Istilah "iman" biasanya dikonotasikan dengan sejumlah definisi dan konsepsi
keagamaan yang sangat bernuansa 'teologis.' Sikap percaya, yakin, taat, patuh,
pasrah dan konsisten merupakan beberapa kata kunci yang sering menjelaskan makna
iman.
baca lanjutanPengertian semacam ini disadari atau tidak membawa implikasi pada sebuah
pemahaman iman yang cenderung memisahkan antara iman dan pengetahuan, yang dalam
tradisi Ibrani sebenarnya dua hal itu menjadi satu (integral), tidak dipisahkan
satu dengan lainya.
Dalam kitab Amsal, Salomo mengungkapkan bahwa "hikmat" (khokhma)
adalah sejajar dengan "pengetahuan" (tabun). Keduanya melahirkan iman
yang bersumber dari lev (hati) dan 'orma (kecerdasan).
Hal ini menunjukkan bahwa iman haruslah integral di dalamnya "hikmat" dan "pengetahuan." Tidak bisa iman hanya bersumber dari
"hikmat" karena akan
melahirkan sikap keagamaan yang mistik. Sementara, iman yang hanya bersumber
dari "pengetahuan" akan melahirkan sikap keberagamaan yang sekuler.
Secara umum adalah lumrah jika bentuk keyakinan dan kepercayaan memerlukan
pengetahuan, bahkan harus! Sebab, kitab suci sebagai landasan iman kita hadir
melalui proses yang melibatkan kedua unsur tersebut. Demikian juga proses
perumusan dogma gereja tidak lepas dari peran "hikmat" dan "pengetahuan."
Maka, untuk mencapai kedewasaan iman, keduanya hendaklah saling melengkapi
dan menyeimbangkan.
Tak bisa lagi iman dibiarkan bermodalkan "hikmat" tanpa dilandasai sebuah "pengetahuan." Sebab, hal ini dapat menjadikan iman itu rapuh tanpa isi. Begitu
juga iman bermodalkan "pengetahuan" semata, tak bisa lagi dibiarkan menjulang
tinggi tanpa dipayungi oleh "hikmat", sebab lambat laun ia akan terjatuh pada
kehampaan dan kemiskinan sepiritual.
Dengan demikian secara sederhana bisa kita rumuskan:
Iman = Hikmat + Pengetahuan
Marilah dalam perayaan Khanukka, Natal serta memasuki Tahun Baru 2007 ini,
iman kita semakin didewasakan. Bukan lagi iman yang pincang, tetapi iman yang
dilandasi oleh "hikmat" dan "pengetahuan" untuk mencapai "mahkota" (keter)
ilahi! [JRC]
ke atasabelano (18 Mar 2009):
Sangat setuju sekali!
dengan kata lain ketika
seseorang kehilangan rasa
takut (Menghormati
kedaulatanNya didalam
segala sesuatu), maka
Imannya berarti mati
jarena tumpulnya pikiran.
JBU
|
oyr79 (18 Mar 2009):

Science (sains)
kalau dilihat dari akar
katanya kan berasal dari
kata
scientia dalam
Bahasa Latin, yang
artinya
"pengetahuan"
(Ibrani:
da'ath). Cob
a perhatikan Amsal 1:7
dalam terjemahan
Latin:
timor Domini principium
scientiae "takut akan TUHAN
adalah prinsip
sains" J
adi, sains juga adalah
bagian dari anugerah
TUHAN, dan ia akan
bermanfaat jika digunakan
dalam kerangka kemuliaan
TUHAN. Artinya,
sains yang ditujukan
untuk kebaikan adalah
sains yang harus
diperjuangkan bersama
oleh gereja.
|
abelano (17 Mar 2009):
 Bagaimana tanggapan
anda soal
Science? Salam
|
oyr79 (13 Nov 2007):
 Sebetulnya perayaan
Natal pada 25 Desember
hanyalah mewarisi
perayaan yang
dilegalisasi oleh Kaisar
Konstantinus pada 336
M. Perayaan Natal,
jika ingin dirayakan
secara tepat, semestinya
mengacu pada penanggalan
atau almanak
Ibrani. Namun,
sebaiknya kita tidak
terjebak pada perbedatan
soal tanggal, lalu
kehilangan esensi
Natalnya.
|
shem (13 Nov 2007):
 Shalom
Alaika, Saya
sepakat. Gereja/Qahal
Mesianik di Indonesia
"hampir-hampir"
kedodoran dalam hal
"Daat",
"Binah",
"Khokmah".
Pengaruh Pietisme dan
Kharismatikalisme [saya
tidak sepenuhnya menolak
fenomena ini, karena saya
pernah melewati fase ini
dan mengalami pencerahan
ketika berada di fase
ini], telah mengebiri
peranan
"khokmah",
"binah" dan
"daat" dan
mendudukan dalam posisi
yang inferior.Hasilnya?
dapat diduga,
Gereja/Qahal Mesianik di
Indonesia lebih banyak
berkutat dengan persoalan
"pujian dan
penyembahan" namun
sangat jarang memberi
ruang bagi "berpikir
kritis",
"perbedaan
pendapat",
"pengkajian teologis
yang komprehensif".
Ketika mendengar istilah
"teologi", ada
suatu prasangka sebagai
hal yang memadamkan
iman. But, tentang
natal, boleh khan beda
pendapat? silahkan
mengkaji artikel saya
dengan judul benarkah
Yahshua lahir Tgl 25
Desember? di
messianic-indonesia.c
om Leh
it
Raot S
hem
|