Dapat dipastikan hampir semua orang didunia ini tahu atau setidaknya pernah mendengar kata Flu atau Influenza. Istilah flu atau influenza memang sangat populer. Mungkin karena itulah flu cenderung diremehkan kehadirannya. Padahal, di Amerika Serikat, tercatat 20 ribu orang mati dan lebih dari 100 ribu orang harus dirawat di rumah sakit setiap tahunnya gara-gara terinfeksi virus influenza.
Flu sebenarnya merupakan sekumpulan gejala penyakit yang disebabkan virus. Ada tiga kelompok Virus influenza, yang dapat menyebabkan gejala Flu, yaitu:
1. Virus Influenza A
2. Virus Influenza B
3. Virus Influenza non A non B
Gejala flu itu sendiri sangat bervariasi, dari mulai yang ringan sampai yang berat. Yang ringan seperti pilek dan batuk. Sementara itu, yang berat seperti demam tinggi, sesak napas, sampai radang paru-paru.
Gejala flu yang muncul pada masing-masing orang tergantung pada daya tahan dan respons tubuhnya. Bila daya tahan tubuh penderita baik, gejala yang timbul akan ringan-ringan saja, seperti: Pegal-pegal, pusing, itupun paling tidak hanya bertahan satu-dua hari saja. Namun, bila orang tersebut menderita penyakit radang paru menahun, kurang gizi dan kurang istirahat, gejala flu yang timbul bisa lebih berat, sampai timbul kesulitan bernafas.
Pada umumnya, virus influenza masuk ke tubuh manusia melalui saluran napas. Virus itu masuk melalui udara yang berisi droplets, yang kita hirup saat kita bernapas. Virus akan menyerang saluran napas atas sampai saluran napas bawah. Saluran napas atas mulai dari hidung sampai pita suara, sedangkan saluran napas bawah mulai dari pita suara sampai paru-paru.
Karena Flu termasuk dalam penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, sebab virus dapat diatasi oleh daya tahan tubuh kita sendiri, Virus influenza bisa dihilangkan total dari tubuh kita. Maka serangan virus yang menyebabkan flu akan hilang dengan sendirinya sekitar empat sampai tujuh hari kemudian. Penderita flu hanya perlu meningkatkan daya tahan tubuhnya. Bila suatu saat kita terkena lagi, biasanya karena virus tersebut berubah sifat, strain-nya berubah, sehingga tubuh kita tidak mengenali virus itu lagi. Jadi, kita bisa terkena infeksi berulang bukan karena virus yang ada di tubuh kita itu aktif lagi, tapi karena ada virus baru. Pada dasarnya, penderita flu tak perlu minum obat, apalagi minum obat antibiotika. Karena memang tidak ada antibiotika yang dapat mematikan virus. Obat-obatan yang diperlukan pun hanya sebatas obat simptomatis, seperti untuk menghilangkan batuk dan bersin.
Namun, kita harus waspada jika gejala flu yang muncul sangat berat, seperti:
1. Demam lebih dari dua hari yang tidak sembuh dengan pengobatan biasa
2. Demam sangat tinggi disertai menggigil yang hebat
3. Sesak napas
4. Gejala gangguan pencernaan
5. Diare
6. Muntah-muntah.
Bila terdapat satu atau lebih dari gejala ini, maka sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Hal ini dikarenakan kemungkinan terjadi komplikasi dengan penyakit lain. Komplikasi penyakit lain ini biasanya:
1. Infeksi bakteri sekunder
2. Pneumonia
3. Infeksi otak (encephalitis)
Selain yang menderita penyakit menahun dan kronis, yang perlu waspada juga adalah orang-orang yang memang berisiko tinggi terserang virus influenza. Mereka antara lain:
1. Bayi berusia enam sampai 23 bulan, termasuk pengawasnya (baby sitter)
2. Manula (65 tahun keatas)
3. Wanita hamil
4. Pekerja medis yang berhubungan dengan pasien langsung
5. Anak-anak 6 bulan sampai 18 tahun yang sedang menjalani terapi aspirin dalam waktu yang lama.
Biasanya, orang-orang yang berisiko tinggi terserang virus influenza itu disarankan oleh dokter untuk menjalani vaksinasi setahun sekali. Vaksinasi ini memiliki tingkat keberhasilan menghalau flu sampai 70 persen. Tapi, tingkat keberhasilannya akan menurun jika daya tahan si penerima vaksin melemah. Yang perlu diingat, vaksinasi flu ini tidak dapat diberikan kepada orang-orang yang alergi terhadap telur.
Saat ini juga ada vaksin flu nasal, yang berisi virus influenza yang telah dilemahkan untuk kepentingan vaksinasi. Cara pemakaiannya hanya disemprotkan ke dalam lubang hidung. Vaksinasi Jenis ini dapat dimanfaatkan oleh anak berusia lima tahun sampai orang dewasa yang berusia 49 tahun.
Jenis-Jenis Flu
Bila dilihat dari jenis virus utamanya, flu sebenarnya hanya terbagi dua, yaitu:
1. Influenza A, yang disebabkan virus influenza A
2. Influenza B, yang disebabkan virus influenza B
Karena sifat virus yang sangat mudah bermutasi, membuat jenis influenza juga menjadi banyak. Saat ini kitapun mengenal istilah flu burung, flu Hongkong, flu tulang, dan sebagainya. Itu karena virusnya memang berbeda-beda, baik jenis maupun strainnya. Strain itu artinya dari Jenis virus tertentu terbagi lagi menjadi beberapa jenis virus lain. Seperti flu Hongkong atau flu burung, itu disebabkan salah satu jenis virus influenza A, tapi strain-nya macam-macam, tipenya ada beberapa puluh. Misalnya golongan H atau haemoglobinase dan golongan N atau neoroaminidase.
Flu burung di Hongkong dan yang saat ini menyerang dunia adalah dari subtipe H5N1. Jadi, tipe itu banyak dan gampang sekali berubah. Kalau kita sudah terkena tipe tertentu sekarang dan virus itu kemudian berubah, kita tidak kebal lagi terhadap tipe virus yang sudah berubah itu. Singkatnya, kita mungkin saja bisa kena lagi.
Pada dasarnya semua virus memang memiliki sifat yang sama, yaitu menyerang pejamu dan suka melakukan replikasi, yang berbeda adalah virulensi (derajat infeksi). Bila virulensinya tinggi, virus tersebut mengakibatkan serangan yang berat. Dengan sifatnya yang seperti itu, virus yang tadinya tidak berbahaya dan hanya menyerang burung, misalnya, dapat menyerang dan menjadi berbahaya bagi manusia. Itu sebabnya akhir-akhir ini kita mengenal flu tulang (disebabkan virus parvovirus B19), yang merupakan hasil mutasi berbagai virus flu, antara lain adenovirus dan coxakyvirus.
Gejala yang timbul demam tinggi sampai mengigil terutama malam hari seperti malaria, dan ketika menjelang pagi hari, tubuh akan terasa kaku dan ngilu pada setiap persendian. Ini adalah reaksi antibodi di dalam tubuh untuk melawan antigen virus. Begitupun rasa ngilu yang menyerang persendian. Biasanya, serangan ngilu itu muncul setelah gejala flu biasa telah reda dua sampai empat minggu. Kadang, pada penderita flu tulang juga muncul bercak-bercak merah pada mulut dan kulit, seperti pada penderita demam berdarah atau campak jerman (rubella). Hanya pemeriksaan darah di laboratorium yang dapat memastikan bercak merah itu karena flu tulang atau karena demam berdarah.
Meski penderita flu tulang biasanya membaik setelah tiga minggu, ada baiknya jika Anda terserang gejala-gejala flu tulang segera memeriksakkan diri ke dokter. Pasalnya, selain dapat memicu timbulnya penyakit lain, pengobatan yang tidak sempurna justru akan membahayakan diri Anda.
Flu tulang ini dapat menyerang siapa saja, tanpa kecuali. Namun, yang paling mudah terserang adalah mereka yang sudah lanjut usia. Karena, biasanya, kondisi tubuhnya sudah menurun dan sistem cairan sendinya tidak normal lagi.
Selain flu tulang, di masyarakat juga sering dibicarakan atau sering dilontarkan istilah flu perut. Sebenarnya penyakit ini bukan disebabkan oleh virus flu, meski gejalanya memang seperti flu yang diiringi dengan rasa sakit di perut. Pada orang dewasa, gejalanya termasuk mual-mual, diare, rasa sakit di perut, dan agak demam.
ke atas