoge, Baginda mengutip teks-teks Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani (Lukas 4:18-19). Namun, kita juga harus paham bahwa Baginda juga telah bercakap-cakap dalam bahasa Arami dengan murid-murid-Nya sebagai "bahasa ibunda" masyarakat Yahudi pada zaman intu.

    Penulisan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani karena bahasa ini menjadi bahasa yang paling luas digunakan di seluruh wilayah kekaisaran Romawi pada zaman itu. Meskipun demikian, Perjanjian Baru Yunani itu tidak dapat dipahami tanpa melihat latar belakang budaya Arami. (11) Oleh karena kitab ini masih memelihara beberapa ungkapan Arami - yang waktu itu juga biasa disebut Ibrani - sebab dianggap sebagai salah satu dialek tutur saja bagi masyrakat Yahudi di Galilea. Beberapa contoh kata Arami yang dipelihara itu, antara lain: Talita Kum (Mark 5 : 41), Gabbata (Yohanes 19 : 13), Maranatha (1 Korintus 16 : 23).

    Salah satu bukti bahwa Yesus membaca Targum berbahasa Arami, di mana kata Alaha (yang cognate dengan bentuk Ibrani: Eloah, dan Arab: Allah) adalah ungkapan Yesus dalam Markus 15:33, Elohi, Elohi, l'mah sh'vaktani. Sebab dalam teks Mazmur 22:2 bahasa Ibraninya: Eli, Eli lamah 'azvatani. Selanjutnya, apabila bahasa asli Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani dan para rasul tidak mempertahankan nama Yahwe, lalu apa pula dasar dan alasan mereka mati-matian mempertahankannya?

    Para rasul penulis Perjanjian Baru menterjemahkan Kyrios (Tuhan) sebagai kata ganti Yahwe. Sebut satu contoh saja, misalnya Haddebarim/ Ulangan 6 : 4 dalam bahasa asli (Ibrani):

    "Syema Ysrael, Adonai Elohenu, Adonay Ehad".

    Kutipan ayat ini ditemukan dalam Markus 12 : 29, di mana nama Yahwe diterjemahkan Kyrios - Tuhan, mengikut terjemahan Yunani Septuaginta:

    "Akoue, Israel, Kurios ho theos hemin, kurios eis esti"< /em>

    - Dengarlah wahai Israel, Kurios (Tuhan) itu Theos/Allah kita, Kurios/Tuhan itu Esa.

    Jadi, sekali lagi Markus sang penulis Injil pun tidak mempertahankan nama Yahwe. Lalu, apakah mereka berani berkata bahwa seluruh penulis Perjanjian Baru itu adalah salah?

    Dalam bahasa Ibrani istilah "Nama" juga tidak bisa dipahami secara harfiah seperti nama-nama: Suharto, Suradi, Marsudi, Wan, Ngah dan sebagainya. Dalam hal ini anda harus bedakan antara "nama" (yang berasal dari bahasa manusia yang dibatasi oleh konteks ruang dan waktu) dengan "Dia yang dinamakan" (Yang Absolute , tidak terbatas, tidak terhingga). "Nama" dalam teologi Yahudi lebih menunjuk kepada "Kuasa di balik Ia yang di-Nama-kan". Karena itu, orang-orang Yahudi hanya mempertahankan tetagramaton (keempat huruf suci: y h w h), tetapi tidak membacanya dalam tradisi lisan. Kata itu sudah lazim dibaca dengan: Adonay (Tuhanku ) atau Ha-Shem< /strong> ("the Name", Sang Nama).

    Silakan mereka memeriksa tradisi Yahudi ini, misalnya literatur Yahudi: Humasah Hunasy Torah 'im Targum Onqelos, (12) berbahasa Ibrani dan Arami yang lazim dipakai pemeluk Yahudi hingga zaman sekarang ini.

    Kesimpulan saya, apabila kita menolak usulan para "penentang Allah" itu, bukan sekadar menimbang manfaat atau mudaratnya saja. Manfaatnya jelas tidak ada sama sekali. Mudaratnya jelas tidak hanya membingungkan umat Kristiani, tetapi telah membuka "barisan permusuhan" dengan umat Islam. Yang lebih penting lagi, tidak ada gunanya berdialog dengan orang-orang yang memang tidak memenuhi standard berpikir ilmiah itu. "Tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui," demikian Yudas 1:10, dan lanjutan ayat ini saya tidak tega untuk menuliskannya di sini.

      

    Nota-nota dan Referensi
    1. Majalah DR, "Ketika Allah diperdebatkan", 9-14 Ogos 1999.
    2. Andrew D. Clarcke dan Bruce W.Winters (ed.), Satu Allah satu Tuhan: Tinjauan Alkitab tentang Pluralisme Agama (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1995), hlm.50
    3. Buthros 'Abd al-Malik (ed.), Qamus al-Kitab al-Muqaddas (Beirut: Jami' al-Kana'is fii al-Syarif al-Adniy, 1981), hlm.107
    4. Al-Qamas Isodorus al-Baramus, Al-Ajabiyat: shalawat As-Sa'at wa Ruh al-Tashra'at (Kairo: Maktabah Mar Jurjis al-Syaikulaniy Syabra, 1996), hlm. 79.
    5. "Risalat Bulus ar-Rasul ila Ahl Kurinthus al-Awwal 8 : 4-6", dalam al-Kitab al-Muqaddas (Beirut: Dar al-Kitab al-Muqaddas fii al-Syariq al-Ausath, 1992).
    6. Rev. C.I. Schofield (ed.), Holy Bible, Schofield Reference (London: Oxford University Press, 1945), hlm.3
    7. Kita lihat bahwa Allah itu Al-nya merupakan hamzah washl. Kerana itu menjadi wallahi, billahi dan sebagainya. Itu berarti kata Allah bukan merupakan akar kata yang asli. Sebab akar kata yang asli pasti menggunakan hamzah qath'. Lihat: Nurcholish Madjid, Dialog Keterbukaan: Artikulasi Nilai Islam dalam Wacana Sosial Politik Kontemporer (Jakarta: Paramadina, 1998), hlm.262.
    8. Bacaan Bism al-lah (Dengan Nama Allah) berasal dari Yasin Hamid al-Safadi, Kaligrafi Islam. Alih Bahasa: Abdul Hadi WM (Jakarta: PT. Panca Simpati, 1986), hlm. 6. Sedangkan M.A. Kugener, Note sur l'inscription triligue de Zebed (1907) seperti dikutip Spencer Trimingham Christianity Among the Arabs in pre Islamic Times (London-Beirut: Longman-Librairie du Liban, 1979), hlm. 226, membacanya "Teym al-Ilah".
      Jadi, sebagai nama diri yang diusul oleh nama-nama lainnya, bukan sebagai bunyi sebuah doa. Tetapi apa pun bunyi yang paling tepat dari awal inskripsi itu, yang jelas kata al-llah, Allah sudah dipakai dalam makna Tauhid Kristen, dan bukan dalam makna dewa berhala yaitu pagan.
    9. Yasin Hamid al-Safadi, Loc.Cit
    10. < li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; tab-stops: list .5in">Spencer Trimingham, Op. Cit. Hlm. 74
    11. Matthew Black, An Aramaic Approach to the Gospels and Acts (Oxford: At the Calrendon Press, 1967).
    Rabbi Nosson Scherman-Rabbi Meir Zlotowitz (ed.), Humasah Humasy Torah 'im Targum Onqelos (Brooklyn: Mesorah Publications, Ltd. 1993), hlm.xxvi. Selanjutnya, mengenai Nama (dan nama-nama) Allah, cf. "Parashas Shemos", hlm.304-305.


    matthewdavis (01 Sep 2008):
    Andreas

    Shallom saudara2 yang dikasihi Tuhan Yesus..

    Shallom buat Bp Parlin, terima kasih buat artikel yang Bp muat,buat saya sbg guru SM minggu tentu sangat berarti,menambah wawasan saya dalam pemahaman Firman Tuhan. Maaf, saya baru memberi tanggapan buat artikel Bp,karna banyak kerjaan yang harus saya selesaikan.

    Buat Saudara2 seiman, mari kita saling memberi pandangan, saya prcaya apapun masukan/tanggapan kita,kalau itu isi Firman Tuhan,pasti akan menjadi berkat,.. " Segala tulisan yang diilhamkan Tuhan memang bermanfaat..." Amin.

    Saya punya masukan/tanggapan tentang orang2 Majus, mudah2an bisa menjadi bahan pertimbangan buat saudara2 seiman.

    Saya setuju,bhw orang2 Majus bukan penyembah Yahweh,katakanlah mereka penyembah Allah,memanggil nama tuhan dengan sebutan Allah, karna Allah adalah nama dewa kesuburan,menurut kepercyaan suku2 pedalaman di Arab. Pertanyaannya, MENGAPA YAHWEH/YESUS JUSTRU MEMAKAI MEREKA/MEMBAWA MEREKA SAMPAI BERTEMU DGN SANG JURUS'LAMAT ? JWBNYA ORANG2 MAJUS ATAU SEMUA ORG DI LUAR KRISTEN DICIPTAN OLEH TUHAN,DITEMPATKAN OLEH TUHAN DALAM DUNIA INI, TANPA KITA MINTA DILAHIRKAN DI DALAM DUNIA, SEMUANYA SEMATA-MATA OLEH KARNA TUHAN. YANG KE-2, SEMUA ORANG/SUKU BANGSA DAN BAHASA DIKASIHI OLEH BAPA KITA DI SURGA TANPA MELIHAT LATARBELAKANG KITA, ENTAH KITA KRISTEN/BUKAN. YOH 3 : 16. DAN KASIH BAPA ADALAH SEMPURNA YANG MEMBERI HUJAN KEPADA ORANG BENAR DAN ORANG TIDAK BENAR ... (MAT 5:45).

    Tetapi,TUHAN punya tujuan ketika manusia ditempatkan dalam dunia. Demikian juga Orang2 MAJUS,Tuhan punya rencana dalam hidup mereka,walau Firman Tuhan tidak mencatat kehidupan mereka setelah bertemu BAYI YESUS, sekali lagi TUHAN YAHWEH/YESUS punya tujuan buat org Majus itu,Tujuannya adalah setelah Orang Majus bertemu dngn YESUS mereka tidak lagi menyembah dewa-dewa mereka tetapi Mereka bisa menyembah kepada Yesus/Yahweh seperti yang mereka lakukan ketika bertemu Bayi Yesus .

    Saya ambil contoh,bahwa Tuhan punya TARGET/TUJUAN buat orang yang mengalami Tuhan. Contohnya NAAMAN, seorang perwira tentara ARAM,yg notabenenya tidak mengenal Yahweh. Singkat cerita,Dia kena penyakit kusta, setelah bertemu Elisa,penyakit kustanya disembuhkan.Pertanyaannya kenapa Tuhan menyembuhkan Naaman yng adalah seorg kafir? Jwbanya sedarhana Naaman adalah ciptaannya Tuhan,yang juga dikasihi Tuhan,sekalipun tidak mengenal YAHWEH,tetapi ada TUJUAN yang TUHAN MAU CAPAI DALAM DIRI NAAMAN !  Bukan KESEMBUHAN BADANI,tetapi KESELAMATAN JIWA NAAMAN.. Dan target Yahweh tercapai. Ketika Naaman sembuh dari penyakitnya, Dia berkata : "Mulai saat ini, saya tidak akan mempersembahkan persembahan kepada dewa2 saya lagi, kecuali kepada Yahweh,Tuhan orang Israel" WOW.. Indah sekali ayat ini,saudara2. ( 2 Raj 5 : 17 ). Itu target Tuhan/Tujuan Tuhan yg sebenarnya. Makanya kita jgn heran kenapa org2 Islam yg datang  ke KKR kesembuhan kita,mereka juga disembuhkan ? bukan kesembuhan badani yg menjadi target Tuhan Yesus,tetapi Keselamatan Jiwanya dalam pengenalan akan TUHAN YESUS.

    Saya ambil cth lain, maaf byk cth,alasannya spy jelas,..Seperti Tuhan Yesus dalam mengajar bayak cth,Gua cuma berlajar dari Babe Gue.!

    Pernah suatu kali, ada 10 org kusta datang kepada Yesus, Yesus berkata : Perlihatkan dirimu kepada Imam, lalu mereka pergi.. tetapi hanya ada 1 yang kembali kpd Yesus...Pertanyaannya yang sembuh berapa ? ada 10 org. Tetapi maaf,yang selamat berapa orang ? hanya satu orng,Yesus berkata : Iman mu telah menyelamatkan engkau".

    Jadi, kesimpulannya,Tuhan punya tujuan/target bagi Org Majus ,supaya mereka bisa beribadah HANYA kepda YESUS?YAHWEH.

    Menge nai,Gembala2,saya pikir ,Saudara 2 lain bisa memberi tanggapan, supaya kita makin kaya dalam Yesus.

    Shallom... JBU

     


    SILAKAN LOGIN UNTUK BISA MEMBERIKAN KOMENTAR


    << sebelumnya | berikutnya >> terakhir
    total: 31 data

     
    LOGIN: Username/Email: Password:
    Jika Anda memiliki masalah, silakan hubungi salah satu admin kami yang online:
    mi_anokhi Kirim pesan oyr79 Kirim pesan varry Kirim pesan