cosmicboy (15 Mar 2009):
 Kitab Kidung Agung
juga dikenali sebagai
Nasyid An-Nasyid/Nasyid
Sulaiman(bahasa Inggeris,
Song of Songs/Solomon),
yang sebenarnya memiliki
makna tersirat daripada
makna tersurat. Masalah,
ahli2 teologi gagal
menggali khazanah indah
nan berharga dari Kitab
ini. Mereka lebih suka
menggambarkan makna
tersurat yang menjurus
kepada kefahaman bahawa
kitab ini bersifat
sekular/duniawi
semata-mata dan tiada
hubungannya dengan umat
Allah. Oleh
itu ada baiknya, penulis
membongkar segala rahsia
kitab ini. Antaranya,
melihat kitab ini dari
aspek hubungan Allah
dengan kaum Bani Israel
seperti cintanya seorang
Raja (Sulaiman) kepada
kekasihnya, demikianlah
Allah mencintai umat
Israel. Dalam
konteks Kristen, Allah
melanjutkan cintanya ini
kepada Bani Israel
rohani, iaitu Yesus
Kristus kepada sidang
jemaah baru iaitu umat
Kristen yang terdiri drpd
pelbagai bangsa, bahasa
dan
budaya! Selai
n itu, kitab ini
seringkali
dipakai/dilagukan oleh
masyarakat Yahudi dari
zaman sebelum PB hingga
sekarang dalam pesta2
perkahwinan. Ini jelas
menunjukkan bhw kitab ini
sejak semula memiliki
konotasi
agamawi/spiritual dalam
agama Yahudi. Sayang,
kita selalu melihat
aspek2 lahiriah, tersurat
sehingga tidak
menghairankan dari
kalangan ahli2 teologi
leberal dan sekarang,
orang Islam menyerang
kitab ini sebagai tidak
lain, tidak bukan, kitab
porno semata2! Salah
siapa? Tepuk dada tanya
selera.
|
cosmicboy (15 Mar 2009):
 Kitab Kidung Agung
juga dikenali sebagai
Nasyid An-Nasyid/Nasyid
Sulaiman(bahasa Inggeris,
Song of Songs/Solomon),
yang sebenarnya memiliki
makna tersirat daripada
makna tersurat. Masalah,
ahli2 teologi gagal
menggali khazanah indah
nan berharga dari Kitab
ini. Mereka lebih suka
menggambarkan makna
tersurat yang menjurus
kepada kefahaman bahawa
kitab ini bersifat
sekular/duniawi
semata-mata dan tiada
hubungannya dengan umat
Allah. Oleh
itu ada baiknya, penulis
membongkar segala rahsia
kitab ini. Antaranya,
melihat kitab ini dari
aspek hubungan Allah
dengan kaum Bani Israel
seperti cintanya seorang
Raja (Sulaiman) kepada
kekasihnya, demikianlah
Allah mencintai umat
Israel. Dalam
konteks Kristen, Allah
melanjutkan cintanya ini
kepada Bani Israel
rohani, iaitu Yesus
Kristus kepada sidang
jemaah baru iaitu umat
Kristen yang terdiri drpd
pelbagai bangsa, bahasa
dan
budaya! Selai
n itu, kitab ini
seringkali
dipakai/dilagukan oleh
masyarakat Yahudi dari
zaman sebelum PB hingga
sekarang dalam pesta2
perkahwinan. Ini jelas
menunjukkan bhw kitab ini
sejak semula memiliki
konotasi
agamawi/spiritual dalam
agama Yahudi. Sayang,
kita selalu melihat
aspek2 lahiriah, tersurat
sehingga tidak
menghairankan dari
kalangan ahli2 teologi
leberal dan sekarang,
orang Islam menyerang
kitab ini sebagai tidak
lain, tidak bukan, kitab
porno semata2! Salah
siapa? Tepuk dada tanya
selera.
|
marjohan (12 Mar 2009):
KIDUNG
AGUNG
Sebagai
mana kitab Amsal dan
Pengkhotbah,
“Kidung
Agung” adalah hasil
gubahan Raja Salomo, kira
thn 1020 SM di Yerusalem,
beberapa tahun setelah
Bait Allah selesai
dibangun.
Ia memang adalah
penggubah puisi Ibrani
yang indah (1 Raj. 4:32,
33).
Judulnya itu
sebetulnya adalah
ringkasan dari kata2
pembukaannya, yakni
“Kidung Agung dari
Salomo” (Kid.
1:1).
Menurut naskah
asli bahasa Ibrani kata
demi kata yang
diterjemahkan ke dalam
Alkitab,
Kidung
Agung adalah
“nyanyian dari
segala
nyanyian.”&nb
sp; Kidung Agung
bukanlah kumpulan
nyanyian, melainkan satu
nyanyian, nyanyian yang
amat sempurna. <
/p> Alasan
untuk menulis nyanyian
ini sangat
unik.
Bayangkan, Raja
Salomo yang agung, mulia
dalam hikmat, hebat dalam
kuasa dan mempesonakan
dalam kemasyhuran
kekayaannya,
yang membuat
bahkan ratu Syeba dari
Ethiopia merasa kagum,
tetapi tidak berhasil
mempengaruhi / merayu
seorang gadis dusun yang
berkulit hitam dan
sederhana dari desa
Sulam, yang kepadanya dia
jatuh cinta
berat.
Gadis itu
dibawanya ke
perkemahannya,
ke
istananya, dan
menunjukkan segala
kekayaan / kemegahannya,
tetapi si gadis desa
tetap saja merindukan si
pemuda gembala kekasihnya
(1 Raj. 10:7 ; Kid.
1:1-14 ;
2:3–3:5). &
nbsp;
Salomo
adalah “pencinta
ulung” (the great
lover).
Bayangkan, pada
waktu menulis nyanyian
ini, Salomo sudah
mempunyai isteri 60,
selir 80 dan dara2 tidak
terbilang banyaknya
sedangkan pada akhir
pemerintahannya ia
mempunyai 700 isteri dari
kaum bangsawan dan 300
gundik (Kid. 6:8 ; 1 Raj.
11:3).
Kidung Agung berisi
puisi dan
sajak2
“rayuan
maut” raja Salomo
kepada si gadis.
Karena
cinta kasih si gadis desa
ini teguh, panas bagaikan
“nyala api
YHWH” kepada
kekasihnya si pemuda
gembala, Baginda Raja
Salomo kalah telak dan
akhirnya mengijinkan si
gadis pulang kedesanya
menemui kekasihnya si
pemuda gembala (Kid. 6:13
; 8:5-14).
Karena itu kitab
ini dpt juga disebut
sebagai Nyanyian mengenai
kasih Salomo yang
gagal. <
/p> Namun
demikian, keteguhan si
gadis desa yang sederhana
ini dpt juga diartikan
sbg gambaran dari
keteguhan dan kesetiaan
si “gadis”
atau “mempelai
wanita” nya Kristus
(mempelai pria), yakni
para murid2 dan orang2
kudus yang terpilih untuk
mendampingi Yesus sebagai
raja2 dan imam, yang akan
memerintah bumi Firdaus
dari surga (Dan. 7:18, 22
; Wah. 1:6 ; 5:10 ; Wah.
19:16).
Mereka tidak
“silau” oleh
kemegahan harta benda
duniawi yang ditawarkan
oleh Setan si Iblis
selama hayat mereka di
bumi, melainkan mereka
taat sampai mati karena
setia kepada YHWH dan
kesaksian YESUS KRISTUS
(Wah. 6:9 ; 20:4).
<
/p> <
/p> AMSAL
(Amsal
= nasehat ; Ibrani =
Ma.shal ; jamaknya /
amsal2 = Mish.leh)
<
/p> Kalau
kita baca dan hayati
kitab Amsal,
nasehat2nya masih
terasa tetap relevan dan
“up to date”
di zaman sekarang maupun
di-masa2 yang akan datang
padahal nasehat2 itu
ditulis oleh Salomo
ketika ia memerintah
Israel antara tahun 1037
– 998 Sebelum
Kristus / SM, atau kira2
3000 thn yang lalu (Ams.
1:1). <
/p> Ketika
Salomo di nobatkan
menjadi raja di Israel
menggantikan ayahnya,
Raja Daud pada thn 1037
SM, ia berdoa kepada YHWH
meminta “hikmat dan
pengertian” agar ia
dpt menghakimi umat
Israel yang
besar.
Sebagai
jawabannya, YHWH memberi
Salomo kebijaksanaan,
hikmat dan hati yang
penuh pengertian
disamping kekayaan, harta
benda dan kemuliaan yang
belum pernah ada
tandingannya (2 Taw.1:10
-12 ; 1 Raj.3:12 ; 1 Raj.
4:30, 31).
Hasilnya, Salomo
menggubah 3000 Amsal dan
1005 nyanyian. <
/p> Karena
amsal2 itu sebenarnya
adalah hikmat yang
“telah ditaruh YHWH
di dalam hati
Salomo”, maka
sewaktu mempelajari /
merenungkan buku Amsal,
kita sebenarnya sedang
mempelajari hikmat dari
YHWH sendiri (1 Raj. 10:
23,24).
Pemerintahan
Salomo adalah puncak
kejayaan bangsa Israel,
masa perdamaian dan
kemakmuran, suatu masa
yang aman sentosa (1
Raj.4:20--25). 
; Salomo dikatakan
“duduk di atas
takhta yang ditetapkan
YHWH.”
Salomo mendapat
“keagungan
kerajaan” yang tak
ada bandingnya (1
Taw.29:23 –
25). <
/p> Salomo
yang bijaksana mengatakan
:”Berbahagialah
orang yang mendapatkan
hikmat, orang yang
memperoleh kepandaian,
karena keuntungannya
melebihi keuntungan perak
dan hasilnya melebihi
emas.
Ia lebih berharga
dari pada permata ;
apapun yang kau inginkan
tidak dapat menyamainya .
. . .Memperoleh hikmat
sungguh jauh melebihi
memperoleh emas, dan
mendapat pengertian jauh
lebih berharga dari pada
mendapat perak”
(Ams.3:13-16 ;
Ams.16:16). &
nbsp; <
/span>
Dikatak
an hikmat lebih berharga
dari pada perak emas
permata karena
se-banyak2nya orang
memiliki
“emas-permata&rdquo
; tapi tidak memeliki
hikmat (mengenal YHWH dan
anak-NYA Yesus Kristus),
maka pemiliknya hanya
dapat menikmati hartanya
itu untuk
“sekejap”
saja.
Jabatan / pangkat
akan berakhir ketika
pemiliknya
pensiun.
Harta yang lain,
akan ditinggalkannya
untuk orang lain ketika
pemiliknya mati, mungkin
pada usia 70-80 thn (Maz.
90:10 ; Ams. 13:22).
Untuk selanjutnya, tidak
ada lagi bagian orang tsb
dibawah kolong
matahari.
Namanya pun tidak
akan di-ingat2 lagi
! Ia
sudah hilang lenyap untuk
se-lama2nya. Ia tidak
ikut dibangkitkan pada
akhir zaman.
Namanya tidak ada
dalam buku kehidupan
YHWH.
(Maz. 49:17-20 ;
Maz. 146:4 ; Pkh. 9:6;
Yes. 26:14 ; Wah. 20:12,
13). &
nbsp; &
nbsp;Ams. 11:4
berkata, “Pada hari
kemurkaan harta tidak
berguna, tetapi kebenaran
melepaskan orang dari
maut”
Begitu
lah kalau orang hanya
mengejar hikmat duniawi
tanpa hikmat rohani (Mrk.
8:26 ; Luk. 2:20,
21). &
nbsp; Untuk
mencari hikmat rohani
itu, Salomo mengatakan ;
“Jikalau 
; engkau
mencarinya seperti
mencari perak dan
mengejarnya seperti
mengejar harta terpendam,
maka engkau akan
memperoleh pengertian
tentang takut akan YHWH
dan mendapat pengenalan
akan YHWH”
(Ams.2:4,5). &
nbsp; <
/span> Menurut
Salomo, “permulaan
hikmat adalah takut akan
YHWH, dan mengenal Yang
Mahakudus adalah
pengertian” (Ams.
9:10).
Memang betul ayat
itu, sebagaimana di
katakan juga oleh Yesus
di Yoh. 17:3 ketika Ia
berdoa kepada Bapa
:“Inilah hidup
kekal itu, yaitu
bahwa
mereka mengenal
Engkau (YHWH), satu2nya
Allah yang benar, dan
mengenal Yesus Kristus
yang telah Engkau
utus.”
Dan juga :
“Karena begitu
besar kasih Allah (YHWH)
akan dunia ini, sehingga
Ia telah mengaruniakan
anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang
percaya kepada-Nya (YESUS
KRISTUS) tidak binasa,
melainkan beroleh hidup
yang kekal” (Yoh.
3:16).
<
/p> Hal
mencari hikmat rohani ini
sangat serius, karena
menurut
Salomo,
orang yang
mendapat hikmat itu akan
mendapatkan hidup kekal
dan YHWH berkenan akan
dia, tetapi siapa yang
tidak mendapatkannya akan
merugikan dirinya sendiri
dan semua orang yang
membencinya, mencintai
maut (Ams. 8:35, 36).
<
/p> Kembali
kepada pribadi
Salomo,
Sayang sekali ia
yang pada awalnya adalah
Raja yang soleh dan
diperkenan YHWH, namun di
akhir hayatnya malah
terjerumus dalam ibadah
“gado2”,
yakni mencampur aduk
ibadat sejati dengan
ajaran2 dan berhala2 yang
dianut oleh isteri2nya
yang sangat banyak itu,
sehingga YHWH murka
kepadanya dan menghukum
Salomo dengan memecah
kerajan Israel yang besar
itu menjadi 2
kerajaan.
<
/p> Di
sebelah selatan, Anak
kandung
Salomo,
Rehabeam, hanya
berkuasa atas 2 suku,
yakni suku Yehuda dan
Benyamin, yang kemudian
disebut sebagai kerajaan
Yehuda dgn ibu kotanya
Yerusalem.
Sedangkan di
sebelah utara, yang
terdiri dari 10 suku,
diperintah oleh bekas
hamba Salomo sendiri yang
bernama
Yerobeam,
selanjutnya
disebut sebagai Kerajaan
Israel dengan ibu kotanya
Samaria (1 Raj. 11:4--6,
9-11, 35, 36 ; Pkh.
7:8). &
nbsp; Kita
tidak tahu apakah dengan
kesalahannya
itu
Salomo masih tetap
“diingat”
oleh YHWH dan layak
dibangkitkan atau
tidak. &
nbsp; Demikia
n sedikit tentang Raja
Salomo, penulis Amsal,
Pengkhotbah dan Kidung
Agung.
|