Artikel
 
Pilih Kategori:
Google

  • Biblika
  • Dari Anda
  • Eksplorasi Alkitab
  • Ensiklopedi Teologi
  • Episcopal Messages
  • Info
  • Kesehatan
  • Khotbah...
  • Midrash
  • Tajuk
  • Semua Artikel
  • Penyingkapan Nama Sang Pencipta
    Eksposisi Keluaran 3:1-22

    Dibaca sebanyak: 1257 kali | | kirim ke teman

    Oleh: Teguh Hindarto
    Beri nilai artikel ini: bintang (5 terbaik dan 1 terburuk)

    Pekerjaan Moshe (Musa) Sebelum Menerima Panggilan Kenabian (ay. 1)

    “Penggembala ternak” (ro’e eth-tson). Kitab Kisah Para Rasul 7:22 memberikan tambahan latar belakang Moshe yang tidak ditulis dalam Kitab Keluaran bahwa Moshe adalah, “dan (Moshe) dididik dalam segala hikmat orang (Mitsrayim/Mesir), dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.” Moshe bukan penggembala ternak biasa. Dia orang yang memiliki pengetahuan dan kewibawaan.

    ...


    MAAF! Untuk dapat membaca keseluruhan artikel ini, Anda harus mendaftar sebagai anggota situs ini dan melakukan login.

    Jika Anda sudah terdaftar, silakan melakukan login untuk bisa membaca artikel ini


    Masukkan Username dan Password Anda
    untuk login ke situs ini

    Username:

    Password:

    Daftar | Lupa password

    Shalom 38.103.63.60!

    Jika Anda merasa bahwa artikel ini penting untuk dibagikan ke teman Anda, silakan kirim ke teman Anda

    Atau beri nilai artikel ini:
    bintang (5 terbaik dan 1 terburuk)

    Tanggapan Pembaca:

    Kirim Tanggapan

    robert_maru (05 Jan 2009):
    Robertus

    Shalom;

    Artikeln ya cukup menarik, namun masih kurang terperinci dalam penjelasanny.Hal ini mengakibatkan pembaca  masih tetap bingung  dalam memahami nama YAHWE tsb. Dan mengapa masih sedikit orang yang kenal nama Yahwe?

    parsib (02 Sep 2008):
    parlin sibaraniMENJAWAB HUJATAN PARA PENENTANG ALLAH DI DALAM ALKITAB

    Baru-baru ini beberapa gereja-gereja dan segelintir umat Kristen diresahkan dengan terbitnya "Alkitab Eliezer ben Abraham" berjudul Kitab Suci Taurat dan Injil. Tidak kurang juga orang Kristen telah bingung dengan gerakan ini. Gerakan ini menuntut agar istilah Allah dalam Kitab Suci umat Kristian dihapuskan. Alasannya, nama Allah itu kononnya berasal dari "dewa air" yang mengairi bumi.

    Saya sendiri sudah pernah menanggapi usul kontroversial ini dengan menggelar seminar yang menghadirkan pembicara Muslim dari IAIN Syarif Hidayatullah, Dr. Kautsar Azhari Noer.(1) Rekan Muslim saya ini menanggapi dengan kepala dingin, seraya mengatakan: "Itu hanya gerakan kaum awam yang tidak perlu ditanggapi.: Mengapa? Menurut Kautsar, "Setiap agama mengenal kontekstualisasi atau inkulturasi.&quo t; Ya, memang dulu istilah Allah pernah dipakai di lingkungan orang-orang jahiliah sebelum zaman Islam. Tetapi Islam justru datang untuk mengubah makna teologis istilah itu.

    SEKITAR PENYIMPANGAN NAMA YAHWEH DAN ALLAH

    Setelah seminar tersebut, reaksi berdatangan dari pihak "penentang Allah". Bahkan terbit traktat baru yang khusus menanggapi makalah saya. Saya sendiri memutuskan untuk menghentikan polemik ini. Terus terang, amatlah sulit untuk sesiapa pun memahami "logika" kaum yang kurang cerdas itu.

    Bayangkan saja, menurut mereka Allah sebenarnya adalah nama "dewa air." Yang menjadi dasar mereka adalah buku-buku sumber yang mereka kutip sepenggal-sepenggal dan lepas dari konteks. Saya pun membuktikan berdasarkan inskripsi-inskripsi kuno yang ditemukan di Kuntilet Ajrud, di sekitar Nablus sekarang. Di daerah tersebut nama Yahweh pernah dipuja bersama-sama dewi kesuburan Asyera. Salah satu bunyi inksripsi Kuntilet Ajrud, seperti disebut Andrew D. Clarke dan Bruce W. Winters (ed.), One God, One Lord; Christianity in a world of religious Pluralism, dalam bahasa Ibrani:

    Birkatekem le-Yahweh syomron we le 'asyeratah< /em>Yakni - Aku memberkati engkau demi Yahwe dari Samaria dan demi Asyera. (2)

    Dengan fakta di atas, apakah kita dapat mengatakan kita jangan menggunakan nama Yahwe karena nama ini sekutu Asyera, dewi kesuburan Palestina? Argumentasi ini dijawab oleh mreka, bahwa semua yang saya kemukakan itu tidak perlu ditanggapi karena tidak berdasar pada Alkitab. Ya, maksud mereka adalah saya tidak perlu mengutip data-data arkeologi dalam berargumentasi, kecuali hanya berdasarkan ayat-ayat Alkitab.

    Nah, di sinilah terbukti ketidakadilan kaum penentang "Allah" dengan amat jelas! Mengapa? Sebab umat Islam tentu saja boleh bertanya balik, "Apakah Allah sebagai dewa air itu ada dalam Alquran?" Lalu, umat Islam pun mengajak kita untuk berargumentasi dan berdebat tanpa bukti sejarah. Cukup dengan ayat-ayat Al-Quran saja. Kalau begitu, jelas tidak ada sepotong ayat pun dalam Alquran yang menyebut Allah sebagai dewa air. Menurut Alquran, Allah adalah Pencipta langit dan bumi (Q.surah al-Jatsiyah 45:22, "Wa khadaq Allah as-samawati wa al-ardh").Begitu juga, siapakah Allah itu bagi umat Kristen Arab? "Allah" - demikian menurut Buthros 'Abd al-Malik, dalam Qamus al-kitab al-Muqaddas - adalah "nama dari Ilah (sembahan) yang menciptakan segala yang ada" (hadza al-llah khalaq al-jami' al-kainat). (3)

    Begitu juga, setiap umat Arab Kristen sebelum atau sesudah Islam mengawali mengucapkan Qanun al-Iman (syahadat Kristian) yang diawali dengan kalimat:

    "Nu'minu bi-ilahun wahidun, Allah al-Ab al-dhabital kull, khalaqa as-sama'I wa al-ardh, kulla ma yura wa maa layuura"

    yang bermaksud :

    Kami percaya kepada satu-satunya sembahan/ilah, yaitu Allah Bapa, yang berkuasa atas segala sesuatu, Pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. (4)

    Mengapa mreka menuduh bahwa Allah adalah "dewa air" berdasarkan sumber-sumber tulisan yang bukan Alquran, sementara mereka menolak data yang telah saya kemukakan tentang penyimpangan nama Yahwe, karena tidak ada dalam Alkitab?

    Oleh karena itu, saya menyarankan agar belajar lebih banyak tentang sejarah kekristenan di Timur Tengah, tempat kekristenan mula-mulanya berkembang. Peranan filologi (ilmu perbandingan bahasa) juga sangat penting dalam memperkaya kajian ini, sebelum mereka begitu bersemangat menyebarkan pendapat yang jelas-jelas tidak ilmiah.

    KATA ALLAH  DAN PADANANNYA DALAM BAHASA IBRANI DAN ARAMI

    Dalam menilai kata Allah, kita harus memahami bahwa kata itu serumpun dengan kata-kata bahasa Semitik yang lebih tua (yang dipakai di Timur Tengah: Ibrani dan Arami). Kata Allah itu cognate dengan kata Ibrani: El, Eloah, Elohim; dan kata Arami Elah, Alaha, yang semuanya terdapat dalam Perjanjian Lama ataupun dalam Targum (komentar-komentar Taurat dalam bahasa Arami yang lazim dibaca mulai dari zaman sebelum Al-Masih, zaman Sayidina Isa hingga hari ini).

    Perlu anda ketahui, sebagian kecil Kitab Perjanjian Lama juga ditulis dalam bahasa Arami, yakni beberapa pasal Kitan Ezra dan juga beberapa pasal dari Daniel. Marilah kita baca dan cermati ayat-ayat yang menggunakan kata elah di bawah ini:

    "Be Shum elah yisra'el ..."

    Daniel 5 : 1, "Demi Nama Allah Israel."

    < em>"...di elahekon hu elah elahin, umara malekin

    Daniel 2:47, "Sesungguhnya Elah-mu itu elah yang mengatasi segala elah dan berkuasa atas para raja.

    Sedangkan bentuk Ibrani yang dekat dengan istilah Arami elah dan Arab ilah, al-ilah dan Allah adalah sebutan eloah, misalnya disebutkan:"Eloah mi-Teman yavo we Qadosh me-Har Paran, Selah"

    Yaitu Habakuk 3 : 3, yang bererti -

    "Eloah akan datang dari negeri Teman, dan Yang Mahakudus dari pergunungan Paran, Sela."

    Tetapi argumentasi ini pun segera ditanggapi dengan traktat mereka. Menurut mereka, istilah el, elohim, eloah (Ibrani) dan elah, alaha (Arami/Syriac) tidak sejajar dengan istilah Arab Allah berasal dari ilah (God, sembahan). Dengan awalan kata sandang di depannya Al (Inggris: the), makna the god, "sembaha n yang itu". Maksudnya sembahan atau ilah yang benar.

    "Laa ilaha ilallah". Tidak ada ilah selain Allah. Allah adalah satu-satunya ilah. Ungkapan Laa ilaha ilallah ini, dijumpai pula dalam Alkitab terjemahan bahasa Arab, 1 Korintus 8 : 4-6 berbunyi :

    < font size="3">"... wa'an Laa ilaha ilallah al-ahad, ...faa lana ilahu wahidu wa huwa al-Abu iladzi minhu kullu sya'in wa ilahi narji'u, wa huwa rabbu wahidu wa huwa Yasu' al-Masihu iladzi bihi kullu syai'in wa bihi nahya"

    Yakni maksudnya :

    Dan sesungguhnya tidak ada ilah selain Allah, Yang Mahaesa ... dan bagi kita hanya ada satu ilah/sem bahan yaitu Bapa, yang dari-Nya berasal segala sesuatu dan kepada-Nya kita akan kembali, dan hanya ada satu Rabb/Tuhan, yaitu Yesus Kristus yang melalui-Nya (sebagai Firman Allah) telah diciptakan segala sesuatu dan untuk Dia kita hidup). (5)

    Mereka begitu entengnya menanggapi hal ini. Menurut brosur mereka, istilah 'Allah' memang ada dalam Alkitab berbahasa Ibrani, tetapi artinya "sumpah" (1 Raj. 8:31; II Taw. 6:22). Mereka benar, tetapi mereka juga harus tahu, seperti kata Yahweh tidak turun dari langit. Demikian pula kata elohim, eloah, elah berasal dari akar kata tertentu. Menurut C.L. Schofield, istilah elah berasal dari akar kata el (Yang Maha kuat) dan alah (sumpah):

    "to swear, to bind oneself by an oath, so implifying faithfullness."
    (6)

    Jadi, di hadapan hadirat El (Yang Maha kuat) seseorang mengikat sumpah (alah). Dari kata El dan alah ini, kemudian terbentuklah kata elah. Sedangkan bentuk elohim, dengan akhiran im menunjukkan jamak untuk menekankan kebesaran (pluralis maestaticus). Oleh para pujangga gereja kata tersebut ditafsirkan secara alegoris sebagai bukti dari sifat ketritunggalan Allah. Karena itu, sangat gegabah untuk menolak fakta keserumpunan antara Arab dengan bahasa Ibrani dan Aram, hanya dengan argumentasi dangkal seperti ini.

    Kata alah (dengan satu "l") memang ada dalam bahasa Ibrani yang berarti "sumpah, kutuk". Berbeda dengan bahasa Arab allah (dengan dua huruf "L"). Dua huruf "l" (lam) yang dalam istilah Allah menunjukkan asal-usulnya dari kata sandang Al (the) dan ilah (god) seperti dikemukakan di atas. (7) 

    ISTILAH ALLAH DI LINGKUNGAN KRISTIAN SYRIA PRA-ISLAM

    Seperti istilah Yahweh pernah dipuja secara salah di sekitar wilayah Samaria, terbukti dari inskripsi Kuntilet Ajrud dan Khirbet el-Qom, demikian juga istilah Allah disalahgunakan di sekitar Mekkah sebelum zaman Islam. Tetapi istilah Allah dipakai sebagai sebutan bagi Khaliq langit dan bumi oleh orang-orang Kristen Arab di wilayah Syria. Hal ini dibuktikan dari sejumlah inskripsi Arab pra-Islam yang semuanya ternyata berasal dari lingkungan Kristen.

    Salah satu inskripsi kuno yang ditemukan pada tahun 1881 di kota Zabad, sebelah tenggara kota Allepo (Arab: Halab), sebuah kota di Syria sekarang, meneguhkan dalil tersebut. Inskripsi Zabad ini telah dibuktikan tanggalnya berasal dari azman sebelum Islam, tepatnya tahun 512. Menariknya, inskripsi ini diawali dengan perkataan Bism-al-lah, "Dengan Nama al-lah" (bentuk singkatnya: Bismillah, "Dengan Nama Allah"), dan kemudian diusul dengan nama-nama orang Kristen Syria. Bunyi lengkap inskripsi Arab Kristen ini dapat direkonstruksi sebagai berikut:

    "Bism' al-lah: Serjius bar 'Amad, Manaf wa Hani bar Mar al-Qais, Serjius bar Sa'd wa Sitr wa Sahuraih"

    terjemahannya :

    - Dengan Nama Allah: Sergius putra Amad, Manaf dan Hani putra Mat al-Qais, Sergius putra Sa'ad, Sitr dan Shauraih. (8)< font face="Arial Unicode MS">Menurut Yasin Hamid al-Safadi, dalam The Islamic Calligraphy , inskripsi pra-Islam lainya yang ditemukan di Ummul Jimal dari pertengahan abad ke-6 Masehi, membuktikan bahwa berbeda dengan yang terjadi di Arab selatan, di sekitar Syria nama 'Allah' disembah secara benar. Inskripsi Ummul Jimmal diawali dengan kata-kata Allah ghafran (Allah mengampuni). (9)
    Bahkan menurut Spencer Trimingham, dalam bukunya Christianity among the Arabs in the pre-Islamic Times, membuktikan bahwa pada tahun yang sama dengan diadakannya Majma' (Konsili) Efesus (431), di wilayah suku Arab Hartis (Yunani: Aretas ) dipimpin seorang uskup yang bernama 'Abd Allah (Hamba Allah). (10)

    Dari bukti-bukti arkeologis ini, jelas bahwa sebutan Allah sudah dipakai di lingkungan Kristen sebelum zaman Islam yang dimaknai sebagai sebutan bagi Tuhan Yang Mahaesa, Pencipta langit dan bumi.

    < font size="3">PENGGUNAAN BAHASA IBRANI, YUNANI DAN ARAMI PADA ZAMAN YESUS

    Cukup mengherankan bahwa "para penentang Allah" itu selalu menggunakan Ha B'rit ha-Hadasah (Perjanj ian Baru bahasa Ibrani) dan memperlakukannya seolah-olah itulah teks bahasa aslinya. Dalam Perjanjian Baru berbahasa Ibrani ini tentu saja kita akan menjumpai nama Yahwe. Tetapi Perjanjian Baru berbahasa Ibrani itu adalah hasil terjemahan dari bahasa Yunani. Penerjemahan dilakukan oleh United Bible Society in Israel, baru pada tahun 1970-an.

    Perjanjian Baru aslinya ditulis dalam bahasa Yunani Koine dan para rasul Yesus tidak mempertahankan nama diri Yahwe. Saya setuju bahwa Yesus ketika masuk ke sinagoge, Baginda mengutip teks-teks Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani (Lukas 4:18-19). Namun, kita juga harus paham bahwa Baginda juga telah bercakap-cakap dalam bahasa Arami dengan murid-murid-Nya sebagai "bahasa ibunda" masyarakat Yahudi pada zaman intu.

    Penulisan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani karena bahasa ini menjadi bahasa yang paling luas digunakan di seluruh wilayah kekaisaran Romawi pada zaman itu. Meskipun demikian, Perjanjian Baru Yunani itu tidak dapat dipahami tanpa melihat latar belakang budaya Arami. (11) Oleh karena kitab ini masih memelihara beberapa ungkapan Arami - yang waktu itu juga biasa disebut Ibrani - sebab dianggap sebagai salah satu dialek tutur saja bagi masyrakat Yahudi di Galilea. Beberapa contoh kata Arami yang dipelihara itu, antara lain: Talita Kum (Mark 5 : 41), Gabbata (Yohanes 19 : 13), Maranatha (1 Korintus 16 : 23).

    Salah satu bukti bahwa Yesus membaca Targum berbahasa Arami, di mana kata Alaha (yang cognate dengan bentuk Ibrani: Eloah, dan Arab: Allah) adalah ungkapan Yesus dalam Markus 15:33, Elohi, Elohi, l'mah sh'vaktani. Sebab dalam teks Mazmur 22:2 bahasa Ibraninya: Eli, Eli lamah 'azvatani. Selanjutnya, apabila bahasa asli Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani dan para rasul tidak mempertahankan nama Yahwe, lalu apa pula dasar dan alasan mereka mati-matian mempertahankannya?

    Para rasul penulis Perjanjian Baru menterjemahkan Kyrios (Tuhan) sebagai kata ganti Yahwe. Sebut satu contoh saja, misalnya Haddebarim/ Ulangan 6 : 4 dalam bahasa asli (Ibrani):

    "Syema Ysrael, Adonai Elohenu, Adonay Ehad".

    Kutipan ayat ini ditemukan dalam Markus 12 : 29, di mana nama Yahwe diterjemahkan Kyrios - Tuhan, mengikut terjemahan Yunani Septuaginta:

    "Akoue, Israel, Kurios ho theos hemin, kurios eis esti"< /em>

    - Dengarlah wahai Israel, Kurios (Tuhan) itu Theos/Allah kita, Kurios/Tuhan itu Esa.

    Jadi, sekali lagi Markus sang penulis Injil pun tidak mempertahankan nama Yahwe. Lalu, apakah mereka berani berkata bahwa seluruh penulis Perjanjian Baru itu adalah salah?

    Dalam bahasa Ibrani istilah "Nama" juga tidak bisa dipahami secara harfiah seperti nama-nama: Suharto, Suradi, Marsudi, Wan, Ngah dan sebagainya. Dalam hal ini anda harus bedakan antara "nama" (yang berasal dari bahasa manusia yang dibatasi oleh konteks ruang dan waktu) dengan "Dia yang dinamakan" (Yang Absolute , tidak terbatas, tidak terhingga). "Nama" dalam teologi Yahudi lebih menunjuk kepada "Kuasa di balik Ia yang di-Nama-kan". Karena itu, orang-orang Yahudi hanya mempertahankan tetagramaton (keempat huruf suci: y h w h), tetapi tidak membacanya dalam tradisi lisan. Kata itu sudah lazim dibaca dengan: Adonay (Tuhanku ) atau Ha-Shem< /strong> ("the Name", Sang Nama).

    Silakan mereka memeriksa tradisi Yahudi ini, misalnya literatur Yahudi: Humasah Hunasy Torah 'im Targum Onqelos, (12) berbahasa Ibrani dan Arami yang lazim dipakai pemeluk Yahudi hingga zaman sekarang ini.

    Kesimpulan saya, apabila kita menolak usulan para "penentang Allah" itu, bukan sekadar menimbang manfaat atau mudaratnya saja. Manfaatnya jelas tidak ada sama sekali. Mudaratnya jelas tidak hanya membingungkan umat Kristiani, tetapi telah membuka "barisan permusuhan" dengan umat Islam. Yang lebih penting lagi, tidak ada gunanya berdialog dengan orang-orang yang memang tidak memenuhi standard berpikir ilmiah itu. "Tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui," demikian Yudas 1:10, dan lanjutan ayat ini saya tidak tega untuk menuliskannya di sini.

      

    Nota-nota dan Referensi
    1. Majalah DR, "Ketika Allah diperdebatkan", 9-14 Ogos 1999.
    2. Andrew D. Clarcke dan Bruce W.Winters (ed.), Satu Allah satu Tuhan: Tinjauan Alkitab tentang Pluralisme Agama (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1995), hlm.50
    3. Buthros 'Abd al-Malik (ed.), Qamus al-Kitab al-Muqaddas (Beirut: Jami' al-Kana'is fii al-Syarif al-Adniy, 1981), hlm.107
    4. Al-Qamas Isodorus al-Baramus, Al-Ajabiyat: shalawat As-Sa'at wa Ruh al-Tashra'at (Kairo: Maktabah Mar Jurjis al-Syaikulaniy Syabra, 1996), hlm. 79.
    5. "Risalat Bulus ar-Rasul ila Ahl Kurinthus al-Awwal 8 : 4-6", dalam al-Kitab al-Muqaddas (Beirut: Dar al-Kitab al-Muqaddas fii al-Syariq al-Ausath, 1992).
    6. Rev. C.I. Schofield (ed.), Holy Bible, Schofield Reference (London: Oxford University Press, 1945), hlm.3
    7. Kita lihat bahwa Allah itu Al-nya merupakan hamzah washl. Kerana itu menjadi wallahi, billahi dan sebagainya. Itu berarti kata Allah bukan merupakan akar kata yang asli. Sebab akar kata yang asli pasti menggunakan hamzah qath'. Lihat: Nurcholish Madjid, Dialog Keterbukaan: Artikulasi Nilai Islam dalam Wacana Sosial Politik Kontemporer (Jakarta: Paramadina, 1998), hlm.262.
    8. Bacaan Bism al-lah (Dengan Nama Allah) berasal dari Yasin Hamid al-Safadi, Kaligrafi Islam. Alih Bahasa: Abdul Hadi WM (Jakarta: PT. Panca Simpati, 1986), hlm. 6. Sedangkan M.A. Kugener, Note sur l'inscription triligue de Zebed (1907) seperti dikutip Spencer Trimingham Christianity Among the Arabs in pre Islamic Times (London-Beirut: Longman-Librairie du Liban, 1979), hlm. 226, membacanya "Teym al-Ilah".
      Jadi, sebagai nama diri yang diusul oleh nama-nama lainnya, bukan sebagai bunyi sebuah doa. Tetapi apa pun bunyi yang paling tepat dari awal inskripsi itu, yang jelas kata al-llah, Allah sudah dipakai dalam makna Tauhid Kristen, dan bukan dalam makna dewa berhala yaitu pagan.
    9. Yasin Hamid al-Safadi, Loc.Cit
    10. < li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; tab-stops: list .5in">Spencer Trimingham, Op. Cit. Hlm. 74
    11. Matthew Black, An Aramaic Approach to the Gospels and Acts (Oxford: At the Calrendon Press, 1967).
    Rabbi Nosson Scherman-Rabbi Meir Zlotowitz (ed.), Humasah Humasy Torah 'im Targum Onqelos (Brooklyn: Mesorah Publications, Ltd. 1993), hlm.xxvi. Selanjutnya, mengenai Nama (dan nama-nama) Allah, cf. "Parashas Shemos", hlm.304-305.

    matthewdavis (01 Sep 2008):
    Andreas

    Shallom saudara2 yang dikasihi Tuhan Yesus..

    Shallom buat Bp Parlin, terima kasih buat artikel yang Bp muat,buat saya sbg guru SM minggu tentu sangat berarti,menambah wawasan saya dalam pemahaman Firman Tuhan. Maaf, saya baru memberi tanggapan buat artikel Bp,karna banyak kerjaan yang harus saya selesaikan.

    Buat Saudara2 seiman, mari kita saling memberi pandangan, saya prcaya apapun masukan/tanggapan kita,kalau itu isi Firman Tuhan,pasti akan menjadi berkat,.. " Segala tulisan yang diilhamkan Tuhan memang bermanfaat..." Amin.

    Saya punya masukan/tanggapan tentang orang2 Majus, mudah2an bisa menjadi bahan pertimbangan buat saudara2 seiman.

    Saya setuju,bhw orang2 Majus bukan penyembah Yahweh,katakanlah mereka penyembah Allah,memanggil nama tuhan dengan sebutan Allah, karna Allah adalah nama dewa kesuburan,menurut kepercyaan suku2 pedalaman di Arab. Pertanyaannya, MENGAPA YAHWEH/YESUS JUSTRU MEMAKAI MEREKA/MEMBAWA MEREKA SAMPAI BERTEMU DGN SANG JURUS'LAMAT ? JWBNYA ORANG2 MAJUS ATAU SEMUA ORG DI LUAR KRISTEN DICIPTAN OLEH TUHAN,DITEMPATKAN OLEH TUHAN DALAM DUNIA INI, TANPA KITA MINTA DILAHIRKAN DI DALAM DUNIA, SEMUANYA SEMATA-MATA OLEH KARNA TUHAN. YANG KE-2, SEMUA ORANG/SUKU BANGSA DAN BAHASA DIKASIHI OLEH BAPA KITA DI SURGA TANPA MELIHAT LATARBELAKANG KITA, ENTAH KITA KRISTEN/BUKAN. YOH 3 : 16. DAN KASIH BAPA ADALAH SEMPURNA YANG MEMBERI HUJAN KEPADA ORANG BENAR DAN ORANG TIDAK BENAR ... (MAT 5:45).

    Tetapi,TUHAN punya tujuan ketika manusia ditempatkan dalam dunia. Demikian juga Orang2 MAJUS,Tuhan punya rencana dalam hidup mereka,walau Firman Tuhan tidak mencatat kehidupan mereka setelah bertemu BAYI YESUS, sekali lagi TUHAN YAHWEH/YESUS punya tujuan buat org Majus itu,Tujuannya adalah setelah Orang Majus bertemu dngn YESUS mereka tidak lagi menyembah dewa-dewa mereka tetapi Mereka bisa menyembah kepada Yesus/Yahweh seperti yang mereka lakukan ketika bertemu Bayi Yesus .

    Saya ambil contoh,bahwa Tuhan punya TARGET/TUJUAN buat orang yang mengalami Tuhan. Contohnya NAAMAN, seorang perwira tentara ARAM,yg notabenenya tidak mengenal Yahweh. Singkat cerita,Dia kena penyakit kusta, setelah bertemu Elisa,penyakit kustanya disembuhkan.Pertanyaannya kenapa Tuhan menyembuhkan Naaman yng adalah seorg kafir? Jwbanya sedarhana Naaman adalah ciptaannya Tuhan,yang juga dikasihi Tuhan,sekalipun tidak mengenal YAHWEH,tetapi ada TUJUAN yang TUHAN MAU CAPAI DALAM DIRI NAAMAN !  Bukan KESEMBUHAN BADANI,tetapi KESELAMATAN JIWA NAAMAN.. Dan target Yahweh tercapai. Ketika Naaman sembuh dari penyakitnya, Dia berkata : "Mulai saat ini, saya tidak akan mempersembahkan persembahan kepada dewa2 saya lagi, kecuali kepada Yahweh,Tuhan orang Israel" WOW.. Indah sekali ayat ini,saudara2. ( 2 Raj 5 : 17 ). Itu target Tuhan/Tujuan Tuhan yg sebenarnya. Makanya kita jgn heran kenapa org2 Islam yg datang  ke KKR kesembuhan kita,mereka juga disembuhkan ? bukan kesembuhan badani yg menjadi target Tuhan Yesus,tetapi Keselamatan Jiwanya dalam pengenalan akan TUHAN YESUS.

    Saya ambil cth lain, maaf byk cth,alasannya spy jelas,..Seperti Tuhan Yesus dalam mengajar bayak cth,Gua cuma berlajar dari Babe Gue.!

    Pernah suatu kali, ada 10 org kusta datang kepada Yesus, Yesus berkata : Perlihatkan dirimu kepada Imam, lalu mereka pergi.. tetapi hanya ada 1 yang kembali kpd Yesus...Pertanyaannya yang sembuh berapa ? ada 10 org. Tetapi maaf,yang selamat berapa orang ? hanya satu orng,Yesus berkata : Iman mu telah menyelamatkan engkau".

    Jadi, kesimpulannya,Tuhan punya tujuan/target bagi Org Majus ,supaya mereka bisa beribadah HANYA kepda YESUS?YAHWEH.

    Menge nai,Gembala2,saya pikir ,Saudara 2 lain bisa memberi tanggapan, supaya kita makin kaya dalam Yesus.

    Shallom... JBU

     

    marjohan (26 Ags 2008):
    marjohanSERBA-SERBI SEKITAR NATAL :Setelah diselidiki dgn seksama oleh para sarjana teologia dan kepurbakalaan, jelaslah bahwa perayaan natal pada 25-26 Desember sebenarnya bukan ketetapan Ilahi atau dari Perjanjian Baru.  Tidak ada bukti bahwa umat Kristen yang awal merayakan natal.  Berikut adalah beberapa hal yang “janggal” dari sekitar kisah natal.
     
    Luk . 2:8-11 menunjukkan bahwa gembala2 berada di padang pada malam hari ketika Yesus dilahirkan.  25 Desember adalah musim dingin, dimana para gembala tdk mungkin berada dipadang apalagi malam hari.  Udara sangat dingin dan padang juga akan ditutupi salju shg tdk ada rumput.  Dari sini saja sdh jelas tampak bahwa tgl ataupun bulan dari kelahiran Kristus seperti yg kita kenal sekarang (Natal) sdh pasti salah !!  Orang2 Majus itu sebenarnya adalah ahli Astrologi dari timur (Kasdim / Mesopotamia / Babel) yang menilik bintang2, ahli meramal nasib lewat ilmu perbintangan (Horoscope).  Dari zaman dulu hingga zaman modern sekarang ini, astrologi atau horoscope memang ilmu yang sangat populer.  Banyak orang yang mempercayainya.&nbs p; Namun ilmu atau kebiasaan ini sangat dikutuk oleh YAHWE (=JAHOWA=YHWH=YAH=HU=HUA) dan merupakan suatu kekejian bagi orang Israel.  Mungkinkah YAHWE mengundang orang2 yang praktek2 ilmunya sangat IA kutuk untuk datang ke pada Anak NYA yang baru dilahirkan ? (Ul. 18:10-12; Yes. 47:13-15).    Orang2 Majus ini sebenarnya tidak diundang oleh YAHWE, melainkan adalah atas “instruksi” Beelzebul (Mat.12:24) lewat ilmu yang diilhamkannya (astrologi).  YAHWE tdk pernah menubuatkan kelahiran anak NYA atau nubuat2 lainnya lewat ilmu perbintangan (astrologi), tetapi adalah dengan berfirman lewat nabi2 kudus NYA kepada umatNYA, bangsa Israel (Kej. 49:10; Maz. 132:11; Yes. 9:5, 6; Mi. 5:1 ; Yer. 31:15 = ketika Herodes membunuh bayi2 ; Za. 9:9).  ;   Demikain juga dgn “bintang” yang menuntun org2 majus tsb, bukanlah bintang biasa yang terletak jauh tinggi di langit, karena kalau demikian “bintang” tsb tdk mungkin dpt menuntun org majus itu sampai ke suatu rumah tertentu.  “Bintang&rdq uo; ini hanya melayang sedikit diatas org2 majus tsb dan anehnya di alkitab tdk disebutkan bahwa ada org lain yang melihat “bintang” tsb, kecuali org2 majus itu. Sebenarnya, sama spt org2 majus itu,  “bintang&rdq uo; ini bukanlah  dari YAHWE tetapi adalah dari si Beelzebul, karena “bintang” tsb tdk menuntun org2 majus itu langsung ke tempat Yesus tetapi ke Herodes dulu agar melalui tangan hambanya, Herodes, dia (Beelzebul, Setan si Iblis) dpt membunuh Yesus (Mat. 2:1-16).&n bsp; Memang para malaikat atau anak2 YAHWE, termasuk si Beelzebul sering di lambangkan dgn bintang kejora yang cemerlang (Ayb. 1:6, 38:7 ; Yeh. 28:13-15). Pertimbangkanlah akibat “undangan” itu. YHWH terpaksa mengungsikan anak-NYA itu ke Mesir yg berjarak ratusan Kilometer. Bayangkanlah penderitaan Maria & Yusuf dan Yesus sendiri karena harus membawa bayi yg baru lahir itu naik Keledai ke Mesir dan kemudian membawa pulang kembali ke Israel setelah Herodes mati (Mat.2:13,14,20).  Untung lah orang2 Majus itu diperingatkanNYA lewat mimpi agar setelah mengetahui lokasi bayi Yesus, mereka tidak menemui Herodes lagi sehingga merekapun lalu pulang lewat jalan yang lain. Ketika Herodes tahu bahwa ia telah diperdayakan oleh orang2 Majus itu, ia sangat marah dan memerintahkan untuk membunuh semua anak2 yg berumur dibawah 2 thn di kota Betlehem & sekitarnya (Mat.2:16).  Pada waktu kesenian perayaan natal diadakan, biasanya di pentaskan bahwa ketika org2 majus datang, mereka menemukan bayi Yesus di kandang hewan dan Yesus ada di palungan tetapi menurut alkitab, waktu itu sebenarnya mereka sdh pindah ke sebuah rumah dan umur Yesus mungkin sdh kira2 2 thn. (Mat. 2:1, 11, 16). Menurut “The Encyclopedia Americana” (1977, Jil.6, hlm.666) dan “The New Catholic Encyclopedia” (1967, Jil. III, hlm.656),  ; perayaan natal sebenarnya di adopsi dari perayaan agama kafir orang romawi dahulu, yang disebut Saturnalia, yakni perayaan yang di baktikan kpd kelahiran kembali Dewa Saturnus, dewa pertanian mereka dan kpd tenaga matahari yang diperbaharui.  Setelah beberapa bulan mengalami musim salju yang dingin, maka mulai tgl 25 Desember matahari mulai kembali ke belahan Eropah shg siang hari mulai lebih panjang. Sebagian lagi menganggap bahwa hari2 itu juga adalah sebagai hari kelahiran kembali Dewa Mitra yakni dewa matahari dan menamakannya “Dies Natalis Solis Invicti”, “hari lahir matahari yang tdk terkalahkan.  Selama perayaan ini mereka berpesta pora sepanjang hari sambil saling bertukar hadiah diantara sesama meraka.  Pada tgl. 25 Des. 274 M, kaisar Aurelian menetapkan Dewa matahari sebagai pelindung utama kekaisaran dan membaktikan sebuah kuil kpdnya dalam Kampus Martius.  Demikian juga dgn kisah Santa Klaus / Sinterklas, kawan2 perinya, si wanita tukang sihir dan rusanya, tentu semua adalah cerita dusta / dongeng belaka.  Memang kisah seputar natal ini sangat populer di seluruh dunia sekarang ini. < font size="3">Apa kah baik mencampur aduk hal2 yang bukan berasal dari kebenaran dalam ibadah kita ??  Berikut adalah sebagian dari apa yg dikatakan alkitab : Yoh . 4:23, 24 :  “. . . . Penyembah2 benar akan menyembah BAPA dalam roh dan kebenaran; sebab BAPA menghendaki penyembah2 demikian.”&nb sp; Allah itu Roh dan barang siapa menyembah DIA, harus menyembah NYA dalam roh dan kebenaran.” Ima . 19:2 “kuduslah kamu karena AKU ini kudus”< /strong>, kata YAHWE.   Gal . 5:9< strong> “Sedikit saja ragi sudah cukup untuk mengkhamirkan seluruh adonan.” Yak . 2:10, 11 “sebab barangsiapa menuruti seluruh Hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.”
     Ef. 5:10, 1 :”ujilah apa yang berkenan kpd Tuhan.  Jangan lah turut mengambil bagian dalam perbuatan2 kegelapan yang tdk berbuahkan apa2, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan2 itu.” 2 Kor. 6:14-18 “Persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dpt bersatu dgn gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial ? Apakah bagian bersama org2 percaya dgn org2 tdk percaya ?  Apakah hubungan bait Allah dgn berhala ? . . . . .sebab itu : keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka . . . janganlah menjamah apa yang najis, maka AKU akan menerima kamu . . . . dan kamu akan menjadi anak2KU laki2 dan anak2KU perempuan . . . . .” < strong>Luk. 22:19 ; 1 Kor 11: 26 kita diperintahkan hanya untuk memperingati hari kematian Yesus saja.  Pengkhotbah  7:1 Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran.< /em>  Ket ika org Israel masih di padang gurun, dikisahkan bahwa ketika Musa terlalu lama pergi menghadap YAHWE, org Israel memaksa Harun untuk membuat dewa anak lembu dari emas.  Untuk “menetralisir&rdquo ; perbuatan org israel itu, Harun membuat mezbah didepan dewa anak lembu itu dan berseru “esok adalah hari YAHWE”.  Kee sokan harinya mereka memang mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di mezbah itu.  Kelihatannya seperti sudah aman, tetapi melalui Musa, YAHWE ternyata sangat murka dgn upacara “gado2” itu.  Kalau tdk karena kasihNYA kpd Musa yg memohon ampunan bagi org israel, IA sdh berniat untuk membinasakan mereka (Kel. 32:1-10).& nbsp;  Dari kisah ini tampaklah bahwa YAHWE tdk suka dgn ibadah “gado2”.  Sedikitpun tdk boleh ada “noda” yang berasal dari dusta atau berhala2 kegelapan apalagi yang langsung dari si Beelzebul.  Banyak upacara2 perayaan yang dilakukan org2 Kristen sekarang sebenarnya berasal dari kekafiran, namun diadopsi atau dirubah atau diberi nama baru yang berbau “Kristen” oleh Uskup2 Roma atau Paus mulai abad ke IV, dgn tujuan agar org2 kafir dahulu mau menjadi “Kristen”.  Bapa2 gereja dulu lebih mengutamakan “kwantitas” (jumlah jemaat yg banyak secara instant) padahal bagi YAHWE yang penting adalah “Kwalitas”, yakni mutu iman yg murni (Yer.31:7).  Demikianlah kemudian sejak abad ke IV,  dewa/i org2 kafir itu diberi nama Santo/a, kuil2 mereka dijadikan gereja, hari2 besar mereka menjadi hari2 besar yang berbau “Kristen” dan kemungkinan besar di sana-sini, kalau kita selidiki dan dibandingkan dgn Alkitab, ada juga filsafat atau teologi kafir itu  yg “terikut” ke dlm teologia kita. Dem ikian sedikit serba-serbi tentang sekitar Natal dan kalo ada yg tdk setuju saya juga sangat senang membaca argumennya, Shalom

    parsib (26 Ags 2008):
    parlin sibarani

    Shaloom Aleikhiem,....

    Met' siang....semua rekan2 yg dikasihi Allah dalam Sayiddina Isa Almasih,...saya percaya semua sehat2 selalu dan tetap semangat......

    Saya mo katakan bahwa Alkitab kita itu jujur.....Semua kejadian dipotret utuh makanya ketika ada orang yang memotret tidak benar (sepero-separo),  mari kita kembali ke warna atau gambar aslinya yaitu ALKITAB......

    Alkit ab mengatakan jujur, lihat saja kelemahan dan kekurangan nabi juga dituliskan tidak ditutup-tutupi....Allah-l ah yg sempurna manusia penuh kelemahan, kita harus bersandar kepada yang sempurna yaitu Allah didalam Kristus.....

    ALKITA B ITU JUJUR, MARI MEMPELAJARINYA DENGAN JUJUR DAN TERBUKA MAKA DIA (ALKITAB) ITU AKAN UNIVERSAL.........TIDAK DIBATASI OLEH BAHASA.

    Gitu dulu dari saya yg masih belajar terus....maaf kalo ada saleh2 kate.....

    we'shaloo m,

    parlin gemayel

     

    < p> 

     

     

    parsib (23 Ags 2008):
    parlin sibarani

    Shaloom,....

    All ah memberkati kita semua yg mo belajar dan terus mengerti....amien....

    Pak Matthwe Davis,..terima kasih atas masukkannya,..saya memang selalu bersikap netral sesuai anjuran bapak....tapi kita harus menyikapi perbedaan dengan hati yg lapang dan tidak memaksakan kehendak....yoi gak ??

    Kalahiran K ristus sendiri malah bukan orang Yahudi yang menyambutnya, dalam hal ini mereka menyebut nama Tuhan dengan YHWH/ADONAI.

      Pertama, yang mencari bayi Mesias yang lahir bukan penduduk Yerusalem atau pemimpin agama Yahudi, tapi orang Majus dari Timur (non-Yahudi/Goyim). Para imam dan ahli Taurat yang tiap hari membaca Kitab Suci gagal mengetahui kelahiran Mesias Raja Damai, sebaliknya orang Majus mengetahui kelahiran Sang Mesias, tapi melalui tan-da-tanda bintang di langit.

    Kedua, dalam Injil Lukas, berita malaikat Tuhan “jangan takut“ bukan disampaikan kepada pemimpin agama di rumah sembahyang atau pembesar istana di Yerusalem, tapi ke-pada para gembala di Efrata. Para gembala mendapat perhatian khusus dari Allah un-tuk menerima kabar “jangan takut” bukan para pembesar negara dan agama di Ye-rusalem. Para gembalalah yang berharap datangnya per-ubahan berupa kedatangan Kerajaan/Pemerintahan Allah.

    Orang Majus bukanlah umat Allah keturunan Yakub, sedangkan para gembala bukanlah kelompok manusia yang paham Kitab Suci. Namun, kepada merekalah Allah menyapa dalam peristiwa Natal. Peristiwa Natal merupakan sindiran dan teguran Allah kepada mereka yang merasa mengetahui isi Kitab Suci, tapi gagal mengetahui kelahiran Mesias.

    Orang Majus melihat tanda-tanda bintang di langit dan menemukan bintang yang menandakan hadirnya seorang raja besar. Maka mereka salah alamat ketika bertandang ke istana Raja Herodes untuk mencari bayi Yesus. Bayi Yesus tidak di sana, tapi di tempat kumuh pinggiran kota Betlehem.


    Orang-orang Israel sebenarnya tahu bahwa suatu hari nanti Sang Mesias (Juru Selamat akan dilahirkan di Betlehem, sebuah desa kecil di dekat Yerusalem. Nabi Mikha telah menubuatkan hal ini lebih dari tujuh ratus tahun sebelum Yesus dilahirkan.

    Perlu diketahui orang Majus itu adalah Suku Bangsa Media-Persia ya boleh dikate doi orang Arablah...ato kate orang betawi Arbi he...he...

    Nah kire-kire mereka menyebut nama Tuhan dengan sebutan ape ye ??? ALLAH/YHWH/ADONAI/TETEMAN IS/DEWA.....

    yang pasti mereka tidak menyebut Tuhan dengan YHWH....tapi kenapa mereka yang diberikan Allah untuk menyambut anaknya ya ??...ini sangat istimewa loh...Kasih Allah yang lahir kedudunia malah bukan orang yang istimewa yaitu Yahudi yg notabene sehari-hari menyebut Allah itu dengan YHWH ???....

    VE'ATAH BEIT-LEKHEM EFRATA TSA'IR LIHYOT BE'ALFEI YEHUDAH MIMKHA LI YETSE LIHYOT MOSYEL BEYISRA'EL 'UMOTSA'OTAV MIKEDEM MIMEI 'OLAM

    bahase kite : Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

    Ada nubuat di Mazmur 72 yang mengatakan raja-raja dari Arab akan memberikan persembahan, khususnya emas, dan menyembah Dia. "... kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! ... Kiranya dipersembahkan kepadanya emas Syeba! ..." (Mazmur 72:10,11,15).

    Persembahan yang dibawa oleh orang-orang Majus itu adalah simbol bagi misi dan karakter Yesus kristus :


    - EMAS, lambang bahwa Dia adalah Raja. Logam yang sangat berharga, melambangkan pribadi Yesus Kristus sebagai hadiah yang sangat mahal dari Allah untuk manusia.

    - KEMENYAN adalah lambang imamat Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk mempersembahkan seluruh hidup-Nya bagi kemuliaan Bapa di surga dan bagi keselamatan umat manusia. Yesus sebagai Imam Besar dan salah satu tugas imam besar adalah berdoa Syafaat bagi umat, Dia adalah Juru Syafaat.

    - MUR (getah yang rasanya pahit dari pohon mor yang baunya wangi) melambangkan penderitaan dan kematian Yesus, di mana tubuh-Nya diurapi "mur" yang wangi saat pemakaman-Nya.


    Setelah mereka mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur kepada bayi Yesus. Ketika bermalam, orang-orang majus itu mendapatkan mimpi yang berisi peringatan bahwa Raja Herodes merencanakan pembunuhan terhadap anak tersebut. Karena itu mereka memutuskan untuk langsung pulang tanpa memberitahu Herodes suksesnya misi mereka. Matius kemudian melaporkan bahwa keluarga Yesus kabur ke Mesir untuk menghindari pembunuhan oleh Raja Herodes yang memutuskan untuk membunuh semua anak di bawah dua tahun di Betlehem untuk menghilangkan saingan terhadap kekuasaannya. Setelah kematian Herodes, Yesus dan keluarga kembali dari Mesir, tetapi untuk menghindari rasa benci dari raja Yudea baru (anak Herodes Arkhelaus) mereka pergi ke Galilea dan tinggal di Nazaret dan disinilah Yesus Kristus tumbuh menjadi dewasa sebelum memulai pelayananNya.

    Sekarang pertanyaannya apakah tidak ada rencana ALLAH bagi umat lain atau bangsa arab yang menyebut nama Tuhan dengan Allah ??.....

    Padahal sejarah kelahiran Kristus Anak ALLAH disambut dengan kedatangan Bangsa lain diluar Yahudi, yang berbahasa berbeda dengan umat Allah.

    Yg gw mo katakan kita jangan terjebak dengan bahasa, karena Allah itu bekerja tidak dibatasi oleh bahasa manusia....Bangsa Persia-Media (orang majus) sangat berarti bagi kekristenan karena Allah langsung telah mempersiapkan mereka maka Kristus diberitakan disemua bangsa dan berbagai bahasa.......

    < p>gitu dulu dari gw yg gak ada ape2nye dan masih terus belajar kepada YHWH/Allah yg kasih didalam Isa Almasih sang Firman yg hidup menjadi daging.....

    we'shaloom,

    parlin gemayel 

    < p> 

     

     

    parsib (23 Ags 2008):
    parlin sibarani

    Shaloom,....

    All ah memberkati kita semua yg mo belajar dan terus mengerti....amien....

    Pak Matthwe Davis,..terima kasih atas masukkannya,..saya memang selalu bersikap netral sesuai anjuran bapak....tapi kita harus menyikapi perbedaan dengan hati yg lapang dan tidak memaksakan kehendak....yoi gak ??

    Kalahiran K ristus sendiri malah bukan orang Yahudi yang menyambutnya, dalam hal ini mereka menyebut nama Tuhan dengan YHWH/ADONAI.

      Pertama, yang mencari bayi Mesias yang lahir bukan penduduk Yerusalem atau pemimpin agama Yahudi, tapi orang Majus dari Timur (non-Yahudi/Goyim). Para imam dan ahli Taurat yang tiap hari membaca Kitab Suci gagal mengetahui kelahiran Mesias Raja Damai, sebaliknya orang Majus mengetahui kelahiran Sang Mesias, tapi melalui tan-da-tanda bintang di langit.

    Kedua, dalam Injil Lukas, berita malaikat Tuhan “jangan takut“ bukan disampaikan kepada pemimpin agama di rumah sembahyang atau pembesar istana di Yerusalem, tapi ke-pada para gembala di Efrata. Para gembala mendapat perhatian khusus dari Allah un-tuk menerima kabar “jangan takut” bukan para pembesar negara dan agama di Ye-rusalem. Para gembalalah yang berharap datangnya per-ubahan berupa kedatangan Kerajaan/Pemerintahan Allah.

    Orang Majus bukanlah umat Allah keturunan Yakub, sedangkan para gembala bukanlah kelompok manusia yang paham Kitab Suci. Namun, kepada merekalah Allah menyapa dalam peristiwa Natal. Peristiwa Natal merupakan sindiran dan teguran Allah kepada mereka yang merasa mengetahui isi Kitab Suci, tapi gagal mengetahui kelahiran Mesias.

    Orang Majus melihat tanda-tanda bintang di langit dan menemukan bintang yang menandakan hadirnya seorang raja besar. Maka mereka salah alamat ketika bertandang ke istana Raja Herodes untuk mencari bayi Yesus. Bayi Yesus tidak di sana, tapi di tempat kumuh pinggiran kota Betlehem.


    Orang-orang Israel sebenarnya tahu bahwa suatu hari nanti Sang Mesias (Juru Selamat akan dilahirkan di Betlehem, sebuah desa kecil di dekat Yerusalem. Nabi Mikha telah menubuatkan hal ini lebih dari tujuh ratus tahun sebelum Yesus dilahirkan.

    Perlu diketahui orang Majus itu adalah Suku Bangsa Media-Persia ya boleh dikate doi orang Arablah...ato kate orang betawi Arbi he...he...

    Nah kire-kire mereka menyebut nama Tuhan dengan sebutan ape ye ??? ALLAH/YHWH/ADONAI/TETEMAN IS/DEWA.....

    yang pasti mereka tidak menyebut Tuhan dengan YHWH....tapi kenapa mereka yang diberikan Allah untuk menyambut anaknya ya ??...ini sangat istimewa loh...Kasih Allah yang lahir kedudunia malah bukan orang yang istimewa yaitu Yahudi yg notabene sehari-hari menyebut Allah itu dengan YHWH ???....

    VE'ATAH BEIT-LEKHEM EFRATA TSA'IR LIHYOT BE'ALFEI YEHUDAH MIMKHA LI YETSE LIHYOT MOSYEL BEYISRA'EL 'UMOTSA'OTAV MIKEDEM MIMEI 'OLAM

    bahase kite : Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

    Ada nubuat di Mazmur 72 yang mengatakan raja-raja dari Arab akan memberikan persembahan, khususnya emas, dan menyembah Dia. "... kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! ... Kiranya dipersembahkan kepadanya emas Syeba! ..." (Mazmur 72:10,11,15).

    Persembahan yang dibawa oleh orang-orang Majus itu adalah simbol bagi misi dan karakter Yesus kristus :


    - EMAS, lambang bahwa Dia adalah Raja. Logam yang sangat berharga, melambangkan pribadi Yesus Kristus sebagai hadiah yang sangat mahal dari Allah untuk manusia.

    - KEMENYAN adalah lambang imamat Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk mempersembahkan seluruh hidup-Nya bagi kemuliaan Bapa di surga dan bagi keselamatan umat manusia. Yesus sebagai Imam Besar dan salah satu tugas imam besar adalah berdoa Syafaat bagi umat, Dia adalah Juru Syafaat.

    - MUR (getah yang rasanya pahit dari pohon mor yang baunya wangi) melambangkan penderitaan dan kematian Yesus, di mana tubuh-Nya diurapi "mur" yang wangi saat pemakaman-Nya.


    Setelah mereka mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur kepada bayi Yesus. Ketika bermalam, orang-orang majus itu mendapatkan mimpi yang berisi peringatan bahwa Raja Herodes merencanakan pembunuhan terhadap anak tersebut. Karena itu mereka memutuskan untuk langsung pulang tanpa memberitahu Herodes suksesnya misi mereka. Matius kemudian melaporkan bahwa keluarga Yesus kabur ke Mesir untuk menghindari pembunuhan oleh Raja Herodes yang memutuskan untuk membunuh semua anak di bawah dua tahun di Betlehem untuk menghilangkan saingan terhadap kekuasaannya. Setelah kematian Herodes, Yesus dan keluarga kembali dari Mesir, tetapi untuk menghindari rasa benci dari raja Yudea baru (anak Herodes Arkhelaus) mereka pergi ke Galilea dan tinggal di Nazaret dan disinilah Yesus Kristus tumbuh menjadi dewasa sebelum memulai pelayananNya.

    Sekarang pertanyaannya apakah tidak ada rencana ALLAH bagi umat lain atau bangsa arab yang menyebut nama Tuhan dengan Allah ??.....

    Padahal sejarah kelahiran Kristus Anak ALLAH disambut dengan kedatangan Bangsa lain diluar Yahudi, yang berbahasa berbeda dengan umat Allah.

    Yg gw mo katakan kita jangan terjebak dengan bahasa, karena Allah itu bekerja tidak dibatasi oleh bahasa manusia....Bangsa Persia-Media (orang majus) sangat berarti bagi kekristenan karena Allah langsung telah mempersiapkan mereka maka Kristus diberitakan disemua bangsa dan berbagai bahasa.......

    < p>gitu dulu dari gw yg gak ada ape2nye dan masih terus belajar kepada YHWH/Allah yg kasih didalam Isa Almasih sang Firman yg hidup menjadi daging.....

    we'shaloom,

    parlin gemayel 

    < p> 

     

     

    mis4el (21 Ags 2008):
    Misael

    Shalom..

    Saya mau menanggapi tanggapan yan ditulis Saudara kita Bp Parlin Sibarani..Shalom Bp Parlin.

    Dalam kitab Yesaya 42 : 8 "Aku ini YAHWEH,itulah NamaKU..( ILT). dari ayat ini jelas bahwa Pencipta langit dan Bumi Namanya Yahweh.

    Menurut saya, sekalipun Nama Yahweh dipakai dalam upacara/ritual berhala tidak akan merubah statusNya sbg Tuhan pencipta langit dan bumi. Saya ambil contoh,misalnya,katakanla h Mama Lauren meramal atau Ki joko Bodo pake jampi2 pake Nama Yesus, bukankah Nama Yesus tetap kudus,dan Dahsyat,jadi Nama Tuhan tidak akan brpengaruh sekalipun dipake oleh org2 yg tidak percaya. Amin.

    Ketika kita belajar bahasa Ibrani,belajar ttg Nama Yahweh,tentu kita tidak perlu menjadi keIbrani-Ibranian, saya ambil cth, anak saya sekolah, disekolah anak saya mendapat peljaran bahasa Inggris,guru bahasa Inggris tidak menyuruh anak saya harus tinggal di Inggris dan menjadi WN Inggris, .. Saya pikir ini cth sederhana utk memberi wawasan kepada kita. Tujuan kita belajar adalah utk menguji apakah topik yg dibicarakan mengandung kebenaran atau tidak.

    Saya pikir sikap yang paling baik adalah bersikap netral sambil meneliti hal tsb benar atau tidak,..sekali lagi keputusan ada di tangan kita,..

    Terima kasih,Jesus Bless You,.. 

     

    matthewdavis (20 Ags 2008):
    Andreas

    Shallom,..

    Kita harus bersyukur,kalo ada Hamba-hamba TUHAN yang memberitahu tentang Nama TUHAN (Yahweh),sebagi orang Kristen biasa/Jemaat biasa tentu tidak byk mengetahui hal ini, Hal ini merupakan penggenapan Kitab Daniel 12 : 4 " Pengetahuan akan bertambah..."tidak hanya berlaku untuk IPTEK tetapi juga hal2 Rohani.

    Menurut Firman Tuhan,bahwa harus terjadi pemulihan sebelum Kristus datang ke 2 kali ( Kis 3 : 21 ).

    Bukan Mau buat Onar tapi memberitakan yg Benar. Memang,Yesus gak pernah bicara LANGSUNG kepada kita, " Pake Nama Allah itu SALAH atau BENAR",Sebab kita diciptakan dgn akal dan pikiran yg luar biasa,kita diberikan kebebasan utk memilih... Saya ambil cth, Waktu Adam dan Hawa mau memakan Buah "ITU",Tuhan bisa melarang / menghalangi mereka,pertanyaannya,kena pa NGGAK ? Karena kita diberi kehendak utk memilih...

    Yang saya tau,.."Dalam segala hal yg KU firmakan kpdmu haruslah kamu berawas-awas;Nama ilah/tuhan lain jgn kamu panggil,jgnlah Nama itu keluar dari mulutmu" Kel 23 : 13,...

    Shallom,teri ma kasih ,JBU

    parsib (13 Ags 2008):
    parlin sibaraniTerima Kasih artikel bagusnya untuk menambah pengetahuan dan melengkapi..... Biarlah Allah yang membalasnya......amien Alkitab adalah Universal dan terbuka untuk semua bangsa, banyak manusia beragama dengan syareat-syareat yaitu dengan simbol simbol, nama-nama dan tetek bengek lain....tetapi tidak mengutamakan Hakekat keberagamaan yaitu mengasihi dan melakukan kehendak Allah.... Yesus hadir mengkritik keberagamaan orang-orang Farisi yang mengutamakan syareat agama dan mendewakan Teks-teks agama tetapi esensi agama itu sendiri telah hilang.....Dari Mulut orang Farisi keluar terus nama-nama Tuhan tetapi hidupnya selalu mempermainkan Tuhan Allah,....semua ini didobrak oleh Yesus,...Keberagamaan yang mengutakan simbol-simbol dan nama-nama..... Lihatlah Yesus dan Kasih-NYA.......tidak menghalangi sekat-sekat berbahasa dan mengucapkan nama.....Dialah Allah dan Junjungan Agung yang Ilahi kita......semua bangsa boleh mengucapkan Nama-NYA berbeda-beda tetapi KASIH TETAP SATU DIDALAM ALLAH....KASIH TETAP SATU DIDALAM YHWH....KASIH TETAP SATU DIALAM JAHOWA,...KASIH TETAP SATU DIDALAM TETEMANIS,...KASIH TETAP SATU DIDALAM GUSTI ALLAH,...KASIH TETAP SATU DIDALAM BAPA....dll,,,,,,< span style="font-size: 9.5pt; font-family: Arial"> We'shaloom,....Parlin Gemayel


    << sebelumnya | berikutnya >> terakhir
    total: 24 data

    Kategori Artikel: Eksplorasi Alkitab
    Dimasukkan pada: 19 Jul 2008 oleh: oyr79
    Terakhir dimodifikasi pada: 19 Jul 2008
     
    LOGIN: Username: Password:
    Jika Anda memiliki masalah, silakan hubungi salah satu admin kami yang online:
    ifh69 Kirim pesan mi_anokhi Kirim pesan oyr79 Kirim pesan Siwajoe Kirim pesan varry Kirim pesan