Siapakah Manusia?
Mazmur 144:3-4
Dibaca sebanyak: 734 kali |     | kirim ke teman
Oleh: Yosi Rorimpandei
Ada sebuah tradisi dalam masyarakat Yahudi hingga kini yang disebut Yizkor. Tradisi ini adalah tradisi untuk memperingati akan kepergian seseorang atau sekelompok orang, baik itu yang meninggal karena sakit, usia lanjut, kecelakaan, hingga mereka yang meninggal sebagai martir. Dalam tradisi ini, mereka yang sudah meninggal didoakan agar diperhatikan oleh TUHAN. baca lanjutan
Yang menarik dari tradisi Yahudi ini adalah diawalinya doa dengan rangkaian Mazmur yang intinya mengingatkan betapa lemahnya manusia. Rangkaian Mazmur itu diawali dengan Mazmur yang menjadi nats kita pada hari ini (Mzm. 144:3,4) yang kemudian dilanjutkan dengan Mazmur 90:6, 12; 37:37; 49:16 dan 73:26 yang diakhiri dengan Pkh. 12:7. Kalau kita perhatikan rentetan Mazmur tersebut, maka akan kita temukan sebuah pengajaran yang luar biasa di dalamnya. Dia diawali dengan suatu penyangkalan akan kemuliaan manusia, sebuah pengakuan akan ketiadaartiannya manusia ini, sehingga manusia dikatakan seperti angin dan bayangan, yang tak diketahui kapan datangnya dan kapan berakhirnya. Pemazmur mau mengatakan bahwa nilai nyawa seorang manusia tak lebih daripada hembusan angin. Ia bahkan tak kuasa untuk menahannya ketika maut harus mengambilnya. Ia hanya bisa berdiam diri di depan penguasa kegelapan dan kemudian hilang lenyap. Pemazmur sebetulnya sedang berusaha menggambarkan suasana hatinya yang selalu berhadapan dengan maut. Ia berhadapan dengan begitu banyak musuh. Kapan saja nyawanya bisa direngut akibat sabetan pedang atau oleh anak panah musuh-musuhnya. Ia bahkan berhadapan dengan gejolak politik dalam istananya sendiri, ketika mulai ada suara-suara usil yang bermaksud menggoyahkan kedudukannya. Dalam suasana yang demikian, pemazmur mau mengatakan bahwa sesungguhnya kita seperti sedang berada di tengah medan perang. Berdiri di antara hujan peluru dalam kepungan tentara-tentara musuh. Dalam keadaan dimana kita sepenuhnya hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri sementara kita merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Inilah realitas kehidupan manusia yang sebenarnya. Dan inilah realitas kehidupan kita. Inilah juga yang diingatkan orang Yahudi dalam ritual Yizkor. Belajar memahami bahwa kunci keberhasilan dalam hidup hanyalah dengan mengandalkan TUHAN. Kesuksesan, popularitas, kejayaan, dan kekayaan boleh-boleh saja melarutkan kita dalam kenikmatan hidup. Membuat kita merasa memiliki dunia ini seorang diri, sehingga apapun boleh kita lakukan tanpa ada yang bisa menghalangi. John Lennon, seorang penyanyi legendaris yang sangat terkenal itu, pernah mencapai kesuksesan luar biasa bersama kelompoknya The Beatles. Album mereka mampu terjual hingga jutaan copy di berbagai penjuru dunia. Bahkan lagu-lagunya menduduki tangga chart teratas di berbagai negara. Mereka boleh dikatakan telah meraihdan menguasai hati milyaran penggemarnya di seluruh dunia. Akibat kesuksesan mereka, Sang Ratu Inggris yang semula mereka muliakan akhirnya berkenan memberikan penghargaan dan penghormatan kepada mereka. Dalam posisi ini, mereka telah melebihi popularitas Sang Ratu itu sendiri, sehingga orang-orang Inggris yang melihat pemberian penghargaan itu lebih terpikat melihat penampilan The Beatles dibanding penampilan Ratu mereka sendiri. Ketika sebuah stasiun televisi mewawancarai John Lennon, Lennon dengan bangga memproklamasikan bahwa ia kini lebih populer dibanding Yesus. Ia telah merebut hati banyak orang oleh karena kesuksesan kelompoknya. Tak berapa lama kemudian stasiun televisi yang sama mengabarkan bahwa Lennon tewas ditembak oleh penggemarnya sendiri. Menjelang ajalnya, Lennon dengan suara serak meminta maaf atas ucapannya terdahulu yang telah melecehkan Penebus dosa-dosanya. Dengan penyesalan itulah Lennon mengakhiri karirnya. Gede Prama, seorang inspirator yang pemikirannya kini banyak dikutip media-media massa mengatakan, “Manusia adalah asing di dunia ini. Dan manusia adalah yang diasingkan. Satu-satunya rumah bagi manusia adalah tubuhnya sendiri, tapi banyak orang telah mengorbankannya untuk mendapatkan rumah yang mereka pikir lebih indah.” Mengapa manusia jarang mensyukuri hidupnya, oleh karena ia tidak pernah menyadari bahwa tubuhnya adalah anugerah TUHAN yang paling komplit. Dalam Ilmu Alam, tubuh manusia adalah penjelmaan dari alam semesta yang sangat luas ini. Proses pergerakan setiap anggota tubuh kita saja telah sedemikian uniknya, sehingga tangan tidak pernah bertengkar satu dengan yang lainnya. Kaki kanan tidak ingin menempuh arah yang berbeda dari kaki kiri, dan mata kanan tidak ingin membiarkan mata kiri meluputkan apa yang dilihatnya. Yang mau saya sampaikan adalah: Marilah perayaan semacam ini tidak kita jadikan suatu momen peringatan semata atas orang yang kita cintai. Dia yang telah pergi tidak mungkin kembali. Namun, kepastian iman kita mengatakan bahwa dia tidak sendirian. Ia kembali kepada Sang Pencipta. Karena itu, bukan dia lagi yang menjadi masalah, tapi kitalah masalah itu sekarang. Adakah sebuah kematian menyadarkan kita betapa berartinya hidup kita ini? Ataukah kita akan terus-menerus bersungut-sungut oleh karena kegagalan usaha kita, keruwetan rumah tangga kita, dan berbagai problem kehidupan lainnya? Jika masalah selalu membuat kita lupa untuk mensyukuri hidup kita, maka apa bedanya kita dengan para pencari sensasi kehidupan? Seolah-olah hidup ini hanya punya arti ketika kita menemukan sebuah sensasi. Ketika Yesus membangkitkan anak Yairus, ia menitipkan pesan kepada orang-orang yang menyaksikan itu untuk tidak menyebarkan apa yang baru saja terjadi. Sebuah mujizat besar yang mestinya dapat mempopulerkan Yesus bahkan bisa melebihi popularitas seorang kaisar Romawi. Mengapa itu tidak dilakukannya? Sensasi bukanlah tujuan sebuah perjuangan hidup. Yang terpenting dalam hidup ini adalah bagaimana menghargainya dan mensyukurinya sebagai anugerah terindah yang pernah kita miliki. Kesempatan hidup hanya sekali, maka gunakanlah kesempatan itu sebaik mungkin, amin! ke atas
Tanggapan Pembaca:
⇒ Kirim Tanggapan marjohan (15 Okt 2008):
 KEMATIAN
strong> Ketika memberikan
kata2
penghiburan/sambutan
dalam suatu peristiwa
kemalangan, /meninggal,
kita sering mendengar
orang berkata :
“hal itu sudah ke
hendak Tuhan”
atau
“itu sudah
takdir dari Tuhan”
atau “dia sudah
dipanggil oleh
Tuhan” atau
“dia sudah kembali
ke rumah Bapa” atau
“kembali ke
sisi-NYA” atau
“Dia (si mati)
sudah berada disisi Tuhan
atau
kata2
lain yang nadanya
sejenis.
Ada juga yg
mengatakan bahwa
orangtua, kakek-nenek
moyang kita yang sudah
meninggal, sudah menjadi
sempurna (setelah mati)
dan malahan dapat
mendoakan/memberkati kita
yang masih
hidup.
Betulkah demikian
?
<
/p> Apa kata Alkitab
tentang
hal orang yang
telah mati
? <
/p> -  
;
&
nbsp;
Apakah YAHWE
menciptakan /merancang
manusia untuk mengalami
kematian
?<
/p> -  
;
&
nbsp;
Apakah orang
mati karena dipanggil
atau kehendak YAHWE
?<
/p> -  
;
&
nbsp;
Apakah orang
yg mati bisa
mendoakan/memberkati
orang yg hidup atau
sebaliknya
?<
/p> -  
;
&
nbsp;
Apakah orang
yg mati naik ke Surga dan
berada disisi-NYA
?<
/p> <
/span> LATAR
BELAKANG SINGKAT
: YAHWE itu MAHA
SEMPURNA, karena itu
semua ciptaannya juga
adalah sempurna.
Ketika
menciptakan Adam &
Hawa, IA merancang mereka
dengan
sempurna.&nb
sp; Sebagai mahluk
sempurna, Adam dan
Hawa
dirancang YAHWE
untuk hidup
kekal selama
lamanya dan
demikian juga dengan kita
umat manusia keturunan
mereka. Ketika selesai
mencipta, Alkitab berkata
: maka YAHWE melihat
segala yang dijadikan-NYA
itu, sungguh amat
baik.
Bayangkanlah kalau
Sang Maha Perancang
berkata sungguh amat baik
atas suatu hasil karya,
pastilah karya itu memang
sangat sempurna
!! <
/p> Kejadian 1:31 Maka
YAHWE melihat segala yang
dijadikan-Nya itu,
sungguh amat
baik…..
IA
menempatkan Adam dan Hawa
di FIRDAUS
EDEN atau Taman
Kesenangan (FIRDAUS =
Taman ; EDEN =
Kesenangan).
IA memberkati
mereka dalam suatu
perkawinan kudus dan
memerintahkannya untuk
berkembang biak, memenuhi
seluruh penjuru bumi,
menjadi umat-NYA
yang setia, taat
dan dan
menugaskan
mereka untuk
mengolah / menjadikan
seluruh Bumi menjadi
Firdaus, suatu Taman
tempat tinggal yang tidak
kekurangan apapun dan
tanpa penderitaan apalagi
kematian
(Kej.1:1, 26,
27, 28, 31 ;
Kej.2:15).
Jadi itulah
RENCANA YAHWE, yaitu
merencanakan Adam &
Hawa dan seluruh
keturunannya untuk hidup
kekal se-lama2nya di
Firdaus Eden dan
memelihara bumi tsb
dengan segala isinya,
yakni tumbuh2an dan
hewan2 namun
dengan satu syarat :
mereka harus terus TAAT
kepada YAHWE.
<
/p> Kepada Adam dan
Hawa, YAHWE berkata
:
….
semua pohon
dalam Taman ini boleh kau
makan buahnya dengan
bebas, tetapi pohon
pengetahuan ttg yang baik
dan yang jahat itu,
janganlah kau makan
buahnya, sebab pada
hari engkau memakannya,
pastilah engkau
mati
<
/span>
(Kej.2:16,17).
Jadi kalau buah
terlarang itu tidak
dimakan, Adam
&
Hawa tidak akan
mati dan akan tetap hidup
sampai sekarang, sampai
se-lama2nya. Karena
mereka hidup kekal, maka
akan kekal pula kehidupan
kita seluruh umat manusia
anak2 keturunan mereka,
sehingga kita dapat
mengenal seluruh kakek
nenek moyang kita dan
juga semua anak cicit
buyut keturunan kita
masing2 kelak.
<
/p> Sayang mereka
tidak taat kepada YAHWE.
Mereka lebih percaya
kepada
Beelzebul, Setan si Iblis, yang
datang menipu mereka
dengan menjelma sebagai
seekor Ular, shg mereka
memakan buah yang
dilarang YAHWE untuk
mereka makan
(Kej.3:1-6 ;
Mat.
12:24).
Pada saat mereka
mengambil dan memakan
buah terlarang itu,
mereka telah berdosa dan
menjadi tidak kudus
sehingga TIDAK
SEMPURNA
lagi. Mereka
menjadi sakit2an, tua,
tidak berbahagia, dan
akhirnya
mati.
Hal yg sama juga
berlaku bagi
keturunan2nya, karena
kita keturunan mereka
mewarisi dosa dan ketidak
sempurnaan tsb dari
mereka (Im.19:2; Rm.3:23;
5:12). <
/p> Demikian juga
seluruh hewan atau pun
bumi.
Tidak sebagaimana
rencana YAHWE semula,
semuanya menjadi terkutuk
karena sudah kehilangan
kemuliaan-NYA. 
; Itulah sebabnya
tanah sudah tidak sesubur
aslinya lagi, banyak
semak belukar, tandus /
gersang,
gurun.
Bumi sering
dilanda mala petaka /
bencana.
Sebagaimana
manusia, hewan pun
menjadi sangat kesakitan
/ menderita ketika
mencari makan dan
melahirkan.
(Kej.3:16-19).
font>
Pada mulanya
semua hewan hanya memakan
tumbuh2an tetapi kemudian
hewan saling
memangsa.
Manusia pada
mulanya adalah penguasa
atas hewan2 tetapi kini
hewan terkadang juga
memangsa manusia
(Kej.1:28; 1
Raj.13:24).
<
/span> <
font size="3">Jadi semestinya
Adam & Hawa dan kita
umat manusia keturunannya
dapat hidup kekal di bumi
ini se-lama2nya,
sejahtera tanpa
kekurangan/penderitaan
apapun, tapi dengan
syarat Adam & Hawa
HARUS TETAP TAAT kepada
Hukum2 YAHWE.
IA
memperingatkan Adam bahwa
ketidaktaatan akan
mengakibatkan kematian !
(Kej.2:17;
3:3)
Kejadian
2:17
“tet
api pohon pengetahuan ttg
yang baik dan yang jahat
itu, janganlah kau makan
buahnya, sebab pada hari
engkau memakannya,
pastilah engkau
mati”.
em>
<
font size="3"> Kejadian 3:3
“…
Jangan kamu
makan ataupun raba buah
itu, nanti kamu
mati." <
/span> artinya
, kalau
buah tsb tidak dimakan
berarti mereka tidak akan
mati !
JADI, ORANG MATI
BUKANLAH KARENA
KEHENDAK/DIPANGGIL ATAU
TAKDIR DARI YAHWE TETAPI
ADALAH
AKIBAT/KONSEKWENSI/UPAH
DARI DOSA
!<
/font> <
/span> ARGUMENTASI
: 1.  
;
Walaupun
Adam akhirnya ternyata
tidak taat, YAHWE tetap
masih mengijinkan dia dan
keturunannya yg mula2
berumur sampai hampir
1000 thn (Kej.5:
5,8,11,14).
Namun karena dosa
dan kedurhakaan manusia
ber-tambah2, YAHWE
“membatasi”
umur
rata-rata manusia sampai 120 thn
saja (Kej.6:3) namun dlm
kasus2 tertentu, khusus
bagi orang2 yg IA kasihi,
batasan itu tidak
berlaku.
Misalnya, Abraham
dpt mencapai usia 175 thn
(Kej.25:7), Ayub sampai
“tua dan lanjut
umur.”
Banyak akhli yg
mengatakan bahwa Ayub
hidup sampe 350 Thn
(Ayb.42:16,17),
Umur Ishak 180
tahun (Kej.35:28), Yakub
hidup sampe 147 thn (
Kej.47:28).
<
font face="Times New
Roman" size="3">
2.  
;
Merekalah
contoh orang yg boleh
kita sebut dapat BONUS
karena mereka diberi usia
lanjut melebihi usia
rata-rata (menurut
standar YAHWE), yakni 120
thn (Kej.6:3).
YAHWE juga dulu
memperingatkan orang
Israel agar bertobat
supaya tidak mati sebelum
waktunya, yakni sebelum
berumur120 thn, umur
rata2 setelah peristiwa
air bah (Kej.6:3).
<
/span> 3.  
;
Setelah
Adam & Hawa jatuh
dalam dosa, mereka sudah
tidak sempurna lagi
dan
hukumannya adalah
kesengsaraan dan akhirnya
kematian.
Kematian adalah
puncak dari ketidak
sempurnaan dimata
YAHWE (Kejadian
3:16-19)
<
/p> 4.  
;
Ketidaksempurnaa
n, kesengsaraan dan
akhirnya kematian itu
diteruskan/diturunkan/diw
ariskan oleh Adam &
Hawa kepada kita semua
keturunannya, umat
manusia sehingga seluruh
manusia menjadi
tidak sempurna,
kehilangan kemuliaan
YAHWE dan akhirnya harus
mengalami
kematian.
Bahkan anak bayi
atau yang masih dalam
kandunganpun seringkali
harus mengalami akibat
dosa2 warisan itu
(Mz.51:7; 58:4; Rm.3:23 ;
5:12;
6:23). <
/span> 5.  
;
YAHWE tidak
pernah menginginkan
kematian orang fasik
tetapi adalah pertobatan
mereka agar mereka
HIDUP.
Bayangkanlah,
sedangkan orang yang
Fasik saja tidak
diinginkan YAHWE
kematiannya apalagi orang
yang dosanya belum
terbilang fasik (2
Sam.14:14; Yeh.18:23;
31:11).
6.  
;
Ketika Lazarus,
anak Yairus atau anak
tunggal seorang janda
meninggal, Yesus sangat
sedih bahkan sampai
menangis (Mrk.5:22-43;
Luk.7:12-15; 8:41-55;
Yoh.11:35-38). 
; Dengan kuasa
BAPA yg dikaruniakan
kepada-Nya, Ia lalu
membangkitkan/menghidupka
n mereka kembali dari
kematian.
Pertimbangkanlah,
jika kematian mereka
adalah karena dipanggil
atau karena kehendak
BAPA, maka
:
-  
;
Untuk apa Yesus
harus merasa sedih atau
bahkan sampai menangis ?
Bukank
ah itu adalah kehendak
atau karena dipanggil
BAPA-Nya
? -  
;
Untuk apa Yesus
menentang BAPA-Nya dgn
membangkitkan mereka dari
kematian jika kematian
mereka karena dipanggil
BAPA ?
-  
;
Menurut Yesus,
orang mati itu sama
dengan tidur nyenyak.
Lazarus sudah mati selama
4 hari, tetapi Yesus
mengatakan ia sedang
tidur.
Orang yang tidur
nyenyak tidak tahu/ingat
apa2, tidak sadar apa2
dan tidak pindah
ke-mana2.
Mereka tetap
ditempat
tidurnya.
p> Demikian juga dgn
orang mati, mereka tidak
naik ke Surga melainkan
tetap dalam kuburnya,
kembali menjadi
tanah/debu (Kej.3:19;
Pkh.3:20).<
/strong> -  
;
Setelah Lazarus
dibangkitkan Yesus, ia
tidak cerita apa2 ttg
sesuatu yang dialaminya
ketika ia masih mati
dialam kubur. Kalau ada
pengalamannya, misalnya
tentang keberadaannya di
Surga, disisi BAPA, pasti
ia akan mencerikannya dan
pasti akan
ditulis/dicatat di
Alkitab.
Itulah bukti bahwa
orang mati memang tidak
sadar atau tidak tahu
apa2 shg tidak mungkin
bisa menolong atau
mendoakan orang yang
masih
hidup. <
p style="margin: 0in 0in
0pt 0.25in"
class="MsoNormal"> <
/p>7.  
;
Sebenarnya
Beelzebul, Setan si
Iblislah yang harus
dipersalahkan atas setiap
kekacauan, penderitaan
dan kematian umat manusia
sejak awal sampai
sekarang dan seterusnya,
karena si Beelzebul-lah
yang menghasut Adam &
Hawa untuk memberontak
terhadap YAHWE sejak mula
pertama
kalinya.
Itulah sebabnya
Yesus menyebut si
Beelzebul, Setan si
Iblis, si Ular Tua ini
sebagai PEMBUNUH MANUSIA
YANG SEMULA dan oleh
karena itu adalah DUSTA
yg mengatakan bahwa orang
mati adalah karena sudah
dipanggil Tuhan
(Yoh.8:44).
8.  
;
Sebagaimana
Penjahat professional
yang selalu berusaha
untuk menghilangkan jejak
kejahatannya, demikian
jugalah si
Beelzebul.
Sejak dahulu kala
hingga saat ini diseluruh
dunia, Beelzebul, Setan
si Iblis itu tidak pernah
di-sebut2 sebagai
penyebab semua
penderitaan
manusia.
Justru manusia
menyangka bahwa
malapetaka2 atau
pencobaan itu berasal
dari YAHWE, padahal
IA
tidak mencobai siapapun
(Yak.1:13).
9.  
;
Jika kita turut
berfikir dan mengatakan
bahwa mala-petaka,
cobaan, kematian atau
kemalangan2 lainnya itu
berasal dari YAHWE,
sebenarnya kita sedang
mendukung dusta si Iblis
dan YAHWE akan mengadili
kita sesuai dengan
ucapan2 kita karena
sebenarnya IA adalah MAHA
PENGASIH dan
rancangan-NYA adalah
DAMAI SEJAHTERA
(Rm.10:10; Mz.25:10;
Yes.48:18; Yer.29:11; 1
Yoh.4:8;
Yoh.8:44)
p>
10.
Saran :
Janganlah kita terus
ikut2an berkata seperti
yang diatas itu tetapi
harus berani meluruskan
hal2 yang tidak sesuai
dengan Alkitab, apalagi
jika kita terbilang orang
yang dituakan yang akan
sering berbicara didepan
umum memberi sepatah-kata
dalam acara2 penghiburan
atau sejenisnya karena
jika kita katakana
sesuatu yang bukan
berasal dari YAHWE,
berarti kita mendukung
dusta Iblis atau sudah
menambahi firman-NYA dan
itu berbahaya karena akan
mendatangkan hukuman
(Ams.30:6; Wah.21:8;
Wah.21:8).<
/p>
11.
Beelzebul si
Ular Tua itu disebut
Setan yang artinya
Penentang (bhs. Yunani :
has.Sa.tan’) dan ia
juga adalah pendusta
sekaligus pemfitnah YAHWE
karena itu ia juga
dinamai
“Iblis” =
pendusta / pemfitnah,
bhs.Yunani : ho
di.a’bo.los’<
/font> <
p style="margin: 0in 0in
0pt 0.5in"
class="MsoListParagraph">
Wahyu
12:9
Dan naga besar
itu, si ular tua, yang
disebut Iblis atau Satan,
yang menyesatkan seluruh
dunia, dilemparkan ke
bawah; ia dilemparkan ke
bumi, bersama-sama dengan
malaikat-malaikatnya. <
/p> APAKAH
ORANG MATI MASIH EXIST
DAN DAPAT MENDOAKAN ORANG
YANG HIDUP ATAU
SEBALIKNYA ??
:
<
/p> Banyak anak yatim
piatu yang dianiaya oleh
ibu tiri atau orang lain
yang memelihara mereka,
namun Roh Ayah bunda
mereka tidak datang
menolong mereka. Jika
seandainya roh mereka
bisa berbuat sesuatu,
pasti mereka tidak akan
membiarkan anaknya
ditindas atau dirugikan
orang, bukan
?
<
/p> Demikian juga
banyak korban pembunuhan
yang masih gelap tidak
terpecahkan oleh Polisi.
Mengapa roh korban
pembunuhan itu (JIKA
MEREKA MASIH EXIST DLM
BENTUK ROH) tidak
menceritakan semuanya
dengan tuntas kepada
polisi,
shg polisi tidak
perlu capek2
menyelidikinya
?
<
/p> Masih sangat
banyak argumen yang bisa
kita cari untuk
membuktikan bahwa orang
mati memang tidak bisa
dan tidak tahu apa2 spt
kata Alkitab.
Dalam dunia Orang
mati tidak ada pekerjaan,
pertimbangan, pengetahuan
ataupun hikmat. Firman
lain berkata : Apabila
nyawanya melayang, ia
kembali ke tanah. Pada
hari itu juga lenyaplah
maksud2nya (Maz.146:4;
Pkh.9:5,10).
<
/p> Jadi walaupun
orang tua kita kasih
kepada kita, pd saat
mereka mati, semua emosi2
mereka itu hilang lenyap
karena mereka sudah tidak
ada /exist lagi
(Pkh.9:6).
Karena
berasal dari debu, mereka
kembali jadi debu. Dari
tiada kembali ketiadaan
(Kej.3:19 ; Pkh.3:19,20 ;
Yes.26:14). <
/p> Dahulu, YAHWE
memperingatkan Orang
Israel agar jangan
bertanya kepada arwah2
orang mati Jika memang
betul kita bisa
berkomunikasi dengan
orang mati, tidak mungkin
YAHWE Yang Pengasih akan
melarang kita berhubungan
dengan arwah orang tua
kita atau sebaliknya
(Im.19:31 ;
Ul.18:10-12).
Tetapi YAHWE tahu
bahwa yang pura2 menjawab
itu adalah Roh Jahat
alias Beelzebul, Cs atau
setan2 pengikutnya dari
alam roh yang
mengaku-ngaku sebagai
arwah orang yang kita
cintai. <
/p> Dengan alasan
ini jugalah dahulu Raja
Saul ditolak oleh YAHWE
karena ia bertanya kepada
Roh nabi Samuel yang
telah mati (1
Sam.28:3-20;1
Taw.10:13,14).
<
/p> Raja Daud pernah
berpuasa bermandikan debu
selama ber-hari2 sebagai
tanda untuk minta tolong
kepada YAHWE agar anaknya
yang sdg sakit dpt
disembuhkan.
Namun YAHWE
menolak krn anak itu
hasil selingkuhnya dengan
istri Uria, shg anak itu
akhirnya
mati.
Setelah anaknya
mati, Daud langsung
bangkit dari tanah,
kembali ke istananya,
mandi, makan dan langsung
kembali kehidupan
normalnya (2
Sam.12:15-20).
Para pembantunya
heran melihat hal
itu.
Daud menjelaskan
bahwa setelah anaknya
mati, tidak ada lagi
gunanya dia berpuasa krn
anaknya tidak bisa hidup
lagi dan kembali kepada
Daud baik dalam rupa
apapun. Daud tidak
mendoakan lagi anaknya yg
sudah meninggal itu
karena sudah tidak ada
gunanya lagi (2
Sam12:21-23).
Jadi sangat
selaras dengan ayat2
diatas, bukan
? <
font face="Times New
Roman" size="3">
APA HARAPAN ORANG
MATI ?
Sebagaimana
Lazarus yang tidur dalam
kematian, kita harapkan
kita termasuk dalam
orang2 yang akan
dibangunkan dari tidur
nyenyak dalam kematian
atau dibangkitkan
(anastasis) oleh BAPA
melalui anak-NYA, Yesus
Kristus pd akhir zaman
(Yoh.5:28,29), asal kita
mau menyembah BAPA
(YAHWE) dalam Roh dan
Kebenaran, karena
penyembah2 demikianlah
yang
dikehendaki-NYA(Yoh.4:24)
.
<
/p>Dalam ROH
berarti DIA harus
disembah tanpa
berdasarkan suatu yang
dpt dilihat, diraba,
dirasa atau dicium (pakai
Patung, lukisan, tanda2,
tulisan2 atau symbol2
tertentu).
Dalam KEBENARAN
berarti, jangan ada
setitikpun noda dusta
atau ajaran palsu dalam
ibadah atau ajaran yang
kita imani.
Karena kalau bukan
dari YAHWE, pasti ajaran
tsb dari si Beelzebul,
musuh YAHWE.
Tidak ada yang
lain. Hanya YAHWE atau
Beelzebul, Setan si Iblis
(Yoh.8:44). wuwungan (15 Okt 2008):
Khotbah ini bagus sekali,
terutama kepada orang
yang baru kenal Tuhan.
Sehingga dia beroleh iman
bahwa setelah dia tiada,
maka dia berada di sorga.
Dan yang terpenting
adalah jangan
membanggakan diri sendiri
seperti John Lenon. Bagus
kotbahnya << sebelumnya | berikutnya >>
total: 2 data
Kategori Artikel: Khotbah... Dimasukkan pada: 01 Jun 2006 oleh: oyr79 Terakhir dimodifikasi pada: 06 Nov 2007
|