Keesaan TUHAN
Materi Beth Midrash (1)
Dibaca sebanyak: 931 kali |     | kirim ke teman
Keimanan agama Kristen berakar-tumbuh dan berkembang dari agama Yahudi, di mana memiliki keyakinan monoteisme yang ketat, suatu kewajiban umat Perjanjian Lama (PL) mengucapkan syahadat (pengakuan iman)-nya, yang di sebut shema’ i) (Ul. 6:4; 1 Tim. 2:5; Yoh. 17:3)...
MAAF! Untuk dapat membaca keseluruhan artikel ini, Anda harus mendaftar sebagai anggota situs ini dan melakukan login.
Jika Anda sudah terdaftar, silakan melakukan login untuk bisa membaca artikel ini
Tanggapan Pembaca:
⇒ Kirim Tanggapan tzione (24 Jan 2008):
 shalom
aleychem, YHWH itu
esa adanya, "sh'ma
yisrael HaShem elohaynu
HaShem echad" YHWH
itu adalah El Avraham, di
dalam Kabbalah ( mistisme
Yudaisme ) YHWH itu Eyn
Sof ( tak terhingga/tak
terbatas ) dan dari
Eyn Sof itu memancar
Sefirot (
hakikat Eyn
Sof ) dari
Sefirot membentuk
t'lita/triun Abba,
ben-Yah dan Emma dan
ketiganya satu dalam Eyn
Sof yang
Esa shalom shem (09 Jan 2008):
 Untuk
Zebaoth, Sebenarnya
bukan terlalu tinggi
dicerna, melainkan kita
masih membaca dengan
paradigma lama, yaitu
dalam konteks cara
pandang Helenis ataupun
Western
Theology. Istilah
Tritunggal pun merupakan
suatu kerancuan dalam
teologi Kristen. Dalam
Kitab Suci tidak pernah
ada istilah
Tritunggal. TaNaKh
maupun Brit Khadasha
sangat jelas mengajarkan
bahwa YHWH itu Ekhad [Ul
6:4-5, Mrk
12:29]. Jika Tuhan
itu Tiga Pribadi,
bagaimana mungkin Yahshua
secara ontologis keluar
dan datang dari Bapa
[Yokhanan 8:42] demikian
pula Ruakh ha Qodesh
[Yokhanan 15:26]? 2
ayat di atas sangat jelas
memberikan indikasi
terarah bahwa baik YHWH,
Firman-Nya dan Roh-Nya
setara dan sehakikat
dalam kekekalan [Kej
1:1-3] dan dalam konteks
historis demi karya
penyelamatan, maka Sang
Firman keluar dan menjadi
manusia Yahshua [Yokhanan
1:14] dan Ruakh ha Qodesh
beriam dalam diri orang
beriman [Kis 2]. Inilah
yang disebut Keesaan Bapa
Putra Roh
Kudus. So,
redefinisi istilah
Tritunggal sekarang juga,
bahkan dekonstruksi
sekarang
juga! Shem zebaoth_08 (28 Des 2007):
 Terlalu tinggi
kayaknya untuk di
cerna... Teman2
bagaimana caranya
menjelaskan
ketritunggalan Allah
kepada Non
Kristen? shem (08 Des 2007):
 Secara historis, tidak
dapat disangkal bhwa
Yitskhaq dan Yishmael
"satu kemah"
dengan Avraham. Dan jika
merujuk Torah, Elohim
yang disembah Avraham
adalah YHWH [Anoki
YaHWeH] Elohey Avraham,
we Elohey Yitskhaq, we
Elohey Ya'aqov...,Kel
3:15]. Logikanya,
sekalipun Yishmael bukan
"ben ha berit",
namun tentunya dia
mewarisi monoteisme
Avraham pada YHWH.
Persoalannya
adalah, Islam mengklaim
bahwa mereka
keturunan Avraham
[tidak ada catatan
arkeologis yang
membuktikan Avraham
pernah membawa Yishmael
mendirikan Ka'bah di
Mekkah, selain Hadits
Islam] namun mereka sama
sekali tidak mengenal
nama Yahweh. Sekalipun
Muhamad mengklaim
"wa ilahuna wa
ilahukum wahid" [Qs
49:26] namun nama Ilah
yang dia maksud adalah
Allah [Qs 20:14, inani
anallahu la ilaha ila
ana, ini pewahyuan Allah
pada Musa, yang berbeda
dengan pernyatan YHWH
pada Moshe dalam Kel
3:15]. Jika memang
Islam benar mengklaim
kesetaraan monoteistiknya
bersumber dari Avraham,
seharusnya mereka
mengenal dan menyembah
Yahweh dan bukan Allah?
Saya setuju dengan
pendekatan "Kemah
Abraham" dalam
menjangkau Islam dengan
menggali unsur-unsur
semitik dalam Kristen dan
Islam sebagai pewaris
semitisme Avraham. Namun
menyamakan begitu saja
"oknum
Ketuhanan" yang
disembah, agaknya
menyulitkan saya untuk
memahaminya.
Shem << sebelumnya | berikutnya >>
total: 4 data
Kategori Artikel: Midrash Dimasukkan pada: 01 Des 2007 oleh: oyr79 Terakhir dimodifikasi pada: 01 Des 2007
|