Artikel
 
Pilih Kategori:
Google

  • Biblika
  • Dari Anda
  • Eksplorasi Alkitab
  • Ensiklopedi Teologi
  • Episcopal Messages
  • Info
  • Kesehatan
  • Khotbah...
  • Midrash
  • Tajuk
  • Semua Artikel
  • Bilangan
    Kumpulan Sensus?

    Dibaca sebanyak: 582 kali | | kirim ke teman

    Oleh: Yosi Rorimpandei
    Beri nilai artikel ini: bintang (5 terbaik dan 1 terburuk)

    Dalam tradisi Ibrani, nama kitab ini adalah Wayedabber (dan IA berkata/berfirman) yang merupakan kata pertama dari kitab ini dalam Bahasa Ibrani. Nama lain yang juga digunakan dalam Sinagoge Yahudi adalah Bemidbar (di gurun), diambil dari kata kelima pada pasal 1:1.


    baca lanjutan


    Septuaginta (LXX) memberi nama Arithmoi, yang artinya “angka-angka” atau “nomor-nomor.” Nama yang sama digunakan oleh Vulgata, Numeri, yang kemudian menjadi nama yang populer dalam berbagai terjemahan lain, termasuk terjemahan Inggris (Numbers) dan Indonesia (Bilangan).

    Penamaan ini berangkat dari upaya para Rabbi Yahudi untuk memberi nama kitab-kitab Tora berdasarkan tema, tidak lagi berdasarkan kata pertama atau salah satu kata dari ayat pertama. Nama Arithmoi (Bilangan) diberikan karena keempat pasal pertama dari kitab ini berbicara tentang angka-angka yang merupakan hasil sensus.

    Nama lain yang juga dikenal di antara orang Yahudi adalah Sefer Pikkudim (Kitab Kumpulan atau Kitab Survei). Origenes, menyebut kitab ini dengan nama Kodim, yang juga berarti “kumpulan” atau “survei.”

    Karena hanya berangkat dari empat pasal pertama, banyak penafsir Yahudi tidak begitu setuju dengan pemberian nama tersebut. Menurut mereka, kitab ini tidak semata berisi tentang data survei, tetapi di dalamnya terkandung begitu banyak kumpulan cerita yang cukup kompleks: narasi historis, teks hukum, naskah ritual, dan tradisi masyarakat.

    Penulis dan Waktu Penulisan

    Di kalangan Yahudi, kitab ini diyakini sebagai hasil karya Musa. Namun, para peneliti modern menduga bahwa kitab ini terdiri dari tiga sumber: P, Y, dan E, dimana sumber P mendominasi sebagian besar isi kitab ini. Pasal 22-24 agak sulit untuk diterima sebagai salah satu dari ketiga sumber tersebut. Karena itu, sebagian penafsir menduga bahwa ketiga pasal tersebut berasal dari sumber lain yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan ketiga sumber itu.

    Mengenai waktu penulisan, N.H. Ridderbos mengungkapkan bahwa kita bisa saja berasumsi bahwa substansi hukum yang tertuang dalam kitab ini berasal dari zaman Musa. Namun, menurutnya, kita tidak mengetahui kapan pastinya kitab ini menjadi utuh seperti yang sekarang kita baca.

    Periode panjang antara Musa dengan periode pasca-pembuangan di Babel, dimana upaya pengumpulan kembali naskah-naskah Tora, kitab para nabi, dan naskah-naskah sastra Yahudi dimulai, memungkinkan terjadinya re-interpretasi terhadap naskah-naskah kuno, sehingga penyesuaian teologi pun bisa saja terjadi.

    Dalam tradisi Yudaisme, hal semacam ini adalah hal yang lazim, sebab Yudaisme menganut prinsip sebagai agama keadilan sosial, bukan agama vertikal (agama yang lebih menekankan aspek ketuhanan ketimbang kemanusiaan). Artinya, Yudaisme senantiasa melakukan kontekstualisasi terhadap pemikiran mereka dengan lingkungan dimana mereka berada.

    Isi

    Setidaknya ada empat isi penting dalam kitab ini:

    1. Kesetiaan YHWH tidak akan pernah berubah (23:19), namun ini bukan berarti bahwa IA tidak dapat merubah keputusan-NYA (bnd. 14:11 dst)

    2. Penekanan pada kekudusan YHWH

    3. Ketentuan-ketentuan hukum yang sangat rinci

    4. Hukuman YHWH bagi Israel yang tidak setia

    Pembagian

    Nili S. Fox membagi kitab ini berdasarkan kriteria geografis dan motif-motif ideologis ke dalam tiga bagian besar:

    1. Perkemahan terakhir di Sinai serta persiapan melanjutkan perjalanan di padang gurun (1:1-10:10)

    Tema utama bagian ini terpusat pada pengaturan kemah Israel di sekitar Tabernakel dan pemeliharaan kemurnian penyembahan di dalam kemah, sebagai jaminan kehadiran YHWH

    2. Perjalanan dari padang gurun dari Sinai ke Moab (10:11-22:1)

    Bagian ini tersusun atas rangkaian narasi yang terjalin dalam suatu garis cerita yang diselingi dengan hukum-hukum pengudusan, ketetapan melawan pelanggaran-pelanggaran hukum tertentu, dan proses-proses penebusan

    3. Perkemahan di Dataran Moab dan persiapan memasuki Kanaan (22:3-36:13)

    Bagian ini bercerita tentang perkemahan umat Israel di sebelah timur Yordan, di seberang Yerikho, dimana tujuan terakhir mereka (Kanaan) sudah nampak di depan mata [oyr79].


    ke atas
    Masukkan Username/Email dan Password Anda
    untuk login ke situs ini

    Username/Email:

    Password:

    Daftar | Lupa password

    Shalom 38.107.191.102!

    Jika Anda merasa bahwa artikel ini penting untuk dibagikan ke teman Anda, silakan kirim ke teman Anda

    Atau beri nilai artikel ini:
    bintang (5 terbaik dan 1 terburuk)
    Kategori Artikel: Biblika
    Dimasukkan pada: 06 Nov 2007 oleh: oyr79
    Terakhir dimodifikasi pada: 21 Nov 2007

    Tanggapan Pembaca:

    Kirim Tanggapan

    Belum ada tanggapan...

    SILAKAN LOGIN UNTUK BISA MEMBERIKAN KOMENTAR


    << sebelumnya | berikutnya >>
    total: 0 data

     
    LOGIN: Username/Email: Password:
    Jika Anda memiliki masalah, silakan hubungi salah satu admin kami yang online:
    mi_anokhi Kirim pesan oyr79 Kirim pesan varry Kirim pesan