Secara umum, kita dapat membedakan kanonisasi Perjanjian Lama dan kanonisasi Perjanjian Baru. Dalam ensiklopedi kali ini, kita akan berbicara tentang kanonisasi Perjanjian Lama. Kanonisasi Perjanjian Lama dapat dibedakan antara Kanonisasi Yahudi, Samaritan, dan Kristen. Jika kanonisasi Yahudi dan Samaritan nyaris seragam, kanonisasi Kristen justru beragam. Dalam ensiklopedi ini, akan dibatasi pada kanonisasi Katolik dan Protestan.
Kanon Mula-mula
Tulisan berbahasa Ibrani yang tertua yang pernah ditemukan adalah tulisan yang ditemukan di Gezer dan diperkirakan berasal dari abad ke-8 M. Tulisan itu berisi daftar bulan dalam satu tahun dan hubungannya dengan pertanian, sama sekali tidak berisi teks-teks kitab suci. Naskah-naskah kitab suci tertua yang masih ada diperkirakan berasal dari tahun-tahun setelah itu.
Menurut kitab Makabe, Imam Besar Ezra, pada sekitar tahun 400 SM, tak lama setelah bangsa Israel diizinkan kembali ke negerinya oleh Raja Persia, membawa kitab-kitab Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan) dari Babel ke Israel.
Kumpulan kitab-kitab Musa itu dianggap sebagai Kanon Ezra yang penyusunannya diduga persis seperti susunan yang ada sekarang, mengingat Ezra adalah seorang pakar Taurat Musa.
Dalam 2Makabe 2:13 dikatakan juga bahwa pada periode yang sama, Nehemia menemukan suatu kumpulan kitab mengenai para raja dan nabi, tulisan-tulisan Daud, dan surat-surat para raja mengenai pembayaran nazar. Kedua kitab Makabe (1 dan 2) juga mengatakan bahwa Yudas Makabe mengoleksi kitab-kitab suci. Namun, tidak disebutkan kitab-kitab apa saja itu.
Yesus bin Sirakh, sekitar tahun 180 SM, menyebutkan daftar nama yang urutannya seperti dalam Taurat (Tora), kitab para Nabi (Nevi’im), dan beberapa nama dalam kitab-kitab tulisan atau sastra (Kethuvim). Dalam daftarnya itu, Sirakh tidak menyebut nama Rut, Kidung Agung, Ester, Daniel, dan Ayub.
Septuaginta (LXX): Kanon Aleksandria
Ketika Yunani melakukan ekspansi besar-besaran, dunia memasuki periode Hellenisasi. Pada masa pemerintahan Aleksander Agung, dibangunlah sebuah kota Hellenis di Mesir menurut namanya, yaitu kota Aleksandria, sekitar tahun 332 SM. Di sana, banyak terdapat orang-orang Yahudi yang lari dari Palestina ketika Bait Suci Salomo dihancurkan oleh Babel (586 SM).
Komunitas Yahudi ini mengalami pengaruh langsung dari budaya dan bahasa Yunani (Hellenis), sehingga banyak di antara mereka justru lebih menguasai Bahasa Yunani, sementara Bahasa Ibrani nyaris menjadi bahasa mati.
Melihat hal itu, para sarjana Yahudi yang kira-kira berjumlah 72 orang berkumpul di Aleksandria pada sekitar abad ke-3 sampai dengan abad pertama SM. Mereka menerjemahkan kitab-kitab suci berbahasa Ibrani ke dalam Bahasa Yunani Koine. Terjemahan itu dikenal dengan nama Septuaginta atau disingkat LXX (artinya "tujuh puluh" sesuai jumlah sarjana Yahudi yang menerjemahkannya).
Selama bertahun-tahun, Septuaginta menjadi kanon Yahudi. Naskah ini menyebar di seluruh wilayah berbahasa Yunani dan menjadi dasar penggunaan istilah-istilah teologi dalam Bahasa Yunani yang kemudian juga digunakan oleh para penulis Perjanjian Baru. Dua pakar Yahudi pada waktu itu, yaitu Philo Judaeus (pakar filsafat) dan Yosefus (pakar sejarah) menyebut Septuaginta sebagai inspirasi ilahi.
Kitab-kitab yang masuk dalam Septuaginta berdasarkan urutannya adalah:
1. Genesis (Kejadian)
2. Eksodos (Keluaran)
3. Leuitikon (Imamat)
4. Arithmoi (Bilangan)
5. Deuteronomion (Ulangan)
6. Iesous Naue (Yosua)
7. Kritai (Hakim-hakim)
8. Routh (Rut)
9. Basileion Alfa (1Samuel)
10. Basileion Beta (2Samuel)
11. Basileion Gamma (1Raja-raja)
12. Basileon Delta (2Raja-raja)
13. Paraleptomenon Alfa (1Tawarikh)
14. Paraleptomenon Beta (2Tawarikh)
15. Esdras Alfa (1Esdras)
16. Esdras Beta (Ezra-Nehemia)
17. Esther (Ester)
18. Ioudith (Yudit)
19. Tobit (Tobit)
20. Makkabaion Alfa (1Makkabe)
21. Makkabaion Beta (2Makkabe)
22. Makkabaion Gamma (3Makkabe)
23. Psalmoi (Mazmur)
24. Proseukhe Manasse (Doa Manasye)
25. Iob (Ayub)
26. Paroimiai Solomontos (Amsal 1-29)
27. Ekklesiastes (Pengkhotbah)
28. Asma Asmaton (Kidung Agung)
29. Sofia Salomontos (Hikmat Salomo)
30. Sofia Iesou Seirakh (Hikmat Yesus Sirakh)
31. Osee (Hosea)
32. Amos (Amos)
33. Mikaias (Mikha)
34. Ioel (Yoel)
35. Obdiou (Obaja)
36. Ionas (Yunus)
37. Naoum (Nahum)
38. Ambakoum (Habakkuk)
39. Sofonias (Zefanya)
40. Aggaios (Hagai)
41. Zakharias (Zakharia)
42. Aggelos (Maleakhi)
43. Esaias (Yesaya)
44. Ieremias (Yeremia)
45. Baroukh (Barukh)
46. Threnoi (Ratapan)
47. Epistole Ieremiou (Surat Yeremia)
48. Iezekiel (Yehezkiel)
49. Daniel (Daniel)
50. Makkabaion Delta Parartema (4Makkabe) [oyr79].
ke atas